Frederick Douglass, salah satu tokoh berpengaruh dalam gerakan abolisionisme
INDOZONE.ID - Perbudakan telah menjadi bagian dari sejarah umat manusia selama berabad-abad.
Salah satu contoh terbesar adalah perdagangan budak transatlantik, yang berlangsung dari abad ke-16 hingga abad ke-19.
Di Amerika Serikat, gerakan abolisionis menjadi kekuatan terorganisir yang memperjuangkan penghapusan perbudakan, dengan tujuan untuk mengakhiri praktik tersebut di seluruh dunia Barat.
Sejak awal abad ke-19, gerakan abolisionis semakin berkembang menjadi sebuah gerakan besar yang memperjuangkan pembebasan budak dan penghapusan perbudakan secara hukum.
Para abolisionis tidak hanya sekadar berusaha melakukan reformasi sosial, tetapi juga berperan sebagai pemikir kritis yang memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
Mereka membantu membentuk pemikiran modern tentang hak-hak dasar yang seharusnya dimiliki setiap manusia, tanpa memandang ras atau status sosial.
Berikut adalah beberapa tokoh penting yang memiliki pengaruh besar dalam gerakan abolisionis di Amerika.
Garrison adalah seorang jurnalis dan aktivis abolisionis kulit putih yang berperan besar dalam gerakan penghapusan perbudakan di Amerika.
Ia mendirikan koran The Liberator di Boston pada tahun 1831, yang menjadi suara utama gerakan anti-perbudakan hingga pengesahan Amandemen Ketiga Belas pada 1865, yang menghapuskan perbudakan di Amerika Serikat.
Garrison juga dikenal karena pendapatnya yang keras terhadap pemerintah AS, yang ia anggap terlibat dalam perbudakan, imperialisme, dan perang.
Baca Juga: Martin Luther King Jr, Tokoh Hak Asasi Yang Pernah Dipenjara 29 Kali
Frederick Douglass adalah salah satu tokoh paling terkenal dalam gerakan abolisionis dan hak-hak sipil untuk orang Afrika-Amerika.
Lahir sebagai budak di Maryland, Douglass melarikan diri pada usia 20-an dan kemudian menjadi orator ulung, penulis, dan pemimpin gerakan penghapusan perbudakan.
Bukunya yang berjudul "Narrative of the Life of Frederick Douglass, an American Slave" menjadi karya penting dalam mengungkapkan realitas hidup di bawah perbudakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Hammond, John Craig. (2007). Slavery, Freedom