Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 13 JULI 2025 • 16:21 WIB

Operasi Ceylon: Ketika Armada Jepang Menghantam Pertahanan Terakhir Inggris di Asia

Operasi Ceylon: Ketika Armada Jepang Menghantam Pertahanan Terakhir Inggris di AsiaPesawat yang dikerahkan dari IJN Zuikaku untuk menyerang markas angakatan laut Inggris di Kolombo dan Tricomalee ( US Naval Institute: Operation C)

INDOZONE.ID - Di awal Perang Pasifik, armada kapal induk Jepang bukan cuma jadi kekuatan militer, tapi juga momok yang bikin gentar negara-negara Eropa di koloni Asia. Setelah sukses besar di Pearl Harbor, Jepang langsung tancap gas untuk mengukuhkan dominasinya. Salah satu target mereka? Markas angkatan laut Inggris di Ceylon, yang sekarang dikenal sebagai Sri Lanka.

Dudukinya Singapura pada awal 1942 jadi peringatan serius buat Inggris. Jepang nggak main-main. Mereka mulai mempersiapkan operasi besar-besaran yang dikenal dengan nama Operation C, dengan tujuan utama: menghancurkan armada laut Inggris di Samudra Hindia.

Dipimpin oleh Laksamana Chuichi Nagumo, nama yang sama di balik serangan Pearl Harbor, Jepang mengerahkan kekuatan tempur yang masif: lima kapal induk, empat kapal perang, dan dua kapal penjelajah kelas Tone. Di sisi lain, Inggris di bawah Wakil Laksamana Sir James Somerville cuma punya dua kapal induk, satu kapal induk ringan, serta beberapa kapal pengawal termasuk HMS Warspite. Nggak imbang? Jelas.

Baca juga: Misteri Dragon Triangle, Segitiga Bermuda Versi Samudra Pasifik

Tepat pada pagi hari, 5 April 1942, langit Kolombo mendadak dipenuhi 70 pesawat pengebom tukik dan 21 pesawat tempur Jepang. Serangan pertama bikin pelabuhan Kolombo porak-poranda. Inggris kehilangan satu kapal perusak dan satu kapal dagang. Meski Jepang juga kehilangan tujuh pesawat, itu belum seberapa dibanding kerugian Inggris.

Operasi Ceylon: Ketika Armada Jepang Menghantam Pertahanan Terakhir Inggris di AsiaKapal penjelajah Inggris, Dorsetshire dan Cornwall yang diserang oleh pesawat Jepang (Wikipedia)

Gelombang kedua datang tak kalah mematikan. Pasukan udara Jepang kembali menghantam posisi Inggris yang mencoba bertahan di Trincomalee. Tapi petaka sesungguhnya datang saat kapal induk ringan HMS Hermes dan kapal-kapal pengawalnya seperti HMS Vampire terdeteksi oleh kapal perang Jepang IJN Haruna. Hanya dalam waktu singkat, pesawat-pesawat Jepang menjatuhkan bom yang cukup untuk menenggelamkan seluruh armada tersebut.

Yang lebih tragis, dua kapal penjelajah berat milik Inggris, HMS Dorsetshire dan HMS Cornwall, juga ikut karam bersama ratusan awaknya. Dorsetshire tenggelam bersama 500 awak, sedangkan Cornwall membawa 424 nyawa ke dasar laut.

Baca juga: Lemuria, Peradaban Kuno yang Telah Lenyap di Samudera Pasifik

Serangan ini benar-benar mengejutkan pihak Sekutu. Meski Jepang nggak langsung menduduki Sri Lanka, serangan tersebut cukup buat memaksa Inggris menarik mundur kekuatan lautnya dari Samudra Hindia. Jepang pun bisa fokus ke target berikutnya: Laut Koral dan Midway, dua pertempuran besar yang jadi penentu di perang Asia-Pasifik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Armouredcarriers.com, Usni.org

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Operasi Ceylon: Ketika Armada Jepang Menghantam Pertahanan Terakhir Inggris di Asia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!