Sepak Terjang Polisi Istimewa Surabaya di Awal Kemerdekaan: Momentum Cikal Bakal Hari Juang Polri
INDOZONE.ID - Sejarah panjang Polri tidak bisa dilepaskan dari peristiwa pada Selasa, 21 Agustus 1945.
Pagi itu, sekitar pukul 07.00 WIB, halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya menjadi saksi lahirnya Proklamasi Polisi yang dibacakan oleh Inspektoer Polisi Kelas I Moehammad Jasin.
Ikrar tersebut menegaskan bahwa kepolisian bersatu dengan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam teks proklamasi tertulis jelas: “Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia.”
Baca juga: Kiprah Hisbul Wathan, Kepanduan Muhammadiyah dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia
Isi proklamasi itu menjadi simbol kesetiaan Polisi Istimewa kepada negara yang baru saja memproklamasikan kemerdekaannya.
Pascapembacaan itu, para anggota melakukan pawai siaga. Mereka ingin menunjukkan kekuatan, kesiapan, serta semangat untuk menghadapi tentara Jepang.
Pamflet berisi proklamasi juga ditempelkan sebagai bentuk penyebaran semangat perjuangan. Tak berhenti di situ, Polisi Istimewa melucuti senjata Jepang.
Senjata yang didapat segera diserahkan kepada para pejuang rakyat untuk memperkuat barisan pertahanan Indonesia.
Baca juga: Bao Si, Ratu Dari Dinasti Zhou: Kisah Cinta, Kecantikan Dan Kehancuran
Dampak proklamasi ini menyebar luas ke berbagai wilayah lain di Nusantara, mulai dari Aceh hingga Jawa Barat.
Semangat perlawanan semakin berkobar di banyak daerah, menjadi bukti nyata bahwa ikrar polisi membawa pengaruh besar bagi perjuangan nasional.
Semangat tersebut juga tercermin dalam keterlibatan Polri di berbagai peristiwa penting. Beberapa di antaranya sepertiHari Pahlawan 10 November 1945 di Surabaya, Pertempuran Lima Hari di Semarang, Bandung Lautan Api pada Maret 1946, hingga Hari Penegakan Kedaulatan Nasional 1 Maret 1949.
Semua peristiwa ini memperlihatkan bahwa polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga ikut berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa.
Baca juga: Mardiyem: Suara Lantang Penyintas Jugun Ianfu Menagih Keadilan
Hari Juang Polri kini ditetapkan melalui Keputusan Kapolri Nomor: Kep/95/I/2024. Dengan penetapan ini, bangsa Indonesia diingatkan kembali akan kontribusi besar polisi dalam sejarah perjuangan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Polri.go.id