Sekolah khusus Willowbrook tempat eksperimen medis tidak manusiawi terjadi (wikipedia).
INDOZONE.ID - Di akhir tahun 1940-an, pemerintah Amerika bikin Willowbrook State School di Staten Island, New York.
Tempat ini sebenarnya ditujukan buat anak-anak dengan disabilitas intelektual, tapi kenyataannya malah jadi mimpi buruk.
Bayangkan, sekolah yang seharusnya cuma menampung 4.000 anak, malah dipaksakan nampung lebih dari 6.000 orang.
Kondisinya pun berantakan: anak-anak dibiarkan telanjang, ruangan kotor banget, dan penyakit hepatitis gampang banget nyebar karena kebersihan yang diabaikan.
Baca juga: Kisah Pangeran Antasari, Pejuang Kalimantan yang Tak Pernah Takut Belanda
Nah, di tengah kondisi kayak gitu, muncul seorang dokter bernama Saul Krugman dari New York University.
Dia mau meneliti hepatitis, penyakit yang waktu itu masih misterius. Tapi caranya bikin geleng-geleng kepala.
Dia bikin peraturan nggak masuk akal: anak-anak cuma bisa diterima di Willowbrook kalau orang tuanya setuju anaknya ikut eksperimen ini.
Dihadapkan sama situasi putus asa, banyak orang tua akhirnya terpaksa nyetujui, berharap anaknya bisa dapat perawatan yang lebih baik.
Baca juga: Kisah Teuku Umar: Pahlawan Cerdas dari Aceh yang Menipu Belanda Demi Kemerdekaan
Selama 14 tahun, lebih dari 700 anak jadi korban eksperimen ini. Mereka dibagi-bagi jadi beberapa kelompok. Ada yang disuntik antibodi, ada yang nggak.
Yang bikin ngeri, anak-anak yang sehat malah sengaja dikasih virus hepatitis—baik lewat suntikan, atau lewat susu cokelat yang dicampur kotoran orang yang udah terinfeksi.
Coba bayangin, anak-anak kecil yang nggak tahu apa-apa dipaksa jadi bahan percobaan.
Krugman emang akhirnya publikasikan hasil penelitiannya dan klaim ini bantu memahami hepatitis A dan B.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube/Nessie Judge