Jumat, 11 JULI 2025 • 15:05 WIB

Tamon Yamaguchi, Laksamana Berbakat Jepang yang Memilih Tenggelam Bersama Kapalnya

Author

Tamon Yamaguchi 

INDOZONE.ID - Ketika berbicara pahlawan Jepang di Perang Pasifik, kebanyakan orang akan menyebut nama Laksamana Isoroku Yamamoto. 

Padahal ada nama lain yang punya peran heroik dalam perang tersebut. Ia ialah Laksamana Muda Tamon Yamaguchi. Yamaguchi bahkan sempat digadang-gadang akan menjadi penerus Yamamoto. Namun, takdir berkata lain. 

Baca juga: Suaranya Membakar, Semangatnya Tak Padam: Warisan Perjuangan Rasuna Said

Terlahir dari Keluarga Samurai

Tammon Yamaguchi dilahirkan di Tokyo pada tanggal 17 Agustus tahun 1892 di lingkungan keluarga samurai. 

Pada tahun 1912 ia lulus dari akademi Angkatan Laut Kekaisaran sebagai salah satu siswa berbakat di angkatannya. 

Tammon Yamaguchi memulai karirnya di Kapal Penjelajah Chikuma.

Pada tahun 1918, Yamaguchi ditugaskan di satuan tugas Angkatan Laut Kekaisaran Jepang yang dikirimkan ke laut Mediterania untuk membantu Inggris melawan Ottoman dan Austia-Hongaria. 

Kemudian pada Maret 1921, dia melanjutkan studi di Amerika Serikat tepatnya di Universitas Princenton.

Tammon Yamaguchi juga pernah mejabat sebagai Atase Angkatan Laut Jepang di Amerika Serikat. 

Sama seperti Yamamoto, selama studi di Amerika dia menyadari bahwa kekuatan utama Amerika Serikat adalah kemampuan produksinya yang jauh melebihi kemampuan produksi Jepang.

Baca juga: Kisah Walter Frederick Morrison Jadi Bapak Frisbee Dunia: Bermula dari Permainan Iseng di Pantai

Merintis Karier Sebagai Laksamana Pertama

Setahun setelah meletusnya Perang Tiongkok-Jepang, Tamon Yamaguchi dipromosikan menjadi laksamana muda dan ditugaskan sebagai komandan divisi kapal induk ke-2. 

Dari situlah dia mulai berpartisipasi dalam Perang pasifik. Sebagai komandan divisi kapal induk, Tamon Yamaguchi turut berpartisipasi di berbagai pertempuran. 

Misalnya dalam pertempuran Pearl Harbor, Pertempuran di pulau Wake, Pengeboman Australia. Melalui pertempuran-pertempuran tersebut, potensi Tamon Yamaguchi sebagai komandan divisi kapal induk mulai terlihat.

Baca juga: Perubahan Nama Indische Vereniging Menjadi Perhimpunan Indonesia: Semangat Pergerakan Nasionalisme Indonesia

Midway, Pertempuran Terakhir Tamon Yamaguchi

Tamon Yamaguchi dan para laksamana Jepang memperkirakan bahwa kekuatan angkatan laut Amerika menurun drastis setelah pengeboman Pearl Harbor dan Pertempuran Laut Karang. 

Akan tetapi, prediksi tersebut salah dan malah menyebabkan Jepang lengah di pertempuran Midway.

Armada kapal induk Jepang yang lengah dengan cepat dihabisi oleh pesawat-pesawat pengebom tukik milik Amerika. 

Tiga kapal induk Jepang yaitu Akagi, Kaga, dan Soryu dengan cepat dilahap api, sehingga menyisakan Hiryu.

Tanpa menyia-nyiakan waktu Laksamana Tamon Yamaguchi langsung memerintahkan pesawat-pesawatnya untuk menyerang Yorktown yang berhasil ditemukan oleh pesawat penyerang Jepang. 

Baca juga: Dua Wajah Bandit Pulau Jawa di Masa Revolusi: Kiprah Penjahat dalam Perjuangan Indonesia Merdeka

Serangan tersebut sukses mengeluarkan Yorktown dari medan pertempuran, namun sebagai bayarannya keberadaan Hiryu diketahui oleh pesawat musuh.

Pada pukul 17.00 pesawat Amerika berhasil mendaratkan pukulan pada Hiryu dan menimbulkan kobaran api yang tidak bisa dipadamkan. 

Laksamana Tamon Yamaguchi kemudian memberikan perintah untuk meninggalkan kapal. Sementara itu Yamaguchi tenggelam bersama Hiryu, keputusan dirinya itu berdasarkan prinsip bushido yang dia pegang teguh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hearmyselftalkhistory.com, Ww2db.com, Combinedfleet.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU