Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 20 NOVEMBER 2024 • 11:54 WIB

Kisah Oda Nobunaga, Si Bodoh dari Owari yang Jadi Pemersatu Jepang

Kisah Oda Nobunaga, Si Bodoh dari Owari yang Jadi Pemersatu JepangOda Nobunaga. (Worldhistory)

INDOZONE.ID - Oda Nobunaga lahir pada 23 Juni 1534 di Kastil Nagoya, Provinsi Owari (kini Prefektur Aichi), Jepang. Ia adalah putra kedua Oda Nobuhide yakni seorang daimyo kecil yang memimpin wilayah Owari.

Masa kecil Nobunaga diwarnai oleh sifatnya yang unik dan tidak terduga. Ia dikenal sering bertindak eksentrik, hingga mendapat julukan "Fool of Owari" (Si Bodoh dari Owari) oleh orang-orang di sekitarnya.

Namun, sifat ini kelak menjadi dasar dari pendekatannya yang inovatif dalam politik dan militer. Setelah kematian ayahnya pada tahun 1551, Nobunaga mewarisi kekuasaan klan Oda, meskipun sempat menghadapi konflik internal dengan anggota keluarganya yang lain.

Karier Nobunaga sebagai pemimpin dimulai dengan memperkokoh kekuasaan di Owari. Salah satu momen penting dalam hidupnya adalah kemenangannya pada Pertempuran Okehazama (1560).

Dalam pertempuran ini, ia dengan cerdik memimpin pasukan kecil untuk mengalahkan klan Imagawa yang memiliki kekuatan militer jauh lebih besar. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi Nobunaga di Jepang tengah tetapi juga membuka jalannya untuk memainkan peran lebih besar di panggung nasional.

Sebagai seorang daimyo, Nobunaga terkenal karena pendekatannya yang revolusioner. Ia adalah pionir dalam penggunaan senjata api, seperti yang terlihat dalam Pertempuran Nagashino (1575), di mana ia memanfaatkan formasi tembakan beruntun (volley fire) untuk mengalahkan pasukan berkuda Takeda yang terkenal tangguh.

Baca juga: Frog Sashimi, Kuliner Ekstrim Dari Jepang Yang Disajikan Setengah Hidup

Selain itu, Nobunaga juga memperkenalkan reformasi ekonomi, seperti penghapusan pajak jalan dan pengurangan hambatan perdagangan antarwilayah, yang meningkatkan kesejahteraan wilayah kekuasaannya.

Dalam upaya penyatuan Jepang, Nobunaga secara sistematis menghancurkan klan-klan besar yang menghalangi ambisinya, seperti klan Azai, Asakura, dan Takeda.

Ia juga menaklukkan ibu kota Kyoto, memberikan dirinya pengaruh politik yang signifikan. Namun, pemerintahannya juga ditandai oleh kebijakan keras terhadap kelompok agama yang ia anggap sebagai ancaman, termasuk Buddha. Ia membakar kuil-kuil yang menjadi basis perlawanan terhadapnya, seperti Enryakuji di Gunung Hiei.

Ambisi Nobunaga untuk menyatukan Jepang berakhir tragis pada tahun 1582 dalam Insiden Honno-ji. Saat itu, ia sedang berada di Kyoto dan diserang secara tiba-tiba oleh bawahannya, Akechi Mitsuhide.

Nobunaga memilih melakukan seppuku (bunuh diri ala samurai) daripada ditangkap. Meskipun hidupnya berakhir sebelum tujuan penyatuan Jepang tercapai, warisannya diteruskan oleh Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu, yang akhirnya menyempurnakan penyatuan tersebut.

Nobunaga dikenang sebagai tokoh yang membuka jalan bagi Jepang modern dengan gagasan inovatif dalam militer, politik, dan ekonomi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Worldhistory.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Oda Nobunaga, Si Bodoh dari Owari yang Jadi Pemersatu Jepang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!