INDOZONE.ID - Kebijakan Sun Yat Sen dalam pemerintahan 72 hari sebagai presiden sementara Republik Tiongkok tahun 1912 menjadi momen penting dalam sejarah lahirnya Tiongkok modern.
Setelah Revolusi Xinhai tahun 1911 yang mengguncang Dinasti Qing, Sun Yat Sen secara resmi dilantik menjadi presiden pada 1 Januari 1912 di kota Nanjing.
Meskipun hanya memimpin selama 72 hari, langkah-langkah yang diambil menandai awal dari perubahan besar bagi Tiongkok yang selama ribuan tahun hidup berdasarkan sistem monarki.
Dalam waktu singkat itu, Sun Yat Sen menekankan tiga prioritas utama: membangun pemerintahan republik, mengatur militer, dan memperkuat dasar ekonomi dengan kebijakan infrastruktur.
Berdasarkan laporan dari blog sejarah The China Story dan podcast pendidikan "Revolutions", Sun Yat Sen merancang rencana modernisasi transportasi dan komunikasi, serta mendorong partisipasi rakyat melalui dewan pemerintahan di provinsi.
Baca juga: Tanpa Restorasi Meiji, Mungkin Toyota Tidak Pernah Ada
Namun tantangan besar juga muncul. Meskipun Dinasti Qing sudah jatuh, negara tetap terpecah.
Para warlord menguasai wilayah utara, sementara kekuatan asing masih menekan dengan konsesi yang diperoleh selama Perang Candu.
Karena kekuatan militer yang lemah, Sun Yat Sen memilih berkompromi politik dengan Jenderal Yuan Shikai, tokoh paling kuat di Beijing.
Pada 10 Maret 1912, Sun Yat Sen mengundurkan diri dan menyerahkan jabatan presiden kepada Yuan Shikai.
Tindakan ini dilakukan untuk mencegah perang saudara dan menyelamatkan republik yang baru berdiri.
Baca juga: Operasi Searchlight: Aksi Militer Brutal yang Mengubah Jalannya Sejarah Bangladesh
Meskipun hanya 72 hari, masa pemerintahannya menjadi landasan bagi perubahan besar di Tiongkok.
Kebijakan Sun Yat Sen selama periode 72 hari sebagai Presiden Sementara Republik Tiongkok pada tahun 1912 adalah cerita tentang seorang revolusioner yang akhirnya memiliki kesempatan mengambil alih kekuasaan, meskipun hanya sebentar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber