Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 06 MEI 2026 • 16:03 WIB

Hasil dan Dampak Perjanjian Roem-Royen: Bebasnya Soekarno hingga Menuju KMB

Hasil dan Dampak Perjanjian Roem-Royen: Bebasnya Soekarno hingga Menuju KMBPeristiwa bersejarah perjanjian Roem-Royen (Wikipedia)

INDOZONE.ID - Peristiwa Perjanjian Roem-Royen yang ditandatangani pada 7 Mei 1949 menjadi salah satu titik balik penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kesepakatan ini tidak hanya mengakhiri ketegangan pasca Agresi Militer Belanda II, tetapi juga membuka jalan menuju pengakuan kedaulatan Indonesia secara internasional.

Secara garis besar, Perjanjian Roem-Royen merupakan hasil negosiasi antara delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Mohammad Roem dan delegasi Belanda yang dipimpin oleh Herman van Roijen. Meskipun pada awalnya menuai pro dan kontra, perjanjian ini terbukti membawa sejumlah dampak strategis yang memperkuat posisi Republik Indonesia di mata dunia.

Artikel ini akan membahas secara fokus dan mendalam tiga dampak utama Perjanjian Roem-Royen, khususnya bagi perjalanan kemerdekaan Indonesia.

Berikut ini beberapa faktanya seperti yang dikutip dari jurnal "A History of Modern Indonesia Since c.1200" dan "Nationalism and Revolution in Indonesia."

Baca juga: Sejarah Perjanjian Roem-Royen 7 Mei 1949: Latar Belakang, Tokoh, dan Isinya

Kembalinya Pusat Pemerintahan Indonesia ke Yogyakarta

Salah satu dampak paling nyata dari Perjanjian Roem-Royen adalah kembalinya pusat pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta. Sebelumnya, kota ini diduduki oleh Belanda setelah Agresi Militer Belanda II pada Desember 1948, yang menyebabkan pemerintahan Indonesia lumpuh secara administratif.

Dengan adanya kesepakatan ini, Belanda diwajibkan untuk mengembalikan Yogyakarta kepada Indonesia. Hal ini menjadi simbol penting bahwa Republik Indonesia masih eksis dan diakui sebagai entitas politik yang sah.

Kembalinya Yogyakarta bukan hanya soal wilayah, tetapi juga menyangkut legitimasi pemerintahan. Pemerintah Indonesia dapat kembali menjalankan fungsi administratif, diplomasi, dan komunikasi dengan dunia internasional secara lebih efektif.

Menurut kajian dalam jurnal sejarah yang diterbitkan oleh Universitas Indonesia, pengembalian Yogyakarta menjadi langkah krusial dalam memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan internasional. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki kontrol atas wilayah dan pemerintahan yang sah.

Selain itu, pemulihan ibu kota juga meningkatkan moral rakyat Indonesia yang sempat terpukul akibat agresi militer Belanda. Kembalinya pemerintahan menjadi bukti bahwa perjuangan diplomasi tidak kalah penting dibandingkan perjuangan fisik.

Baca juga: Kisah Faust dan Mephistopheles: Perjanjian Terlarang dengan Iblis yang Jadi Legenda Abadi

Pembebasan Para Pemimpin Bangsa dari Pengasingan

Hasil dan Dampak Perjanjian Roem-Royen: Bebasnya Soekarno hingga Menuju KMBIr. Soekarno usai membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia (Wikipedia)

Dampak penting lainnya adalah dibebaskannya para pemimpin nasional yang sebelumnya ditangkap dan diasingkan oleh Belanda. Tokoh-tokoh seperti Soekarno dan Mohammad Hatta ditangkap saat Agresi Militer Belanda II dan diasingkan ke berbagai daerah.

Melalui Perjanjian Roem-Royen, Belanda sepakat untuk membebaskan para pemimpin tersebut dan mengembalikan mereka ke Yogyakarta. Pembebasan ini memiliki arti strategis yang sangat besar bagi perjuangan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jurnal

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hasil dan Dampak Perjanjian Roem-Royen: Bebasnya Soekarno hingga Menuju KMB

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!