Selasa, 23 JUNI 2026 • 10:10 WIB

Perbedaan Candi Jawa Tengah dan Jawa Timur: Dari Bentuk hingga Bahan Bangunan

Author

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu yang terindah di Asia Tenggara. (Tommy Gandes)

INDOZONE.ID - Candi-candi di Pulau Jawa memiliki ciri khas arsitektur yang beragam sesuai dengan wilayah pembangunannya. 

Perbedaan tersebut terlihat jelas antara candi bercorak Jawa Tengah dan Jawa Timur yang masing-masing mempunyai gaya tersendiri. 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), candi adalah bangunan kuno berbahan batu yang pada masa lampau digunakan sebagai tempat ibadah atau penyimpanan abu jenazah raja dan tokoh agama Hindu-Buddha. 

Adapun langgam merujuk pada gaya, bentuk, atau corak tertentu yang menjadi karakter suatu karya.

Baca juga: Candi Borobudur Ternyata Penuh Kode Astronomi Kuno

Perbedaan tersebut muncul karena candi-candi di Jawa umumnya dikelompokkan ke dalam tiga langgam utama, yakni Jawa Tengah Utara, Jawa Tengah Selatan, dan Jawa Timur. 

Pengelompokan ini menghasilkan karakter arsitektur yang khas pada setiap wilayah sehingga perbedaan antara candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur relatif mudah dikenali. 

Masing-masing memiliki ciri tersendiri, baik dari bentuk bangunan, struktur, maupun unsur hiasannya. Untuk memahami perbedaannya lebih lanjut, simak penjelasan berikut.

1. Bentuk Bangunan

Salah satu perbedaan yang paling mudah dikenali antara candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur terletak pada bentuk bangunannya. 

Candi-candi di Jawa Tengah umumnya memiliki tubuh yang lebih besar dan kokoh, sedangkan candi di Jawa Timur cenderung lebih ramping serta menjulang tinggi. 

Perbedaan ini berkaitan erat dengan material yang digunakan dalam proses pembangunannya. Karena menggunakan bahan yang relatif lebih berat, candi di Jawa Tengah dirancang dengan struktur yang lebih padat untuk menjaga kestabilannya. 

Sementara itu, material yang lebih ringan memungkinkan candi di Jawa Timur dibangun dengan bentuk yang lebih tinggi dan langsing tanpa mengurangi kekuatan bangunan.

2. Atap

Perbedaan lainnya terlihat pada bentuk atap candi. Candi di Jawa Tengah umumnya memiliki atap bertingkat yang jelas dengan tiga undakan, sering dihiasi stupa pada candi Buddha atau ratna pada candi Hindu. 

Sementara itu, candi di Jawa Timur memiliki atap yang lebih tinggi dan ramping, dengan puncak berbentuk kubus atau piramida bertingkat yang menyatu membentuk lengkungan halus.

3. Kemuncak

Perbedaan juga tampak pada bagian puncak candi. Pada candi bercorak Buddha, puncak candi Jawa Tengah umumnya berbentuk stupa, sedangkan candi Jawa Timur lebih sering menggunakan bentuk kubus. 

Adapun pada candi Hindu, Jawa Tengah biasanya memakai ratna atau vajra, sementara candi Jawa Timur kerap menggunakan bentuk dagoba yang menyerupai tabung.

4. Pintu

Ciri khas lainnya dapat dilihat pada bagian pintu candi. Candi Jawa Tengah umumnya menggunakan hiasan Kala-Makara, yaitu kepala raksasa (kala) di atas pintu serta relief makara di kedua sisinya. 

Sementara itu, candi Jawa Timur biasanya hanya dihiasi kala tanpa makara, dengan bingkai pintu yang cenderung berbentuk persegi.

5. Relief

Perbedaan antara candi Jawa Tengah dan Jawa Timur juga terlihat pada reliefnya. Relief candi Jawa Tengah umumnya dipahat lebih dalam dan menonjol dengan penggambaran yang cenderung naturalis. 

Begitu pun sebaliknya, relief candi Jawa Timur memiliki ukiran yang lebih tipis dan datar, serta menampilkan gaya visual yang menyerupai tokoh-tokoh wayang.

6. Tata Letak

Tata letak kompleks candi juga berbeda. Pada candi Jawa Tengah, bangunan utama biasanya berada di tengah area dan dikelilingi candi-candi perwara. 

Sementara itu, candi Jawa Timur umumnya menempatkan bangunan utama di bagian belakang atau area yang lebih tinggi, sedangkan candi perwara berada di depannya.

7. Arah Hadap

Perbedaan juga terlihat dari arah hadap bangunan. Sebagian besar candi di Jawa Tengah menghadap ke timur, sedangkan candi di Jawa Timur umumnya menghadap ke barat. 

Perbedaan ini diyakini berkaitan dengan konsep keagamaan yang mengarahkan bangunan candi ke Gunung Mahameru, yang dianggap suci dalam tradisi Hindu-Buddha.

Baca juga: Daftar Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno: Candi dan Prasasti

8. Bahan Bangunan

Material pembangun juga menjadi salah satu pembeda utama antara candi Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Candi di Jawa Tengah umumnya dibuat dari batu andesit yang lebih berat, sehingga bangunannya cenderung kokoh dan besar. 

Sementara itu, banyak candi di Jawa Timur menggunakan batu bata yang lebih ringan, memungkinkan bentuk bangunan dibuat lebih tinggi dan ramping.

Dengan berbagai perbedaan tersebut, mulai dari bentuk bangunan, atap, relief, hingga bahan pembuatannya, candi Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki karakteristik khas yang mencerminkan perkembangan arsitektur pada masanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemendikdasmen

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU