Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 11 MEI 2025 • 19:04 WIB

Ketika Kentang Membawa Maut: Mengenang Kelaparan Besar Irlandia 1845-1852

INDOZONE.ID - Great irish potato famine terjadi karena ada jamur phytophthora infestans yang menyerang tanaman kentang dan menyebabkan kentang lebih cepat membusuk. Jamur tersebut pertama kali menyerang di Amerika Serikat bagian timur saat musim panas pada tahun 1843. Spora jamur dikirim ke Belgia menggunakan kargo yang juga berisi kentang yang terlihat sehat, lalu pada musim panas tahun 1845, spora tersebut kembali hidup dan berkembang biak menghancurkan tanaman kentang di Flanders, Normandy, Belanda, Inggris bagian Selatan, Kebun Raya Dublin, lalu terjadi gagal panen total di County Fermanagh. Penduduk Irlandia bagian barat dibuat semakin panik karena penyakit busuk daun yang menghancurkan kentang. Kelaparan Besar atau Kelaparan Kentang Irlandia berlangsung dari tahun 1845 hingga 1852.

Ketika Kentang Membawa Maut: Mengenang Kelaparan Besar Irlandia 1845-1852Ilustrasi Great irish potato famine/freepik

Ketika terjadi kegagalan panen, sebagian besar buruh tani tidak dapat menghasilkan sesuatu untuk mereka konsumsi. Karena para buruh tani tidak dibayar menggunakan uang, sehingga membuat mereka tidak mampu untuk membeli bahan makanan lain yang seperti daging, susu, dan jagung. Masih di tahun yang sama, penyakit busuk daun sudah menyebar ke berbagai tempat dan pada awal tahun 1846, dilaporkan bahwa penyakit tersebut telah menyerang seluruh tanaman kentang di Irlandia. Penyakit ini menjadi bencana bagi penduduk Irlandia, karena bahan makanan mereka bergantung pada kentang. Pada tahun-tahun berikutnya penyakit ini muncul kembali dan membawa kematian bagi mereka yang sudah hidup pas-pasan, namun bagi mereka yang memiliki pemasukan lebih memilih untuk beremigrasi demi menghindari penyakit, kematian, dan kemiskinan akibat peristiwa tersebut. Selama periode kelaparan yang terjadi, sebenarnya Irlandia masih melakukan ekspor makanan dan hasil dari tanaman biji-bijian dalam jumlah besar ke Inggris. Namun, tanaman itu adalah uang bukan tanaman pangan. 75% tanah di Irlandia telah digunakan untuk menanam oat, gandum, barley, dan tanaman lain yang ditujukan untuk ekspor sementara rakyatnya harus merasa kelaparan. Wilayah Irlandia yang paling parah terdampak kelaparan adalah Ballina, Ballyshannon, Bantry, Dingle, Killala, Kilrush, Limerick, Sligo, Tralee, dan Westport. Angka ekspor yang paling tinggi justru adalah mentega yang dikirim dalam firkin (tong kayu kecil) berisi 9 galon.

Baca Juga: Bukan Kulit Putih, Penduduk Asli Irlandia Sebenernya Kulit Hitam Tapi Bermata Biru!

Upaya yang Dilakukan dari Berbagai Pihak

Kelaparan besar yang melanda Irlandia menjadi salah satu bencana nasional pertama yang mendorong terjadinya penggalangan dana sampai internasional. Sumbangan dana datang dari sumber yang tak terduga. Pengumpulan dana pertama dilakukan setelah munculnya penyakit yang menyerang tanaman kentang pada 1845 di Irlandia dan Boston. Namun, setelahnya, penggalangan dana dilakukan tahun berikutnya yaitu 1846, dimana penyakit tersebut semakin merajalela.

The Society of Friends (Quaker), ikut terlibat pertama kali dalam peristiwa ini pada bulan November 1846. Mereka mengumpulkan makanan, tepung, beras, biskuit, pakaian, dan perlengkapan tidur. Mereka juga membangun dapur umum, membeli benih, dan memberikan dana untuk pencari kerja lokal. Selama tahun 1856-1847, mereka telah memberikan bantuan sebesar £200.000 untuk Irlandia

British Relief Association, didirikan pada tahun 1847, menggalang dana di Inggris, Amerika, dan Australia dengan memperoleh dana sumbangan sekitar £400.000. Banyak kota besar di Amerika dan Inggris yang akhirnya membentuk komite untuk keperluan mengirim bantuan ke Irlandia. Bantuan juga datang dari gereja-gereja dan Sinagoge (jemaat umat Yahudi). Juga nama-nama besar dan terkenal yang turut berpartisipasi dalam memberi sumbangan bagi Irlandia.

Baca Juga: Pooka, Sosok Peri dalam Cerita Rakyat Irlandia

Populasi Irlandia Setelah Dilanda Kelaparan

Kelaparan besar menjadi puncak demografi dalam sejarah Irlandia, akibat peristiwa kelaparan tersebut, populasi Irlandia pada tahun 1851 turun menjadi 6,6 juta jiwa dari 8,4 juta jiwa pada tahun 1844. Jumlah petani mengalami penurunan drastis di wilayah barat dan barat daya, salah satunya karena penggusuran dari tanah milik pribadi. Lahan-lahan lebih banyak digunakan untuk menggembala domba dan sapi serta menyediakan makanan hewani guna keperluan ekspor ke Inggris. Jumlah penduduk Irlandia semakin menurun karena emigrasi dan tingkat kelahiran rendah.

Ketika Kentang Membawa Maut: Mengenang Kelaparan Besar Irlandia 1845-1852Ilustrasi Emigrasi Irlandia/Freepik

Ada sekitar dua juta orang yang beremigrasi atau juga bermigrasi dengan menggunakan kapal yang penuh sesak dan tidak sehat. Kapal tersebut disebut sebagai kapal peti mati karena kapal tersebut seperti peti mati bagi orang Irlandia yang ada di dalamnya. Kapal-kapal yang mereka naiki tidak memiliki persediaan makanan atau air yang memadai, banyak penyakit yang dibawa penumpang yang menyebabkan penumpang lain juga terjangkit penyakit tersebut dan mengakibatkan kematian. Mereka yang berhasil keluar dari Irlandia tidak langsung bisa merasakan kebebasan dan kesenangan, karena pada kenyataannya, mereka mendapatkan perlakuan yang buruk dan kurang mengenakkan dari orang lain, seperti dipandang rendah, miskin, dan penyakitan.



Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ketika Kentang Membawa Maut: Mengenang Kelaparan Besar Irlandia 1845-1852

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!