Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 13 JULI 2023 • 20:45 WIB

Mitos Gapura Peninggalan Majapahit yang Konon Pembawa Nasib Buruk Jika Nekat Melewati Gerbangnya

Mitos Gapura Peninggalan Majapahit yang Konon Pembawa Nasib Buruk Jika Nekat Melewati GerbangnyaGapura Bajang Ratu di Mojokerto Jawa Timur

INDOZONE.ID - Gapura Bajang Ratu, itulah namanya secara pengertian "bajang" yang berarti kecil "Ratu" yang berarti ratu atau raja. Bangunan ini ditujukan untuk Raja Jaya Negara sebagai penghormatan.

Gapura ini berdiri sekitar abad ke 13-14 M tepatnya pada tahun 1340 M dan dibangun pada masa Tribhuwana Wijayatunggadewi.

Gapura ini terletak di Dusun Kraton, Desa Temon, Trowulan, Mojokerto dan buka setiap hari dari pukul 08:00 sampai 15:00 WIB.

Mitos Gapura Peninggalan Majapahit yang Konon Pembawa Nasib Buruk Jika Nekat Melewati GerbangnyaGapura Bajang Ratu di Mojokerto Jawa Timur

Menurut Sopo Nyono selaku pemelihara atau juru kunci gapura Bajang Ratu ini menjelaskan singkat sejarah dari gapura Bajang Ratu, bangunan ini digunakan sebagai "pendarmaan" atau sebagai pintu masuk menuju bangunan atau tempat yang suci sebagai bentuk untuk memperingati wafatnya raja Jaya Negara yang diperkuat dengan relief "Sri Tanjung" dan "garuda" yang berarti pelepasan.

Baca Juga: Kemunculan Ratu Adil Sudah Diramal Jayabaya, Konon Beliau Orang Jawa, Keturunan Majapahit

"Di balik sejarah dan keindahan Gapura ini, tersimpan mitos yang beredar pada masyarakat sekitar bahwa seseorang yang memiliki cita-cita atau memiliki impian akan gagal atau bernasib buruk ketika melewati pintu Gapura Bajang Ratu," ujar Sopo Nyono, Kamis (13/07/2023).

Mitos Gapura Peninggalan Majapahit yang Konon Pembawa Nasib Buruk Jika Nekat Melewati GerbangnyaGapura Bajang Ratu di Mojokerto Jawa Timur

Raja Jaya Negara sendiri pada saat penobatannya menjadi seorang Raja masih kecil dan meninggal pada usia yang belum lanjut. Bangunan yang berbentuk segiempat ini berukuran 16,5 m untuk ketinggiannya dan lebar 11 m dan berbentuk "paduraksa".

Gapura ini bercorak hindu dan memiliki tiga bagian yaitu kaki, tubuh, dan atap. Setiap bagian memiliki relief-relief yang berfungsi dan bertujuan sebagai pelindung atau marabahaya seperti relief matahari, relief kepala garuda, kepala kala diapit singa, dan relief bermata satu atau monocle cyclope.

Baca Juga: Mengubah Nama Kapal Datangkan Kesialan dan Nasib Buruk, Fakta atau Mitos?

Mitos Gapura Peninggalan Majapahit yang Konon Pembawa Nasib Buruk Jika Nekat Melewati GerbangnyaGapura Bajang Ratu di Mojokerto Jawa Timur

Bangunan ini sudah 3 kali di renovasi dari mulai yang pertama pada tahun 1915 oleh pemerintah Hindia Belanda kemudian tahun 1988 sampai 1992 kembali di renov oleh BPCB .

Penulis: Azwar Julio


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone. Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

Mitos Gapura Peninggalan Majapahit yang Konon Pembawa Nasib Buruk Jika Nekat Melewati GerbangnyaZ Creators

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Z Creators

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mitos Gapura Peninggalan Majapahit yang Konon Pembawa Nasib Buruk Jika Nekat Melewati Gerbangnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!