INDOZONE.ID - Kain Kafan Turin atau Shroud of Turin merupakan salah satu relik paling misterius dalam sejarah umat Kristiani.
Kain linen ini diyakini sebagian orang sebagai kain pemakaman Yesus Kristus, dan hingga kini terus menjadi bahan penelitian ilmiah sekaligus perdebatan.
Gambaran Fisik yang Mengundang Misteri
Melansir laman Britannica, Kamis (02/04/2026) Kain Kafan Turin memiliki panjang sekitar 4,3 meter dan lebar 1,1 meter. Di atasnya tampak bayangan samar berwarna cokelat yang menyerupai tubuh seorang pria, terlihat dari bagian depan dan belakang.
Baca juga: Mengenal Arti Crown of Thorns dan Alasan Mengapa Yesus Memakai Mahkota Duri
Menariknya, gambar tersebut menunjukkan tanda-tanda luka yang mirip dengan kisah penyaliban Yesus.
Beberapa di antaranya termasuk bekas duri di kepala, luka cambukan di punggung, memar di bahu, serta noda yang diduga darah.
Detail ini membuat banyak pihak mengaitkannya dengan penderitaan yang dialami Yesus sebelum wafat.
Fakta Forensik: Gambar Seperti Negatif Foto
Salah satu temuan penting dalam studi ilmiah terjadi pada tahun 1898, ketika gambar di kain tersebut ditemukan memiliki karakteristik seperti negatif fotografi. Artinya, ketika difoto, justru muncul citra yang lebih jelas dan realistis.
Sejak saat itu, berbagai penelitian dilakukan untuk mencari tahu bagaimana gambar tersebut terbentuk.
Para ilmuwan mencoba menguji kemungkinan penggunaan cat, pigmen, atau efek pembakaran. Namun, hasilnya belum mampu memberikan penjelasan yang benar-benar pasti.
Baca juga: Arkeolog Temukan Makam Bidan Yesus di Israel, Gua Salome yang Berusia 2.000 Tahun
Uji Karbon dan Perdebatan Keaslian
Pada tahun 1988, dilakukan uji penanggalan karbon-14 oleh tiga laboratorium berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa kain tersebut berasal dari periode abad pertengahan, sekitar tahun 1260-1390. Temuan ini sempat memperkuat anggapan bahwa kain tersebut bukan berasal dari zaman Yesus.
Namun, hasil ini tidak sepenuhnya diterima. Sejumlah peneliti mempertanyakan metode yang digunakan, termasuk kemungkinan kontaminasi pada sampel kain.
Penelitian Terbaru dan Hipotesis Baru
Studi terbaru pada tahun 2022 menggunakan teknik hamburan sinar-X sudut lebar (WAXS) memberikan perspektif berbeda.
Baca juga: Misteri Sejarah yang Mungkin Gak akan Terpecahkan: Waktu Lahir Yesus hingga Kota Atlantis
Hasilnya menunjukkan bahwa struktur linen kain tersebut memiliki karakteristik yang mirip dengan kain dari periode sekitar tahun 55-74 Masehi, yang berdekatan dengan masa hidup Yesus.
Meski demikian, penelitian ini belum dapat memastikan secara mutlak bahwa Kain Kafan Turin adalah kain asli yang digunakan untuk membungkus Yesus.
Para ilmuwan masih menekankan perlunya penelitian lanjutan untuk mendapatkan kesimpulan yang lebih kuat.
Lokasi Penyimpanan dan Sejarah Singkat
Saat ini, Kain Kafan Turin disimpan di Katedral San Giovanni Battista sejak tahun 1578. Relik ini sebelumnya berpindah dari Yerusalem ke Konstantinopel, sebelum akhirnya dibawa ke Eropa.
Sepanjang sejarahnya, kain ini jarang dipamerkan ke publik dan hanya ditampilkan pada momen-momen tertentu.
Meski sempat mengalami kerusakan akibat kebakaran pada abad ke-16, kain tersebut tetap terjaga hingga sekarang.
Baca juga: Cincin Batu Permata Awal Kristen Tampilkan Sosok Yesus, Ditemukan di Bangkai Kapal Karam
Kain Kafan Turin menjadi salah satu objek paling menarik dalam kajian antara iman dan sains. Bukti forensik yang ada menunjukkan detail penderitaan yang sejalan dengan kisah penyaliban Yesus, namun keasliannya masih terus diperdebatkan.
Bagi sebagian orang, kain ini adalah bukti nyata, sementara bagi yang lain, ia tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica