Senin, 27 JULI 2026 • 17:00 WIB

8 Senjata Melawan Penjajah, Lengkap dengan Sejarah dan Cara Buatnya!

Author

Senjata Melawan Penjajah, Lengkap dengan Sejarah dan Cara Buatnya!

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu bertanya-tanya, senjata apa yang digunakan rakyat Indonesia untuk melawan penjajah sebelum teknologi berkembang seperti sekarang? 

Nah dulu di tengah keterbatasannya, para pejuang memanfaatkan berbagai bahan alami dan peralatan sederhana untuk dijadikan senjata.

Meski bentuknya tidak secanggih senjata modern, alat-alat tersebut tetap memiliki peran penting dalam berbagai perlawanan.

Lantas, bagaimana sejarah, bahan, dan cara pembuatan senjata tradisional tersebut? Berikut penjelasannya.

1. Busur dan Anak Panah

Perlawanan rakyat Indonesia tidak selalu dilakukan dari jarak dekat. 

Salah satu senjata andalan mereka yang bisa digunakan dalam jarak jauh adalah busur dan anak panah.

Busur itu sendiri dibuat dari kayu dengan tali rotan, sedangkan mata anak panah biasanya menggunakan tulang hewan yang sudah diruncingkan.

Dengan kemampuan membaca medan, para pejuang dapat menyerang dari kejauhan tanpa harus langsung berhadapan dengan lawan.

2. Rencong

Selain busur dan pana mereka juga menggunakan rencong. 

Senjata tradisional dari Aceh ini, berbentuk menyerupai huruf L dan biasanya digunakan oleh pahlawan nasional, seperti Cut Nyak Dien, Teuku Umar, dan Cut Meutia.

Rencong tersebut dibuat dalam berbagai ukuran dan bahan yang dahulu juga dapat menunjukkan kedudukan pemiliknya di tengah masyarakat.

Kini, senjatanya lebih banyak dijadikan simbol keberanian dan cendera mata khas Aceh.

3. Golok

Semangat yang sama juga terlihat dalam penggunaan golok oleh masyarakat Betawi saat menghadapi penjajah.

Sebelum menjadi senjata pertahanan, golok sebenarnya lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari seperti memotong kayu, berkebun, atau membantu pekerjaan rumah tangga.

Gagangnya umumnya dibuat dari kayu keras, sedangkan bilahnya menggunakan besi atau baja yang diasah hingga tajam.

Karena mudah dibawa dan telah biasa digunakan, golok menjadi salah satu senjata yang diandalkan dalam pertarungan jarak dekat.

4. Bambu Runcing

Ketika senjata berbahan logam sulit dimiliki, rakyat Indonesia pun tidak kehabisan ide.

Mereka pada saar itu, memanfaatkan bambu yang mudah ditemukan di sekitarnya.

Salah satu ujungnya dibuat runcing hingga dapat digunakan sebagai alat pertahanan dalam perlawanan terhadap pasukan kolonial.

Baca juga: Kisah Keluhan Prajurit Soviet yang Melahirkan Senjata Legendaris AK-47

Bambu runcing kemudian dikaitkan dengan KH Subkhi dari Parakan, Temanggung, yang dikenal memberikan dukungan spiritual kepada para pejuang.

Cerita tentang doa pada bambu tersebut menjadi bagian dari keyakinan masyarakat sekaligus penguat keberanian di tengah keterbatasan senjata.

5. Klewang

Jika bambu runcing menjadi simbol perjuangan rakyat, klewang dikenal sebagai salah satu senjata yang digunakan dalam Perang Aceh.

Bentuknya menyerupai pedang dengan panjang sekitar 35 hingga 75 sentimeter sehingga cocok digunakan dalam pertarungan jarak dekat.

Cut Nyak Dien juga kerap digambarkan membawa klewang ketika berjuang menghadapi pasukan Belanda.

Kemudian senjata ini menjadi lambang  keberanian pejuang Aceh tetap bertahan meski harus menghadapi persenjataan lawan yang lebih modern.

6. Keris

Dari medan perjuangan Aceh, kisah senjata tradisional berlanjut pada keris yang berkembang di berbagai wilayah Nusantara.

Keris tidak hanya digunakan sebagai senjata tikam, tetapi juga dianggap berbagai hal yakni sebagai pusaka, simbol kehormatan, dan bagian dari identitas pemiliknya.

Salah satu keris yang dikaitkan dengan Pangeran Diponegoro dikenal dengan nama Keris Kiai Naga Siluman.

Hingga kini, keris masih digunakan dalam upacara adat dan telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.

7. Belati

Selain keris, belati juga menjadi senjata berukuran kecil yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Di Papua sendiri, belati tradisional dapat dibuat dari tulang burung kasuari dengan hiasan bulu pada bagian gagangnya.

Bentuknya yang ringkas membuat senjata ini mudah dibawa dan digunakan untuk melindungi diri dalam jarak dekat.

Baca juga: Sihir Heka: Mengapa Bangsa Mesir Kuno Menganggap Kata-kata Adalah Senjata Mematikan?

Sementara itu, sejumlah daerah lain seperti Betawi juga mengenal belati berbahan logam dengan bentuk dan fungsi yang menyesuaikan tradisi setempat.

8. Parang Salawaku

Rangkaian senjata perjuangan Nusantara kemudian dilengkapi oleh parang salawaku yang lekat dengan masyarakat Maluku.

Senjata ini dikenal melalui sosok Kapitan Pattimura ketika memimpin perlawanan terhadap pemerintahan kolonial Belanda.

Parang digunakan untuk menyerang, sedangkan salawaku berfungsi sebagai perisai untuk melindungi tubuh dari serangan lawan.

Perpaduan keduanya tidak hanya menjadi perlengkapan perang, tetapi juga simbol keberanian dan semangat pantang menyerah masyarakat Maluku.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ensiklopedia, Perpustakaan.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU