Jumat, 12 JULI 2024 • 06:05 WIB

Ternyata Nama Planet Pluto Dicetuskan oleh Anak Ini

Author

Illustrasi

INDOZONE.ID - Pluto adalah salah satu planet dalam tata surya yang letaknya paling jauh dari Matahari. Jarak antara Pluto dengan Matahari berkisar antara 4,5-7,3 miliar kilometer.

Butuh waktu selama 5,5 jam bagi cahaya Matahari untuk sampai ke permukaan planet Pluto.

Pluto terbuat dari es dan batu, memiliki massa 1,31 x 10²² kilogram dan diameter 2.370 kilometer. Pluto memiliki 5 bulan yang mengitarinya, ada Charon, Styx, Nix, Kerberos dan Hydra.

Planet mungil ini pertama kali ditemukan oleh Clyde William Tombaugh pada 18 Februari 1830. Dengan penemuan tersebut, Pluto pun ditetapkan sebagai planet kesembilan dalam sistem tata surya.

Akan tetapi, beberapa ilmuwan masih berdebat sampai sekarang terkait pengakuan Pluto sebagai planet di tata surya.

Baca Juga: Mengenal kapal FLIP, Satu-satunya Kapal yang Melaut Secara Vertikal

Kalian tahu nggak sih, darimana asal nama planet ini? Fakta menariknya, yang memberi nama si planet mungil ini adalah seorang anak kecil dari Inggris yang saat itu masih berumur 11 tahun.

Venetia Burney

Namanya adalah Venetia Katharine Douglas Burney, Ia lahir di Banstead, Inggris pada 11 Juli 1918. Venetia berasal dari keluarga cendekiawan.

Ayahnya adalah seorang profesor di Universitas Oxford bernama Charles Fox Burney. Ibunya bernama Ethel Wordsworth Madan, putri dari Falconer Madan, penjaga Perpustakaan Bodleian di Universitas Oxford.

Baca Juga: Menilik Kehidupan Elias Howe, Sang Bapak Mesin Jahit dalam Mengembangkan Bisnisnya

Cerita dibalik asal-usul nama planet Pluto sendiri sebenarnya cukup sederhana. Saat Clyde Tombaugh mengumumkan penemuan planet barunya, Falconer menceritakannya kepada sang Cucu, yaitu Venetia. Ia pun memberi nama Pluto, yang terinspirasi dari nama Dewa Dunia Bawah dalam mitologi Romawi.

Secara filosofis, makna dari Dewa Dunia Bawah tersebut menandakan bahwa entitas tersebut sebenarnya ada di muka Bumi, namun Ia selalu bersembunyi sembari mengintai manusia.

Pada saat waktunya tiba, sang Dewa akan muncul dan membawa manusia itu ke Dunia Bawah atau yang biasa disebut sebagai akhirat.

Secara tidak langsung, Pluto dianalogikan seperti sesosok malaikat maut yang keberadaannya tidak pernah dianggap, padahal sebenarnya Dia selalu ada bersama kita setiap saat hingga ajal menjemput.

Baca Juga: Soekarno Miliki Tongkat Komando Bisa Berikan Kekuatan Serta Sabuk Mistis yang Konon Berikan Keberuntungan

Mendengar saran nama dari sang Cucu, Falconer pun meneruskan pembicaraannya kepada Herbert Hall Turner, seorang astronom Inggris yang bekerja di Observatorium Lowell, Arizona, AS. Herbert meneruskan ide nama dari Venetia kepada Clyde, dan ternyata Ia pun menyetujuinya.

Clyde William Tombaugh

Alasannya karena nama Pluto tersebut menyematkan nama inisial astronom AS, bernama Percival Lowell, yang memprediksi keberadaan planet Pluto jauh sebelum ditemukan oleh Clyde.

Pada awalnya, Pluto akan dinamai Planet X. Per 1 Mei 1930, Clyde memutuskan untuk memberi nama planet temuannya dengan nama Pluto.

Venetia baru diakui sebagai orang yang memberi nama planet Pluto pada tahun 1984, lewat sebuah artikel yang dibuat oleh majalah Sky & Telescope. Selama kurang lebih 5 dekade, Venetia tidak pernah mendapat pengakuan dari pihak manapun terkait jasanya dalam penamaan planet Pluto.

Meskipun sampai saat ini eksistensi dari planet Pluto kerap diperdebatkan oleh para ilmuwan, Venetia berkata dalam sebuah wawancara kalau Ia akan selalu menganggap Pluto sebagai salah satu planet dalam sistem tata surya, terlepas dari ukurannya yang mungil bagi sebuah planet.

Baca Juga: Teori Hollow Earth dan Agartha, Menguak Eksistensi Peradaban Misterius dalam Perut Bumi

Sedikit info mengenai kehidupan pribadinya Venetia, Ia adalah alumni dari Downe House School, Berkshire dan Newnham College, Cambridge jurusan ekonomi. Setelah lulus, Venetia sempat bekerja sebagai akuntan.

Kemudian, Ia bekerja sebagai Guru ekonomi dan matematika di sekolah khusus perempuan di wilayah barat daya London.

Ia menikah dengan direktur Epsom College bernama Edward Maxwell Phair pada tahun 1947. Mereka dikaruniai seorang putra bernama Patrick Phair.

Venetia memutuskan untuk pensiun dari pekerjaannya sebagai Guru di era 1980-an. Ia harus kehilangan sang Suami pada tahun 2006.

Selang 3 tahun kemudian pada 30 April 2009, Venetia menghembuskan nafas terakhirnya. Jenazahnya dimakamkan di Randalls Park Crematorium, Leatherhead, Surrey, Inggris.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia, NASA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU