Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 25 AGUSTUS 2024 • 11:36 WIB

Kisah Para Pengkhianat Abad Ke-20, Mereka yang Menusuk dari Belakang dan Nasibnya

Kisah Para Pengkhianat Abad Ke-20, Mereka yang Menusuk dari Belakang dan NasibnyaPara pengkhianat yang pernah dalam sejarah dunia. (Istimewa)

INDOZONE.ID - Selama abad ke-20, banyak tokoh-tokoh pemimpin, maupun politikus di dunia yang memimpin bangsa nya. Namun, ketika sebuah bangsa mengalami keadaan sulit, dengan berbagai alasan seperti peperangan maupun revolusi, terkadang tokoh-tokoh ini pada akhirnya mengkhianati bangsa mereka sendiri.

Seiring perjalanan sejarah, banyak dari tokoh-tokoh ini berkhianat dengan berbagai alasan, dan kejadian ini tidak hanya terjadi di Eropa maupun Asia, bahkan hal ini juga terjadi di Indonesia.

Lalu, bagaimana kisah mereka? Apa yang terjadi kepada tokoh-tokoh tersebut setelah mereka berkhianat?

1. Vidkun Quisling

Kisah Para Pengkhianat Abad Ke-20, Mereka yang Menusuk dari Belakang dan NasibnyaVidkun Quisling. (Istimewa)

Lahir pada tahun 1887, Vidkun Quisling merupakan seorang politikus Norwegia yang mengkhianati negaranya dengan membantu Nazi Jerman dalam menaklukan Norwegia pada Perang Dunia Kedua.

Baca Juga: Tebing Tarpeian, Tempat Para Pengkhianat Romawi Dilemparkan sebagai Eksekusi Mati

Sebagai seorang politikus yang anti-komunisme, Quisling mendirikan partai fasis di Norwegia, Nasjonal Samling mengikuti ajaran fasisme Italia dan Jerman dengan tujuan menghapuskan komunisme dan serikat pekerja. Namun, suara partainya tidak pernah lolos ke parlemen Norwegia.

Karena kejadian tersebut, Quisling akhirnya bekerjasama dengan Nazi Jerman dalam menaklukan Norwegia. Jerman memilih menaklukan Norwegia pada tahun 1940 dikarenakan posisi Norwegia yang strategis bagi Jerman, sehingga dengan bantuan Quisling, Jerman berhasil menaklukan Norwegia.

Quisling pada akhirnya menjadi pimpinan boneka Norwegia yang dikendalikan Jerman, kebijakan nya dalam mengirimkan 1.000 Yahudi Norwegia, dan mengubah ajaran gereja menjadi Nazisme membuatnya tidak populer dengan rakyat Norwegia, bahkan rakyat Norwegia banyak yang menentangnya.

Nasib sial menimpa Quisling pasca pembebasan Norwegia oleh sekutu pada Mei 1945, Ia ditangkap dan dinyatakan bersalah atas pengkhianatan dan kejahatan lainnya, lalu dieksekusi. Kini, di Norwegia namanya diasosiasikan dengan kata yang sinonim dengan arti pengkhianatan.

Baca Juga: Benedict Arnold: dari Pahlawan Revolusi ke Pengkhianat Terbesar dalam Sejarah Amerika Serikat!

2. Anton Mussert

Memiliki sebutan “Leider” atau Sang Pemimpin, Anton Mussert yang lahir pada tahun 1894 pada awalnya adalah seorang sukarelawan tentara Belanda, namun tidak bertahan lama karena faktor kesehatan sehingga dia melanjutkan karirnya di Departemen Pekerjaan Air Provinsi Utrecht sebelum pada nantinya dipecat karena kegiatan politiknya.

Aktivitas politiknya sebagai politisi sayap kanan dimulai pada tahun 1931 dengan mendirikan partai NSB (Nationaal-Socialistische Beweging). Namun, seiring perkembangan waktu popularitas partainya tidak setinggi di awal berdirinya, hal ini menyebabkan Mussert memilih sikap netralitas bagi Belanda yang bersimpati dengan Nazi Jerman dengan harapan dapat menjadi pemimpin Belanda dibawah pengaruh Jerman.

Setelah Jerman menginvasi Belanda pada tahun 1940, partai NSB berkolaborasi dengan Jerman dalam membantu setiap agenda Jerman di Belanda. Hal ini mengakibatkan rakyat Belanda benci dan melihat Mussert sebagai pengkhianat karena menjual Belanda kepada Jerman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Britannica, Jurnal

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kisah Para Pengkhianat Abad Ke-20, Mereka yang Menusuk dari Belakang dan Nasibnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!