Mantan Napi Ini Ubah Asrama Kampus Jadi Sarang Teror Psikologis Selama 8 Tahun, Mahasiswa Dikendalikan hingga Diperas!
INDOZONE.ID - Seorang pria paruh baya bernama Larry Ray yang merupakan mantan narapidana berusia 50 tahun, berhasil membentuk sebuah sekte terlarang yang mengerikan di kalangan mahasiswa kampus elite Sarah Lawrence College, New York.
Ray membangun citra sebagai mentor dan figur bijak untuk memanipulasi, mengendalikan, hingga mengeksploitasi sejumlah mahasiswa selama bertahun-tahun.
Awal Kisah Larry Ray
Kasusnya bermula pada 2010 ketika Larry baru keluar dari penjara karena kasus penipuan. Ia kemudian pindah tinggal bersama putrinya, Talia, yang waktu itu masih kuliah semester dua dan tinggal di asrama kampus bersama teman-temannya.
Baca juga: Kisah Tragis Sharon Tate: Aktris Berbakat yang Tewas di Tangan Sekte Sesat
Larry sering muncul di asrama itu, dia nongkrong di ruang bersama hingga tidur di sofa. Awalnya teman-teman Talia merasa aneh dan tidak nyaman dengan kehadiran Larry. Tapi lama-lama mereka kayak mikir, "ahh yaudahlah" mungkin Larry hanya tinggal sementara.
Tapi Larry malah betah tinggal di sana. Dia makin akrab sama penghuni asrama, dan lama-lama para mahasiswa mulai percaya kepadanya. Mereka melihat Larry sebagai sosok orang tua yang bijak.
Kepada para mahasiswa, Larry ngaku sebagai life coach yang bisa ngebantu soal patah hati, depresi, dan hal-hal emosional lainnya.
Larry juga mengarang cerita tentang dirinya yang pernah jadi tentara marinir, mata-mata internasional, bahkan menjalankan misi rahasia CIA. Padahal semua itu bohong.
Tapi anak-anak kampus itu percaya aja sama Larry. Mereka anggap Larry keren. Mereka tahu dia baru keluar dari penjara, tapi Larry bilang alasannya dia dipenjara karena "kelompok elit dan pemerintah ingin membungkamnya."
Larry kayaknya emang punya karisma yang kuat sehingga para mahasiswi percaya kepadanya. Hanya dalam beberapa bulan, mereka jadi benar-benar tunduk sama Larry.
Mereka mau melakukan apa saja yang dia minta. Dan akhirnya, Larry berhasil membentuk sekte kecil dari kelompok mahasiswi ini.
Larry Berhasil Membentuk Sektenya
Jumlah anggota sekte ini memang hanya segelintir yakni sekitar 4-5 orang. Sementara mahasiswi lain justru merasa Larry sangat menyeramkan. Beberapa bahkan mengirim email ke pihak kampus buat ngasih tahu kalau Larry tinggal di asrama. Tapi sayangnya pihak kampus nggak ngelakuin apa-apa.
Aksi Larry berjalan mulus selama satu semester. Lalu di tahun 2011, Larry dan tujuh mahasiswi lainnya pindah ke apartemen satu kamar di Manhattan, sekitar 30 menit dari kampus.
Bayangin, delapan orang tinggal di satu kamar. Dua mahasiswi tidur di ranjang bersama Larry dan sisanya tidur di ruang tamu.
Di sinilah kegiatan sekte mereka mulai benar-benar terbentuk. Larry mulai mengadakan sesi terapi intensif dan merekam semuanya.
Dia juga mulai mengendalikan mereka secara psikologis seperti memaksa mereka begadang, memberi obat seperti Adderall biar mereka makin paranoid.
Kalau ada yang melawan, Larry mengancam akan menyebarkan rekaman terapi mereka. Akhirnya, mereka gak bisa ngelawan dan cuma bisa nurut sama Larry.
Karena udah memegang kendali, Larry mulai menyuruh mahasiswi-mahasiswi itu berhubungan intim dengannya. Bahkan dia menyuruh mereka tidur satu sama lain dan merekam semuanya. Kalau ada yang coba membangkang, dia ancam akan menyebarkan video itu ke orang tua mereka.
Situasi ini berlangsung sepanjang musim panas. Saat musim gugur tiba dan kuliah dimulai, cuma Talia, anak Larry yang kembali ke asrama. Sisanya tetap tinggal di apartemen satu kamar bareng Larry.
Dan dari sinilah kekacauan makin parah. Larry mulai menggunakan kekerasan fisik. Dia memanipulasi mereka untuk membuat "pengakuan dosa" palsu di depan kamera, mengaku merusak barang milik Larry atau melakukan kejahatan yang nggak pernah mereka lakukan.
Larry Memeras Para Mahasiswa
Larry lalu gunakan video-video ini untuk memeras mereka. Dia menuntut uang sebagai “ganti rugi” atas kesalahan yang mereka "lakukan". Kalau tidak dibayar, dia bilang akan menyerahkan video itu ke polisi.
Anehnya, mahasiswa-mahasiswa itu percaya dan mulai mengirim uang. Beberapa sampai menarik puluhan ribu dolar dari tabungan orang tua mereka. Bahkan ada satu mahasiswi yang membujuk orang tuanya menjual rumah demi melunasi "utang" ke Larry.
Kalau ada yang terlalu banyak protes, Larry langsung kasar. Pernah sekali dia menutup kepala seorang gadis dengan kantong plastik sampai nyaris membuatnya mati lemas. Di lain waktu, dia menjepit lidah seorang mahasiswa pakai tang.
Larry terus-terusan memeras uang dari para anggota sektenya atas kejahatan yang sebenarnya nggak pernah terjadi. Dalam waktu singkat, Larry mengumpulkan lebih dari 1 juta dolar dari mereka. Gila, kan?
Tahun 2013, mereka akhirnya diusir dari apartemen Manhattan. Lalu Larry dan sebagian pengikutnya pindah ke rumah kerabat di North Carolina. Di sana, Larry makin menjadi-jadi, ia memaksa mereka kerja kasar, menggali tanah, berkebun dan sebagainya.
Tahun 2014, mereka pindah lagi ke Manhattan. Di sana, salah satu gadis nggak sanggup bayar “utang” ke Larry. Jadi dia dipaksa kerja di klub seks dan akhirnya jadi kupu-kupu malam.
Semua uang hasil kerjanya diserahkan ke Larry. Selama empat tahun, Larry mengumpulkan 2,5 juta dolar hanya dari satu mahasiswi ini.
Tapi parahnya belum selesai. Tekanan mental dalam sekte kecil ini luar biasa besar. Dari tujuh pengikut, lima orang mencoba bunuh diri. Satu di antaranya akhirnya benar-benar meninggal.
Bayangin, cuma tujuh orang tapi lima di antaranya sudah sampai titik ingin mengakhiri hidup. Tapi entah kenapa, mereka tetap bertahan dalam situasi itu.
Akhir Kisah Larry
Hingga akhirnya, tahun 2018, semuanya sudah begitu parah sampai para mahasiswa ini sadar. Kalau mereka nggak kabur sekarang, mereka mungkin akan mati.
Satu per satu mulai berani keluar. Si gadis yang dipaksa jadi pekerja seks akhirnya dibantu oleh salah satu kliennya. Dia dikasih uang dan bantuan untuk kabur ke Philadelphia. Di sana, dia akhirnya melapor ke polisi dan membongkar semua kebusukan Larry.
Beberapa bulan kemudian, tahun 2020, polisi menangkap Larry di apartemennya.
Dia didakwa atas kasus perdagangan manusia, pemerasan, dan kejahatan terorganisir. Video yang direkamnya selama ini jadi bukti kuat di persidangan. Akhirnya Larry dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 60 tahun penjara.
Baca juga: Kisah Horor Tumbal Sekte Sesat: Ritual Gila Demi Kesaktian, Berujung Tragis!
Kisah Larry Ray yang jadi pemimpin seks di Amerika Serikat ini dibuat film dokumenter berjudul Stolen Youth: Inside the Cult at Sarah Lawrence, Film ini akan dirilis 9 Februari 2023 di layanan streaming Hulu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, TikTok/@realraywilliam