INDOZONE.ID - Pohon beringin dengan lima cabangnya tumbuh subur di tengah-tengah rumpun pohon lain, di samping Lapangan Pancasila di Kota Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Berdekatan dengan pohon beringin ini, berdiri patung Soekarno (Bung Karno), Presiden pertama dan Kepala Negara Republik Indonesia. Patung tersebut diposisikan di dekat pohon beringin untuk memperingati saat-saat sang Proklamator bangsa, duduk dan merenungkan esensi filosofis negara yang nantinya akan melahirkan sila-sila Pancasila, ideologi dasar Indonesia, yang tetap relevan hingga saat ini.
Pemerintah daerah Ende menamakan tempat ini "Taman Renungan Bung Karno", karena memiliki status sejarah yang signifikan sebagai tempat kelahiran Pancasila. Di bawah dahan-dahan pohon beringin bercabang lima yang kokoh itulah Bung Karno menyusun ide-ide yang membentuk Pancasila.
Baca Juga: Mitos Cuci Muka di Sumur Bung Karno: Menambah Kharisma dan Enteng Jodoh
Sejarah Lahirnya Pancasila
Dari tahun 1934 hingga 1938, selama pengasingannya di Ende, jauh dari kegiatan politik, Bung Karno banyak menghabiskan waktu untuk bergaul dengan masyarakat setempat. Bersama kelompok mahasiswa, Bapak Bangsa berpartisipasi dalam diskusi keagamaan dan bahkan mengadakan pertunjukan teater dengan warga biasa yang buta huruf.
Kesibukannya sehari-hari di Ende memberi Bung Karno waktu yang cukup untuk merenungkan masa depan bangsa Indonesia, yang akhirnya akan dideklarasikannya pada 17 Agustus 1945.
Pemikiran Bung Karno berkembang, menyadari bahwa bangsa yang kuat membutuhkan landasan ideologis yang kokoh, seperti akar pohon beringin.
"Dengan kata lain, Ende sangat mempengaruhi pemikiran Bung Karno tentang pembangunan bangsa dan pemerintahan sehingga melahirkan Pancasila," kata Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Konsep Pancasila pertama kali diperkenalkan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Momen penting ini mendorong Presiden Joko Widodo untuk menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila, sebagaimana diakui dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Selanjutnya, perayaan Pekan Pancasila pertama berlangsung dari 29 Mei hingga 4 Juni 2017.
Baca Juga: Misteri Lukisan Bung Karno di Blitar, Konon Jantungnya Bisa Berdetak, Hiiii....
Ende, NTT Jadi Kota Kelahiran Pancasila
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menegaskan, bagi yang ingin belajar tentang Pancasila dan toleransi di Indonesia, sebaiknya berkunjung ke NTT, karena NTT memiliki makna sejarah dalam lahirnya Pancasila. Dia menegaskan, masyarakat NTT akan teguh membela Pancasila saat dipanggil.
Membahas Unit Pengembangan Pancasila Presiden (UKP-PIP) yang bertujuan untuk memperkuat penerapan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan mengintegrasikannya ke dalam program pembangunan, Eko Putro menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi Pancasila.
Tokoh budayawan terkemuka Albert Bisa, warga asli Ende, percaya bahwa etos kebangsaan Indonesia dan semangat hidup bermasyarakat dapat diselaraskan dengan cita-cita Pancasila yang diucapkan oleh Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, di Kota Ende.
"Berbeda dengan pengamatan kami di luar NTT, di mana kasus-kasus intoleransi muncul, saya melihat masyarakat di sini menganut prinsip-prinsip Pancasila," ujar Albert Bisa.
Signifikansi historis Ende terletak pada menjadi tempat kelahiran Pancasila. Di bawah pohon beringin bercabang lima, Bung Karno menemukan inspirasi Pancasila.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara