Ilustrasi dan patung Ratu Suhita (Wikipedia)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu membayangkan hidup di zaman ketika takhta cuma boleh dipegang laki-laki, lalu tiba-tiba muncul seorang wanita muda yang langsung bikin sejarah jungkir balik?
Itulah kisah Suhita, gadis bangsawan yang sejak kecil sudah “ditandai” takdir buat jadi beda.
Lahir sebagai putri Raja Wikrama Wardhana dan Kusuma Wardhani, Suhita tumbuh di tengah kemewahan istana, tapi tetap ngerasain kerasnya tekanan politik.
Majapahit baru aja selesai melewati Perang Paregreg, perang saudara yang bikin kondisi kerajaan hancur-hancuran. Desa terbakar, sawah kosong, dan hubungan keluarga bangsawan retak parah.
Di situ, Suhita kecil belajar. Bukan cuma dari guru atau kitab, tapi dari bisikan lorong-lorong istana, cerita para pedagang, sampai tatapan waspada prajurit.
Semua itu membentuk nalarnya jadi lebih tajam dari kebanyakan bangsawan seusianya.
Yuk simak kisah Ratu Suhita dilansir dari YouTube @Tos Nusantara selengkapnya!
Baca juga: Kisah Mistis Pesugihan Kawin Ratu Mustika: Dari Ambisi, Cinta, hingga Petaka
Waktu Raja Wikrama Wardhana mulai menua, isu suksesi makin panas. Banyak bangsawan merasa kalau perempuan nggak pantas memimpin Majapahit.
Tapi Kusuma Wardhani, sang ibu, diam-diam sudah menyiapkan Suhita dengan ilmu politik, diplomasi, dan strategi militer.
Setelah sang raja wafat, istana langsung kayak arena rebutan kursi kosong. Ada yang dorong pangeran, ada yang bisik-bisik minta ratu saja.
Namun akhirnya, Suhita dipilih. Nah pagi hari penobatannya, perempuan muda berbaju ungu itu berjalan keluar pendopo dengan tatapan yang bikin ratusan rakyat langsung hening.
Itulah momen ketika nama “Ratu Kencana Wungu” lahir.
Naik takhta di saat kerajaan lagi rapuh bukan hal gampang. Banyak bangsawan dari kubu-kubu yang dulunya perang masih menyimpan dendam. Tapi langkah pertama Suhita bikin semua orang berhenti meremehkannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube