Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 16:30 WIB

Kertas hingga Mesiu, Warisan China Kuno yang Masih Dipakai Dunia

Author

Ilustrasi Kertas China Kuno (Sumber: bing.com)

INDOZONE.ID - Jika berbicara tentang China hari ini, hal yang kerap terlintas di benak banyak orang adalah pesatnya kemajuan teknologi. Negara ini dikenal sebagai pusat berbagai inovasi modern yang terus berkembang. Namun, tahukah kamu bahwa fondasi teknologi China sejatinya telah dibangun sejak ribuan tahun lalu?

Berbagai penemuan revolusioner justru lahir dari peradaban China kuno dan menjadi tonggak penting bagi perkembangan dunia. Apa saja penemuan tersebut? Berikut ulasannya.

Kertas, Media Pengabadian Peradaban

Ilustrasi kertas kusut. (Freepik)

Mengutip jurnal yang diterbitkan oleh Wenzhou University, kertas merupakan salah satu penemuan paling monumental dalam sejarah manusia, meski kerap dianggap sepele karena begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Bayangkan dunia tanpa kertas. Penyebaran informasi akan sangat terbatas, pencatatan sejarah terhambat, dan perkembangan ilmu pengetahuan tidak akan sepesat sekarang. Kertas merevolusi cara manusia mencatat, menyimpan, dan menyebarkan informasi. Tanpanya, tidak akan ada buku, uang kertas, maupun dokumen penting yang menjadi penopang peradaban.

Menariknya, hingga era digital dan teknologi cloud seperti sekarang, kertas masih tetap digunakan dan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kertas pertama kali ditemukan oleh Cai Lun pada masa Dinasti Han, sekitar awal abad ke-2 Masehi. Penemuan penting ini justru lahir dari lingkungan istana kekaisaran. Sebelum kertas dikenal, masyarakat China menggunakan bambu yang berat dan sutra yang mahal sebagai media tulis.

Kertas hadir sebagai solusi yang lebih murah, ringan, dan mudah diproduksi. Bahan dasarnya berasal dari kulit kayu, kain bekas, serta jaring ikan yang diolah hingga menjadi lembaran tipis namun kuat. Meski formula pastinya kini telah hilang ditelan waktu, inovasi ini menjadi salah satu daur ulang visioner pada masanya.

Baca juga: Teknologi, Astronomi, dan Kertas: Warisan Hebat dari Dinasti Tang

Sistem Percetakan, Awal Produksi Massal Informasi

Ilustrasi sistem percetakan pada masa china kuno. (Sumber: bing.com)

Penemuan revolusioner berikutnya adalah sistem percetakan yang muncul pada abad ke-7 Masehi, tepatnya pada masa Dinasti Tang. Sebelum teknologi ini ada, setiap buku dan dokumen harus disalin dengan tangan, proses yang melelahkan, memakan waktu, dan rawan kesalahan.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, masyarakat China mengembangkan teknik percetakan blok kayu. Teks diukir terbalik pada papan kayu, diberi tinta, lalu dicapkan ke kertas. Metode ini memungkinkan penggandaan naskah dalam jumlah besar, seperti kitab suci, puisi, dan kalender.

Inovasi ini kemudian disempurnakan pada masa Dinasti Song sekitar tahun 1040 Masehi oleh Bi Sheng. Ia menciptakan huruf cetak bergerak (movable type) sebagai solusi atas kelemahan blok kayu yang tidak fleksibel dan boros. Penemuan ini menjadi cikal bakal teknologi percetakan modern.

Kompas, Penentu Arah Dunia

Kompas sebagai penunjuk arah (Sumber: bing.com)

Bayangkan berlayar tanpa peta atau GPS, hanya mengandalkan bintang yang bisa tertutup awan. Kondisi inilah yang dihadapi dunia sebelum kompas ditemukan.

Kompas pertama kali dikembangkan di China pada abad ke-11 Masehi, pada masa Dinasti Song. Awalnya, alat ini digunakan untuk keperluan feng shui sebagai “jarum selatan” yang terbuat dari batu magnet. Seiring waktu, kompas kemudian diadaptasi untuk navigasi laut.

Dengan hadirnya kompas, pelayaran tidak lagi bergantung pada tebakan. Kapal-kapal mulai berani menyeberangi samudra luas, membuka jalur perdagangan global. Penjelajah besar seperti Zheng He hingga Columbus mengandalkan kompas untuk menentukan arah, sekaligus menyatukan Timur dan Barat dalam jaringan perdagangan dunia.

Bubuk Mesiu, Dari Hiburan hingga Senjata Perang

Ilustrasi bubuk mesiu (Sumber: bing.com)

Pada masa Dinasti Tang, sekitar abad ke-9 Masehi, para alkemis istana melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan ramuan keabadian. Namun, alih-alih eliksir kehidupan, mereka justru menciptakan bubuk mesiu, campuran garam sendawa dan serbuk hitam yang mudah meledak.

Awalnya, bubuk mesiu hanya digunakan sebagai hiburan dalam bentuk kembang api untuk memeriahkan upacara dan perayaan kerajaan. Namun, potensinya segera dilirik oleh kalangan militer.

Baca juga: Guqin, Instrumen Klasik China yang Menggambarkan Keanggunan Abadi Tiongkok Kuno

Dalam perkembangan selanjutnya, bubuk mesiu diolah menjadi berbagai senjata, mulai dari panah api, bom, hingga meriam primitif. Inovasi ini mengubah strategi peperangan dan menjadi simbol ambisi teknologi militer China pada masanya.

Penemuan-penemuan tersebut membuktikan bahwa kejayaan teknologi China tidak hanya milik era modern, melainkan telah berakar kuat sejak ribuan tahun lalu dan memberi dampak besar bagi peradaban dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wzu.edu.cn

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU