INDOZONE.ID - Buat kamu yang warga Bandung atau yang pernah jalan-jalan ke Kota Kembang tersebut pasti familiar dengan nama kawasan Pasteur. Kawasan ini ternyata memiliki asal usul unik, khususnya soal namanya yang diambil dari tokoh bukan orang Sunda, bahkan bukan orang Indonesia.
Yap, nama itu diambil dari nama Louis Pasteur.
Louis Pasteur adalah seorang ilmuwan Prancis yang dikenal sebagai bapak mikrobiologi. Lahir di Dole, Prancis, Pasteur menunjukkan bakat ilmiahnya sejak dini dan mengembangkan minat dalam kimia.
Pada tahun 1860-an, ia melakukan serangkaian eksperimen yang mengubah pandangan dunia terhadap penyakit. Pasteur mengembangkan teori kuman, yang membuktikan bahwa mikroorganisme seperti bakteri adalah penyebab infeksi. Penemuan ini membuka jalan bagi pengembangan vaksin, termasuk vaksin rabies yang terkenal.
Baca Juga: Ritual Tolak Bala Warga Bandung Barat ini Pantang Dilewati, Bisa-bisa Kesurupan!
Salah satu pencapaian terbesar Pasteur adalah proses pasteurisasi. Ia menemukan bahwa dengan memanaskan cairan seperti susu atau anggur pada suhu tertentu, mikroorganisme dapat dihancurkan tanpa merusak sifat-sifat penting dari cairan tersebut.
Proses pasteurisasi ini menjadi metode umum untuk menghentikan pertumbuhan bakteri patogen dalam makanan dan minuman, meningkatkan keamanan pangan secara signifikan.
Pasteur juga memiliki dampak besar dalam bidang kedokteran dan kesehatan. Pada tahun 1885, ia berhasil mengembangkan vaksin rabies setelah menguji teorinya tentang imunisasi. Vaksin ini membantu menyelamatkan banyak nyawa manusia dan hewan dari penyakit yang mematikan.
Keberhasilannya dalam menemukan vaksin rabies membuatnya dihormati di seluruh dunia dan membuka jalan bagi perkembangan vaksin-vaksin lainnya.
Selain itu, Pasteur terlibat dalam mendirikan Institut Pasteur di Paris pada tahun 1887, sebuah pusat penelitian yang berfokus pada ilmu mikrobiologi dan pengembangan vaksin. Institut ini masih beroperasi hingga hari ini dan telah menjadi pusat penelitian terkemuka di dunia dalam bidang mikrobiologi dan kedokteran dan terdapat di beberapa negara.
Louis Pasteur meninggal pada tahun 1895, tetapi warisannya terus hidup melalui kontribusinya yang besar terhadap ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.
Pekerjaannya tidak hanya membantu mencegah penyebaran penyakit menular, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan berbagai teknologi dan metode dalam bidang mikrobiologi yang telah membentuk dasar untuk perkembangan ilmu kedokteran modern.
Apa hubungan dengan Bandung?
Pemerintah kolonial Belanda mendirikan dua pusat kesehatan di Bandung, yaitu Het Algemeene Bandoengsche Ziekenhuijs yang sekarang dikenal sebagai RSHS Bandung, dan Landskoepoek Inrichting en Pasteur Institut, yang kemudian berganti nama menjadi PT Bio Farma (Persero).
Baca Juga: Mengenang Momen 200 Ribu Penduduk Bandung Bakar Rumah Sendiri dalam Bandung Lautan Api
Kedua institusi tersebut telah menjadi pusat kesehatan yang sangat penting dari masa lampau hingga saat ini. Oleh karena itu, jalan yang berlokasi di depan PT Bio Farma (Persero) dinamakan Jalan Pasteur karena terdapat institusi Pasteur di sana.
Di seluruh dunia, telah menjadi kebiasaan bahwa jika ada Institut Pasteur, alamatnya akan ada di Jalan Pasteur sebagai penghormatan atas kontribusi besar Louis Pasteur dalam kemajuan dunia kesehatan, mulai dari penemuan vaksin rabies hingga TBC.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Z Creators