INDOZONE.ID - Bayangkan sebuah universitas besar yang sudah ada sejak 1.000 tahun yang lalu, jauh lebih tua dari beberapa universitas terkenal di dunia seperti Oxford dan Cambridge.
Kita sedang membicarakan Universitas Nalanda, lembaga pendidikan yang pernah berdiri di India Kuno.
Institusi itu punya peran penting dan berpengaruh pada masanya. Mahasiswanya bukan hanya dari dalam negeri saja, tapi juga ada yang berasal dari luar negeri.
Bagaimana bisa sebuah lembaga pendidikan punya dampak begitu besar bagi dunia di masanya?
Universitas Nalanda
Berdasarkan dari artikel "History of Contributions of Nalanda University" dalam jurnal Global Journal For Research Analysis, Universitas Nalanda merupakan salah satu dari tiga instansi Universitas di India Kuno.
Sejumlah sumber sejarah, salah satunya dari Tiongkok, menyebutkan bahwa Universitas Nalanda didirikan oleh Kaisar Kumaragupta dari Dinasti Gupta pada tahun 450 Masehi.
Universitas Nalanda berada di dekat Desa Patna. Desa ini berjarak 88 kilometer dari Bihar dan 11 kilometer dari Rajgir.
Nama Nalanda punya makna dalam. Kata Nalanda berasal dari bahasa Sanskerta, yakni dari kata "Na Lan Da" yang berarti "tidak ada batasan dalam pemberian pengetahuan." Nalanda berarti memberikan pengetahuan tanpa batasan.
Kawasan Universitas Nalanda sangat luas, dengan luas basis kompleks 10 kilometer panjangnya dan 5 kilometer lebarnya.
Universitas ini memiliki 108 asrama dan candi. Di bagian sebelah Timur ada bagian khusus tempat tinggal serta belajar bagi para mahasiswa.
Sementara di bagian Barat merupakan tempat untuk beribadah dan inspeksi.
Universitas mendapatkan dukungan penuh dari para pejabat utara Kekaisaran Kumaragupta.
Seluruh dinasti yang berkuasa setelah jatuhnya Dinasti Gupta juga ikut berkontribusi untuk memajukan Universitas Nalanda.
Universitas Nalanda juga mendapatkan bantuan dari berbagai kerajaan yang ada di India, seperti Harshavardhana dan Palas serta kerajaan lokal lainnya.
Kiprah Universitas Nalanda tercatat dalam biografi seorang pelancong Tiongkok bernama Hiuen tsang.
Ia tinggal di India selama 15 tahun, dan menghabiskan waktunya di sana sebagai murid lalu menjadi sebagai guru.
Ia menjelaskan bahwa Universitas Nalanda dikelola dengan sangat baik. Seluruh manajemen universitas dibawah pimpinan Wakil Rektor Ketua Acharya yang juga seorang biarawan Buddha.
Acharya sering mengajarkan kitab suci melalui kuliah lisan dan juga melalui buku.
Masa puncak universitas ini ketika mempunyai 10 ribu mahasiswa dan 2 ribu guru. Di sana mahasiswa mempelajari soal perobatan, Ayurvedic, dan lain-lain.
Universitas ini juga mengajarkan soal Veda, Vedanta, dan juga numerik, serta juga gramatika, filosofi, astrologi yang berada di kurikulum yoga dan serta juga mempelajari berbagai ilmu kedokteran.
Untuk berkuliah di universitas, mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya. Para murid-murid berasal dari berbagai negara seperti Indonesia, Iran, Mongolia, Yunani, China, Korea, Jepang, Tibet, dan Persia.
Masuk Universitas Nalanda bukan perkara mudah, setiap calon mahasiswa harus mengikuti ujian masuk.
Hanya calon-calon murid yang berbakat saja yang diterima. Setiap murid-murid yang datang juga harus belajar bahasa Sanskerta terlebih dahulu.
Agar kegiatan belajar-mengajar lebih lancar dan tertib, Universitas Nalanda punya aturan ketat.
Uniknya, di sini setiap keputusan diambil berdasarkan "sistem demokrasi" lewat persetujuan semua orang yang di Universitas.
Universitas Nalanda juga memiliki perpustakaan yang disebut Chakla of Religion.
Perpustakaan tersebut sangat besar. Bangunannya terdiri dari sembilan lantai dan menampung 352 manuskrip serta ribuan buku yang berisi berbagai informasi paling penting di dunia.
Bagaimana Universitas Nalanda Hancur?
Serangan pasukan Muslim yang dipimpin oleh Bakhtiyar Khalji pada akhir abad ke-12 menjadi awal kehancuran Universitas Nalanda.
Ia membakar perpustakaan raksasa Nalanda. Berbagai sumber menyebutkan bahwa penyerangan itu dipicu oleh kesombongan serta rasa iri terhadap kemajuan ilmu pengetahuan yang ada di Universitas Nalanda.
Tetapi sebenarnya Universitas Nalanda sudah mengalami dua kehancuran sebelumnya.
Hanya saja, serangan Khalji berdampak paling fatal dan menyebabkan Universitas ini lenyap dan tidak dapat dipulihkan sepenuhnya.
Pengaruh Universitas Nalanda di Nusantara
Universitas kuno ini juga memiliki relasi dengan salah satu kerajaan Buddha paling terkenal di Nusantara, yaitu Kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Nalanda menjadi bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya mengadakan kerja sama dengan India.
Salah seorang pelajar dari Kerajaan Sriwijaya pernah menempuh Pendidikan di Nalanda, ia bernama Dharmapala.
Dharmapala sendiri merupakan salah satu mahaguru yang ditunjuk oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga sebagai guru besar pusat pengajaran Agama Buddha Kerajaan Sriwijaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber