Minggu, 31 AGUSTUS 2025 • 14:30 WIB

Sejarah Kelam Aksi Demo: Dari Mahasiswa hingga Driver Ojol Jadi Korban

Author

4 Mahasiswa Korban Demo 1998 (Sumber : Pinterest)

INDOZONE.ID - Masih segar dalam ingatan kita tentang kematian salah satu driver ojol pada 25 Agustus lalu, yang dengan sengaja dilindas oleh aparat keamanan saat sedang menjalankan tugasnya.

Hal ini semakin menambah daftar panjang dan kelam peristiwa demi peristiwa yang terjadi saat demonstrasi. Kejadian serupa bukan hanya menimpa mahasiswa, seperti peristiwa 24 April 1996 yang dikenal dengan sebutan Amarah (April Makassar Berdarah), serta Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998.

Dua peristiwa tersebut semakin menegaskan bahwa Indonesia belum sepenuhnya siap dan dewasa dalam menjalankan negara dengan sistem demokrasi. Padahal, dalam sistem demokrasi, kekuatan sepenuhnya berada di tangan rakyat untuk menyampaikan kebebasan beraspirasi dan memberikan kritik terhadap pemerintahan.

Tragedi 1996, 1998, dan yang baru saja terjadi, seolah menambah daftar korban demonstrasi akibat tindakan represif aparat keamanan, yang seharusnya justru memberikan ruang aman dan menjaga ketertiban saat aksi berlangsung.

Baca juga: Tak Lupakan Korban Tragedi Trisakti, Adian Napitupulu Salut ke Erick Thohir

Berikut rangkuman daftar nama korban aparat keamanan pada saat demonstrasi dari masa ke masa:

1. Amarah (April Makassar Berdarah)

Pada peristiwa ini, diketahui ada tiga mahasiswa yang meninggal dunia akibat tindakan represif aparat keamanan terhadap mahasiswa UMI, yaitu M. Tasrif, Saiful Byah, dan Andi Sultan Iskandar.

  • M. Tasrif ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka pada bagian wajah dan tubuh.
  • Saiful Byah meninggal setelah terjebak lumpur saat melompat ke sungai demi menghindari aparat.
  • Andi Sultan Iskandar ditemukan setelah mahasiswa dan masyarakat menyelam ke Sungai Pampang.

2. Tragedi Trisakti

Mahasiswa Trisakti Korban Demo 1998 (sumber: Pinterest)

Peristiwa pada 12 Mei 1998 menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti yang kala itu melakukan aksi menuntut Presiden Soeharto turun jabatan. Keempat korban adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan.

Mereka tewas tertembak peluru tajam di bagian vital seperti kepala, dada, dan tenggorokan. Peristiwa ini kemudian memicu kerusuhan besar-besaran pada 14 Mei 1998, yang berujung pada pengunduran diri Presiden Soeharto pada 21 Mei 1998.

3. Jakarta, 25 Agustus 2025

Affan Kurniawan Driver Ojek Online Korban Demo 2025. (Sumber : Google)

Peristiwa terbaru menimpa seorang pemuda bernama Affan Kurniawan, driver ojek online yang saat itu sedang mengantarkan pesanan. Ia meninggal dunia setelah tubuhnya dilindas kendaraan taktis baracuda milik Brimob saat kerusuhan.

Atas kejadian ini, berbagai kecaman muncul dan mendesak agar kasus tersebut diusut tuntas, termasuk siapa pelaku yang dengan sengaja melakukan tindakan tersebut.

Baca juga: Daniel Dyonisius dan Varnasvara Rilis Single Terbaru "Wanita", Angkat Kisah Tragedi 1998

Dari rentetan kejadian ini, perlu ditegaskan kembali peran penting aparat keamanan saat demonstrasi, yakni menjaga keamanan, mengawasi, mengendalikan massa, melindungi objek vital, menjaga masyarakat, menghentikan tindak kekerasan, serta mengatur arus lalu lintas. Dengan demikian, aspirasi rakyat dapat tersampaikan dalam kondisi yang kondusif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU