INDOZONE.ID - Olimpiade dikenal sebagai kompetisi olahraga paling bergengsi di dunia. Kompetisi ini diisi dengan atlet-atle terbaik dari berbagai cabang olahraga dari berbagai negara.
Namun, jauh sebelum menjadi ajang megah seperti saat ini. Apakah kamu tau bahwa Olimpiade berakar dari tradisi kuno di Yunani?
Awal Mula Olimpiade Kuno
Olimpiade pertama tercatat berlangsung pada tahun 776 SM tepatnya di Olympia, Yunani. Kompetisi ini terus diselenggarakan setiap empat tahun hingga berakhir pada 393 M.
Pada masa itu, pertandingan dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Zeus, raja para dewa dalam mitologi Yunani.
Menariknya, pada Olimpiade pertama hanya ada satu cabang kompetisi, yaitu lomba lari yang dilaksanakan dalam satu hari.
Seiring berjalan waktu, cabang olahraga bertambah banyak, dan durasi Olimpiade meluas hingga lima hari.
Pada masa itu peserta dari Olimpiade hanya diikuti oleh laki-laki dari berbagai wilayah Yunani kuno. Mereka bertanding bukan demi medali seperti sekarang, tetapi untuk kehormatan dan kebanggaan kota asal.
Cabang Olahraga dalam Olimpiade Kuno
Berikut beberapa cabang olahraga yang populer pada zaman Yunani kuno:
Lempar Cakram
Pada masa Yunani kuno olahraga Cakram in sama seperti pada umumnya. Atlet akan melempar cakram sejauh mungkin. Cakram tersebut awalnya terbuat dari batu, kemudian berkembang menjadi besi, timah, atau perunggu.
Lompat Jauh
Pada cabang lompat jauh, untuk menambah jarak lompatan, para atlet memegang beban di tangan mereka. Beban tersebut diayunkan ke atas kepala saat lepas landas dan dilepaskan ke belakang sebelum mendarat.
Baca juga: Kisah Mistis Teluh Sahabat: Misteri Kiriman Mematikan yang Berakhir dengan Terkuaknya Kebenaran
Lempar Lembing
Lembing merupakan tongkat kayu dengan salah satu ujungnya diruncingkan. Atlet memegang tali berbahan dari kulit yang melingkari batang lembing sehingga membantu melemparnya lebih jauh.
Olahraga Berkuda
Cabang olahraga ini terdiri dari balap kereta kuda yang terdiri dua dan empat ekor. Menariknya, yang menjadi pemenang dalam cabang olahraga ini adalah pemilik kereta atau kuda, bukan joki atau pengendaranya.
Lomba Lari
Pada masa Yunani kuno, terdapat empat jenis perlombaan lari dengan jumlah putaran berbeda. Pada lomba ini, atlet mengenakan baju zirah dan membawa perisai.
Baca juga: 5 Zodiak Cowok yang Terkenal Galak dan Sulit Didekati, Salah Satunya Kamu?
Tinju
Pada cabang perlombaan ini, tangan atlet dililit dengan kulit, yang kemudian berkembang menggunakan logam pada sendi-sendi jari. Petarung menang jika lawan pingsan atau menyerah.
Gulat
Sama seperti olahraga Gulat pada umumnya. Para atlet dalam posisi berdiri tanpa memakaisarung tangan. Atlet dinyatakan menang jika berhasil menjatuhkan lawannya sebanyak tiga kali.
Pankration
Olahraga Prankration meruakan gabungan antara tinju dan gulat yang sangat brutal. Satu-satunya peraturan dalam olahraga ini adalah dilarang menggigit dan dilarang mencolok mata atau hidung lawan.
Baca juga: Weton, Kalender Jawa Yang Berasal Dari Tradisi Hindu Buddha
Warisan Olimpiade Kuno
Walaupun berakhir pada 393 M, tradisi Olimpiade kemudian dihidupkan kembali pada akhir abad ke-19, dan akhirnya berkembang menjadi Olimpiade modern yang kita kenal sekarang. Olimpiade yang diisi dengan puluhan cabang olahraga dan partisipasi atlet profesional dari seluruh dunia.
Dari sebuah bentuk penghormatan kepada Zeus, Olimpiade kini telah menjadi simbol persatuan, suportivitas, dan prestasi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica.com, Britannica.com