Senin, 01 JULI 2024 • 16:20 WIB

Igandu Train Collision, Kecelakaan Kereta Api paling Mematikan di Afrika

Author

Dokumentasi kejadian

INDOZONE.ID - Pada 24 Juni 2002 di Tanzania, Afrika Timur, terjadi sebuah kecelakaan kereta api yang memakan nyawa sebanyak 281 orang penumpangnya. Kejadian tersebut juga menyebabkan 600 orang penumpang lainnya luka-luka.

Dengan jumlah korban sebanyak itu, peristiwa yang dikenal sebagai 'Igandu Train Collision' ini menjadi "Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Afrika" hingga saat ini.

Kereta tersebut pada awalnya berangkat dari kota Dar es Salaam dengan tujuan kota Dodoma. Dalam perjalanannya, kereta ini melewati wilayah Msagali, lalu ke Igandu.

Kecelakaan ini bermula saat kereta tersebut berusaha menanjak di sebuah bukit. Karena tidak kuat menanjak, masinis kereta itu menarik tuas rem dan pergi keluar kereta untuk memeriksa apakah ada kendala pada kereta ataupun jalur perlintasannya.

Saat menarik tuas remnya lagi, kereta pun mulai bergerak mundur menuruni bukit. Niat awalnya, si masinis hendak menuruni bukit secara perlahan dengan memainkan tuas rem kereta.

Naas, rem kereta tersebut tiba-tiba tidak berfungsi, membuat kereta meluncur ke bawah bukit dengan sangat cepat dalam posisi mundur.

Baca Juga: Kisah Marie-Joseph Angelique: Budak Wanita yang Dituduh Membakar Rumah Warga, Pembalasan Perbudakan?

Sementara itu, ada satu kereta lainnya yang sedang melaju di jalur yang sama dengan kereta yang mengalami rem blong itu. Alhasil, kedua kereta itu saling bertabrakan.

Tim gabungan pun langsung dikerahkan ke lokasi, namun karena jumlahnya pas-pasan, Menteri Kesehatan Tanzania saat itu, Anna Abdallah, sampai turun tangan untuk membantu proses evakuasi para korban.

Jenazah para korban meninggal dikremasi dan dimakamkan di Pemakaman Maili Mbili. Tanzania Railways Corporation (TRC) selaku maskapai kereta api yang terlibat dalam kecelakaan tersebut, turut mengirimkan sejumlah dana santunan untuk keluarga para korban sebesar 100.000-500.000 koin perak.

Dokumentasi kejadian

Sempat ada rumor yang menyebut kalau kecelakaan tersebut disebabkan oleh aksi sabotase.

Baca Juga: Jenderal Soedirman Miliki Tubuh Kebal dan Kemampuan Menghilang Hingga Sering Dapat Pertolongan Gaib

Pada awalnya, pemerintah Tanzania sedang mencari perusahaan swasta yang mau membantu proyek perbaikan jalur kereta api. Mereka sudah melakukan wawancara dengan perusahaan yang berasal dari Eropa dan Afrika Selatan.

Sampai di tahun 2007, perusahaan Rites Consortium asal India melakukan perjanjian konsesi dengan TRC untuk membantu proyek perbaikan jalur kereta api di Tanzania.

Perjanjian tersebut hanya berlangsung selama 4 tahun saja, saat pemerintah Tanzania mengambil alih lagi TRC.

Sebelum membuat perjanjian dengan Rites Consortium, ada pihak perserikatan maskapai kereta api yang marah karena proses transaksi yang alot, antara TRC dengan perusahaan yang akan diajak kerjasama untuk proyek perbaikan jalur kereta api. Karena kemarahan merekalah, dugaan sabotase ini muncul.

Sampai saat ini, dugaan sabotase itu tidak pernah terbukti valid. Karena rem blong inilah yang membuat kejadian di Igandu ini sebagai "Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan di Afrika".


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, Ebaumsworld.com, Intimesgoneby.wordpress.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU