INDOZONE.ID - Bagi Kamu yang bersekolah di Kanisius, Gonzaga, Loyola dan Debritto pastinya sudah mengenal tentang ordo keagamaan katolik yang bernama Serikat Jesuit.
Ordo ini memang dikenal karena dedikasinya pada pendidikan, pelayanan sosial, dan penyebaran iman Katolik. Jesuit punya jejaring sekolah di seluruh dunia.
Namun, apakah kalian pernah mengetahui siapa pendiri dari Ordo Serikat Jesuit ini? Pendiri dari Ordo Serikat Jesuit ini bernama Ignatius Loyola.
Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama: Dua Douwes Dekker dalam Linimasa Sejarah Indonesia
Ignatius Loyola atau Inigo de Lopez, lahir di Gipuzkoa pada tanggal 23 Oktober 1491. Ia lahir dari keluarga bangsawan terpandang bernama Loyola.
Ayahnya merupakan seorang bangsawan yang memiliki garis keturunan dari Raja Henry IV dari Kastilla. Ibu dari Ignatius Loyola meninggal saat ia melahirkannya.
Ignatius Loyola awalnya tertarik dengan hal yang berbau militer. Ia pun mengabdi kepada Putri Catharina sebagai tanda kesetiaannya.
Ignatius Loyola kemudian ikut berperang melawan pasukan Prancis di Benteng Pamplona pada tanggal 20 Mei 1521.
Tetapi peperangan ini menjadi titik balik Ignatius Loyola. Di Medan tempur, sebuah peluru meriam menghantam kakinya.
Baca juga: Tan Malaka: Bapak Republik yang Menggerakkan Arah Pergerakan Nasional
Setelah itu, Ignatius Loyola dibawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan. Namun, perawatan yang dilakukan tanpa menggunakan anestesi sehingga Ignatius Loyola merasakan sakit pada kakinya.
Selama 1-2 bulan setelah perawatan, Ignatius Loyola merasa bosan dan meminta perawat untuk mengambilkan buku tentang romansa.
Sang perawat pun mencarikan buku untuk Ignatius Loyola. Tetapi hanya tersedia buku tentang kehidupan Orang Suci termasuk dari Santo Fransiskus Asisi.
Di sinilah pertobatan dari Ignatius Loyola dimulai. Ignatius perlahan mulai meninggalkan kehidupannya sebagai seorang prajurit militer dan mulai berziarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jesuit.id