Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 12:05 WIB

Kisah Monster Laut Perairan Edo di Masa Politik Isolasi Keshogunan Tokugawa

Author

Monster Hitam di Perairan Edo (meijiat150dtr.arts.ubc.ca).

INDOZONE.ID - Suatu ketika, pada 8 Juli 1953, penduduk Jepang panik melihat kedatangan empat kapal perang Amerika Serikat berwarna gelap di perairan Edo. 

Kebingungan dan ketakutan menyeruak. Di benak penduduk Jepang, kapal itu seperti sesuatu yang asing dan mengancam. 

Kapal-kapal berasap yang dipimpin Komodor Matthew Perry tersebut dibayangkan seperti makhluk raksasa menakutkan dan asing yang mengambang di laut. 

Istilah "Kapal Hitam" (Kurofune) muncul sejak saat itu, dan reputasinya sebagai "monster laut" mulai terbentuk. 

Baca juga: India Bukan Sekadar Taj Mahal: Ini Tiga Fondasi Utamanya

Politik Isolasi

Kekagetan penduduk Jepang tidak lepas dari politik isolasi yang diterapkan pada masa Edo, di bawah pemerintahan Keshogunan Tokugawa. 

Jepang melarang hampir semua hubungan luar negeri untuk menjaga stabilitas dan mencegah pengaruh asing. 

Pelabuhan khusus di Nagasaki hanya digunakan untuk perdagangan kecil oleh pedagang Belanda dan Cina. 

Selain itu, warga Jepang dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri, dan kapal dari negara lain umumnya dilarang memasuki pelabuhan Jepang. 

Jepang tidak memiliki banyak kontak dengan dunia luar selama hampir dua abad (sekitar 1630-an hingga 1853). 

Baca juga: Meiji Revolution: Perjalanan Jepang Menjadi Raksasa Asia

Mereka tidak tahu banyak tentang teknologi internasional seperti kapal uap, mesin industri, atau senjata modern. 
 
Bisa dibilang, kedatangan empat kapal Amerika merupakan kali pertama penduduk Jepang melihat kapal uap. 

Hal ini sekaligus menunjukkan jarak pengalaman yang besar antara dunia Barat yang maju dan Jepang yang terisolasi. 

Selama bertahun-tahun kemudian, Kapal Hitam telah menjadi simbol yang terus dibahas karena ketakutan, rumor, dan mitos.

Pandangan awal tentang kapal asing sebagai "monster laut" diperkuat oleh legenda dan folklor yang sudah lama melekat dalam budaya Jepang. 

Kesan menakutkan dari Kapal Hitam (Kurofune) inilah yang kemudian berpadu dengan imajinasi masyarakat Jepang pada masa Edo.

Baca juga: The Long March, Perjalanan Epik yang Mengubah Sejarah dan Bangkitnya Mao Zedong

Mitos dan Ketakutan yang Berkembang

Tradisi folklor laut Jepang yang kuat selalu mengaitkan makhluk laut raksasa dan misterius dengan kekuatan supranatural. 

Umibōzu, misalnya, adalah roh laut raksasa yang muncul saat badai dan mengacaukan kapal; dan Funayūrei sebagai arwah para pelaut yang tenggelam dan dianggap dapat menenggelamkan kapal lain. 

Cerita folklor ini digunakan oleh masyarakat Jepang pada masa Edo untuk menjelaskan fenomena yang muncul saat kedatangan kapal hitam Perry. 

Asap hitam yang keluar dari kapal digambarkan sebagai aura hitam Umibōzu, bentuk kapal yang besar dan panjang digambarkan sebagai ular laut raksasa. 

Suara mesin digambarkan sebagai teriakan makhluk, dan kapal yang bergerak melawan angin dianggap memiliki "nyawa" atau kekuatan supranatural. 

Pandangan ini menegaskan bahwa kapal adalah sesuatu yang tidak biasa dan menakutkan.

Baca juga: Makna Sunyi Puasa Mutih: Ketika Manusia dan Alam Saling Menyapa dalam Diam

Dampak terhadap Jepang

Kedatangan kapal hitam pada tahun 1853 memiliki dampak besar bagi Jepang dan mengubah sejarah dan politik negara itu secara signifikan. 

Pertama, Perjanjian Kanagawa (1854) mengakhiri kebijakan sakoku dengan memaksa Jepang membuka pelabuhannya untuk pelaut asing, pengisian batu bara, dan penempatan konsul Amerika Serikat. 

Banyak samurai percaya bahwa shogun tidak melindungi Jepang dari ancaman luar, dan kedatangan ini melemahkan kekuasaan Tokugawa Shogunate. 

Ini menyebabkan Restorasi Meiji pada 1868, yang memulai transformasi Jepang menjadi negara modern dengan revolusi industri dan pembentukan angkatan laut modern. 

Nah jadi kesimpulannya adalah karena asap hitam tebal; bentuk aneh kapal yang menyerupai makhluk asing; dan teknologi baru yang telah membuat masyarakat yang terisolasi ketakutan selama dua abad, kapal hitam dianggap sebagai "monster laut". 

Dalam cerita rakyat Jepang, orang sering menyebut benda- benda luar angkasa sebagai yokai, yang menegaskan bahwa kapal adalah ancaman militer dan merupakan fenomena budaya supranatural yang mengguncang masyarakat Jepang kuno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU