Selasa, 28 JULI 2026 • 13:00 WIB

7 Kecelakaan Pesawat Terparah Sepanjang Sejarah, Tragedinya Sulit Dilupakan!

Author

kecelakaan terparah sepanjang sejarah (freepik)


INDOZONE.ID
- Setiap mendengar kabar kecelakaan pesawat, rasanya ikut sesak membayangkan para penumpang dan keluarga yang menunggu kepulangan mereka. 

Di balik perjalanan yang seharusnya membawa seseorang bertemu orang tersayang, ada sejumlah penerbangan yang justru berakhir menjadi tragedi besar.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari kesalahan komunikasi, hingga serangan teror.

Berikut tujuh kecelakaan pesawat terparah sepanjang sejarah yang kisahnya masih sulit dilupakan hingga sekarang:

1. Tragedi Tenerife

Siapa sangka kecelakaan penerbangan paling mematikan sepanjang sejarah justru terjadi di darat, bukan di udara.

Pada 27 Maret 1977, KLM Penerbangan 4805 dan Pan Am Penerbangan 1736 yang sama-sama menggunakan Boeing 747 bertabrakan di landasan Bandara Los Rodeos, Tenerife.

Kedua pesawat sebelumnya dialihkan dari Bandara Gran Canaria setelah ledakan bom dan ancaman serangan susulan membuat bandara tersebut ditutup.

Kabut tebal, komunikasi yang tumpang tindih, serta keputusan pilot KLM memulai lepas landas tanpa izin membuat tabrakan tak bisa dihindari.

Tragedi ini menewaskan 583 orang, sedangkan 61 orang dari pesawat Pan Am berhasil selamat. 

2. Japan Airlines 123

Jika tragedi Tenerife dipicu oleh masalah komunikasi, kecelakaan Japan Airlines Penerbangan 123 berawal dari kesalahan perbaikan pesawat.

Pada 12 Agustus 1985, Boeing 747 yang terbang dari Tokyo menuju Osaka mengalami kerusakan pada sekat tekanan bagian belakang.

Baca juga: Teori Konspirasi Tentang Satelit Black Knight Pesawat Alien di Orbit Bumi

Komponen tersebut sebelumnya diperbaiki secara tidak tepat setelah pesawat mengalami insiden ekor menghantam landasan tujuh tahun sebelumnya.

Kerusakan itu memicu dekompresi eksplosif, merusak ekor dan sistem hidraulis hingga pesawat sulit dikendalikan sebelum jatuh di kawasan Gunung Takamagahara.

Dari 524 orang di dalam pesawat, sebanyak 520 orang meninggal dan hanya empat penumpang yang selamat. 

3. Air India 182

Pada tahun yang sama, dunia penerbangan kembali berduka akibat tragedi Air India Penerbangan 182.

Pesawat Boeing 747 tersebut meledak di atas Samudra Atlantik dekat Irlandia pada 23 Juni 1985 saat menjalani penerbangan menuju London sebagai bagian dari rute Toronto-Mumbai.

Penyelidikan menemukan bom di dalam koper yang dimasukkan ke sistem bagasi tanpa pemiliknya ikut naik ke pesawat.

Ledakan itu menewaskan seluruh 329 penumpang dan awak, dengan sebagian besar korban merupakan warga Kanada.

Peristiwa tersebut tercatat sebagai serangan teroris paling mematikan dalam sejarah Kanada dan mendorong perubahan besar pada sistem keamanan penerbangan. 

4. MH370

Berbeda dari Air India 182 yang penyebabnya berhasil diketahui, hilangnya Malaysia Airlines Penerbangan 370 masih menyisakan banyak pertanyaan.

Pesawat Boeing 777 ini  yang membawa 227 penumpang dan 12 awak itu menghilang pada 8 Maret 2014 dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Transponder pesawat berhenti mengirimkan sinyal, sedangkan radar militer menunjukkan pesawat berbalik arah dan melintasi Semenanjung Malaysia.

Sejumlah puing MH370 memang telah ditemukan di Pulau Réunion serta beberapa wilayah pesisir Afrika, tetapi badan utama pesawat dan penyebab pasti kejadiannya belum terungkap.

Hingga Juli 2026, pemerintah Malaysia telah memperpanjang kontrak pencarian bersama Ocean Infinity sampai Juni 2027. 

5. Iran Air 655

Jauh sebelum misteri MH370, Iran Air Penerbangan 655 juga mengalami tragedi yang memicu kontroversi dunia.

Pada 3 Juli 1988, Airbus A300 tersebut ditembak jatuh oleh dua rudal dari kapal perang Amerika Serikat USS Vincennes setelah lepas landas dari Bandar Abbas menuju Dubai.

Awak kapal mengira pesawat sipil yang sedang menanjak itu sebagai pesawat tempur F-14 Iran yang hendak menyerang.

Kesalahan identifikasi tersebut menewaskan seluruh 290 penumpang dan awak di dalam pesawat.

Hingga kini, Iran Air 655 tetap dikenang sebagai pengingat betapa fatalnya keputusan yang dibuat dalam situasi militer penuh tekanan. 

6. American Airlines 191

Tak hanya kesalahan identifikasi, prosedur perawatan yang keliru juga dapat memicu kecelakaan fatal.

Pada 25 Mei 1979, American Airlines Penerbangan 191 kehilangan mesin kirinya beberapa detik setelah lepas landas dari Bandara O’Hare, Chicago.

Mesin beserta penyangganya terlepas akibat kerusakan struktur yang dipicu oleh prosedur perawatan tidak tepat.

Baca juga: 5 Arti Mimpi Pesawat Jatuh Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik atau Buruk?

Kondisi tersebut turut merusak sistem sayap hingga pesawat miring tajam dan jatuh tidak jauh dari landasan.

Seluruh 271 orang di pesawat dan dua orang di darat meninggal, menjadikannya kecelakaan penerbangan paling mematikan di Amerika Serikat. 

7. Swissair 111

Bahaya lain datang dari Swissair Penerbangan 111 yang mengalami kebakaran tersembunyi di atas kokpit.

Pesawat MD-11 itu sedang terbang dari New York menuju Jenewa pada 2 September 1998 ketika awak mencium bau aneh dan melihat asap.

Pilot berusaha mengalihkan penerbangan ke Halifax, tetapi api menyebar cepat hingga merusak berbagai sistem penting.

Pesawat akhirnya jatuh ke Samudra Atlantik di lepas pantai Nova Scotia dan menewaskan seluruh 229 orang di dalamnya.

Penyelidikan menemukan bahwa percikan listrik kemungkinan menyulut bahan insulasi yang mudah terbakar, lalu mendorong perubahan aturan mengenai material pesawat dan sistem kelistrikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU