Mengenal Gelar Kebangsawanan Keraton Surakarta dan Maknanya (Traveloka)
INDOZONE.ID - Surakarta atau Solo, merupakan pusat budaya Jawa yang masih melestarikan tradisi kerajaan melalui Kasunanan Surakarta Hadiningrat, sebagai bagian dari warisan sejarah panjang di Pulau Jawa.
Kasunanan Surakarta berasal dari Kerajaan Mataram Islam, yang kemudian terpecah melalui Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.
Peristiwa ini melahirkan dua kerajaan besar di Jawa, yaitu Surakarta dan Yogyakarta.
Di balik sistem kerajaan Solo, ada aturan adat yang disebut paugeran. Aturan ini mengatur dengan rapi tentang silsilah keluarga, kedudukan, hingga status pernikahan seseorang dalam lingkungan keraton.
Nah, supaya lebih mudah dipahami, yuk kita bahas berbagai gelar kebangsawanan di Keraton Surakarta beserta maknanya!
Berbeda dengan Yogyakarta yang dipimpin oleh Sultan, penguasa Keraton Surakarta menyandang gelar Susuhunan atau Sunan.
Gelar resminya adalah:
Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono Senopati Ing Ngalogo Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama.
Gelar ini digunakan untuk permaisuri raja atau perempuan dari keluarga inti keraton, yang memiliki kedudukan sangat tinggi dan dihormati.
Gelar ini diberikan kepada putra mahkota, yaitu calon penerus tahta raja di Keraton Surakarta. Kedudukannya sangat penting karena akan menjadi raja berikutnya.
Gelar untuk anak laki-laki raja dari permaisuri yang masih muda atau belum dewasa. Biasanya gelar ini akan berubah setelah ia tumbuh dewasa.
Gelar untuk anak laki-laki raja dari permaisuri yang sudah dewasa. Mereka memiliki kedudukan tinggi, dengan urutan seperti Mangku Bumi, Bumi Nata, Purbaya, dan Puger.
Gelar ini digunakan untuk anak laki-laki raja dari selir yang masih muda. Walaupun bukan dari permaisuri, mereka tetap diakui sebagai bagian dari keluarga bangsawan.
Baca juga: Mengenal Gelar Keraton Yogyakarta: dari Sultan hingga Raden Mas
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wikipedia