Sabtu, 28 OKTOBER 2023 • 15:43 WIB

7 Fakta Unik Tentang Sumpah Pemuda yang Harus Diketahui, Apa Saja?

Author

Diorama Kongres Pemuda

INDOZONE.ID - Hari Sumpah Pemuda tahun 2023 ini telah memasuki peringatan ke-95 tahun sejak mencatatnya pada tahun 1928 silam.

Tema yang dikeluarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI tahun ini menjadi acuan bagi elemen masyarakat untuk turut merayakannya. 

Mengusung tema "Bersama Majukan Indonesia", dengan logo HSP ke-95 yang bermakna membentuk stilasi barisan manusia yang menyimbolkan kolaborasi dan warna-warni menunjukkan keanekaragaman suku, bahasa, dan budaya.

Baca Juga: 5 Hal Penting Hari Sumpah Pemuda yang Kamu Harus Tahu!

Pada tanggal 28 Oktober 1928, terjadilah peristiwa bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika para pemuda dari seluruh penjuru indonesia berkumpul di Jakarta dalam kongres pemuda II.

Berikut adalah fakta unik tentang Sumpah Pemuda yang jarang diketahui.

1. “Sumpah Pemuda” Bukan Judul Awal Dalam Kongres Pemuda II

Sumpah Pemuda kini dikenal sebagai tonggak sejarah pergerakan kemerdekaan. Namun pada saat kongres berlangsung, rumusan yang ditulis oleh Mohammad Yamin itu tidak disebut sebagai Sumpah Pemuda.

Baca Juga: Mengungkap Asal Usul dan Misteri Bloody Mary: Urban Legend Wanita Berdarah di Balik Cermin

Ikrar tersebut justru disebut putusan kongres pemuda-pemuda Indonesia. Istilah Sumpah Pemuda baru muncul setelah kongres berlangsung beberapa hari. Akan tetapi, peringatan Sumpah Pemuda tetap didasarkan pada tanggal pembacaan ikrar, yakni 28 Oktober.

2. Mengunakan Topi Eropa Yang Digunting Seperti Peci

Diperkenalkan oleh Bung Karno sebagai identitas pergerakan nasional, peci telah banyak dipakai oleh peserta Kongres. Awal penggunaan peci ini sebagai identitas pergerakan di forum resmi yang bersifat luas.

Namun, karena saat itu peci masih langka di era Hindia-Belanda, maka sebagian peserta kongres menggunting pinggiran topi Eropanya sehingga menyerupai peci.

Baca Juga: Candi Untoroyono: Candi yang Berdiri di Tanah Angker dan Wingit

3. Pembukaan acara dilakukan di Gereja Katolik

Kongres Pemuda II ini nyatanya berjalan dalam 3 tempat yang berbeda. Sejak 27-28 Oktober, pembukaan berlangsung di Khatolieke Jongenlingen-Bond, Kompleks Katedral Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 1928, mulai pukul 21.30.

Gereja dipilih karena memiliki aula dengan banyak bangku untuk menampung ratusan peserta yang turut hadir mulai dari barat hingga timur Indonesia.

Mereka berasal dari keorganisasian kepemudaan macam Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Sekar Rukun, Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI), dan Pemuda Kaum Betawi.

Baca Juga: Heboh Tanaman Tabebuya Menangis di Depan Rumah Warga Malang, Bikin Gak Bisa Tidur

4. Menjadi Hari Lahir Lagu "Indonesia Raya" Pertama Diperdengarkan

Pada saat Kongres Pemuda II di Gedung Indonesische Clubgebouw lagu "Indonesia Raya" pertama kali diperdengarkan oleh WR Supratman menggunakan alat musik biola tanpa lirik dengan lantunan melodi yang indah. Hal itu pun mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta kongres.

5. Menggunakan Ejaan Van Ophuysen

Tahukah kamu bahwa ternyata naskah asli Sumpah Pemuda ditulis menggunakan ejaan Van Ophuysen.

Van Ophuysen sendiri adalah ejaan yang digunakan pada masa penjajahan dulu untuk menulis kata berbahasa Melayu, menggunakan gaya penulisan yang mudah dimengerti oleh orang-orang Belanda. Namun kemudian penulisannya diubah menggunakan ejaan bahasa Indonesia yang baku.

Baca Juga: Kisah Tragis Suku Osage yang Jadi Inspirasi Film 'Killers of The Flower Moon', Ini Kronologinya

6. Ada Peran Perempuan Dalam Kongres Pemuda II

Dari keseluruhan peserta kongres yang berjumlah 700 orang hanya tercatat 82 orang yang hadir.

Sementara itu, peserta perempuan sendiri hanya enam orang, yakni Dien Pantow, Emma Poeradiredja, Jo Tumbuan, Nona Tumbel, Poernama Woelan, dan Siti Soendari. Diantaranya mereka melakukan pidato di depan saat rapat kongres berlangsung.

7. Diikrarkan di Rumah Orang Tionghoa

Peranan anak-anak muda keturunan Tionghoa cukup besar dalam Kongres Pemuda II. Bahkan, gedung tempat dibacakannya Sumpah Pemuda merupakan asrama pelajar milik peranakan Cina bernama Sie Kok Liang.

Gedung yang terletak di Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat, itu kini diabadikan sebagai Museum Sumpah Pemuda.

Beberapa orang perwakilan pemuda peranakan Tionghoa hadir di Kongres Pemuda II dan turut berikrar mengucapkan Sumpah Pemuda, beberapa di antaranya diketahui bernama Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok, Tjio Djien Kwie, dan lainnya.

Baca Juga: Misteri Halloween: Asal-Usul Tradisi dan 5 Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Demikian fakta unik dibalik Hari Sumpah Pemuda, lahirnya pemuda-pemuda terbaik Indonesia yang menjadi titik awal perjuangan anak muda.

Kala itu, pemuda dan pemudi rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran moral bahkan harta benda demi menyatukan bangsa Indonesia.

Tanpa ikrar Sumpah Pemuda dan perjuangan mereka Indonesia bisa saja tak mencapai kesatuan dan tak berhasil melawan penjajah.

Karenanya amalkan Semangat juang dan lanjutkan energi positif mereka pada generasi kini dan seterusnya dalam mengambil langkah apapun demi kemajuan dan kebersatuan bangsa Indonesia. Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2023.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators,

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU