Rabu, 15 JULI 2026 • 17:56 WIB

Gajah Ini Memburu Satu Keluarga Manusia Selama 14 Tahun

Author

Ilustrasi gajah memburu satu keluarga manusia selama 14 tahun. (Dok. Magnific.)

INDOZONE.ID – Seekor gajah liar bernama Dhurbe kembali menjadi sorotan setelah diduga menyerang keluarga yang sama selama rentang 14 tahun di wilayah perbatasan Nepal dan India.

Menurut laporan media setempat, satwa tersebut telah dikaitkan dengan kematian lebih dari 25 orang sejak sekitar 2009.

Gajah Dhurbe merupakan gajah liar jantan yang hidup di kawasan perbatasan Nepal dan India, terutama di sekitar Taman Nasional Chitwan.

Satwa ini dikenal karena beberapa kali terlibat dalam serangan terhadap manusia.

Tragedi keluarga Shanichara Bote bermula pada 2012.

Saat itu, kedua orang tuanya, Budhiram dan Jharali Bote, tewas setelah seekor gajah keluar dari hutan dan menyerang warga di sebuah pasar di wilayah Madi, Nepal.

Baca juga: Kilas Balik Perang Punisia: Kisah Nekat Jenderal Hannibal Bawa Pasukan Gajah Seberangi Gunung Es Demi Gempur Romawi

Peristiwa itu membuat keluarga Bote memutuskan pindah ke Jagatpur.

Mereka berharap Sungai Rapti Timur, yang membentang di antara dua wilayah tersebut bisa menjadi penghalang alami bagi gajah liar.

Namun harapan itu pupus.

Pada 5 Juli 2026, keluarga tersebut kembali kehilangan dua anggota keluarganya.

Menantu Shanichara Bote yang berusia 25 tahun dan cucunya yang baru berusia 4 tahun dilaporkan tewas akibat serangan gajah yang diduga merupakan Dhurbe.

"Teror terus-menerus dari gajah liar memaksa kami menjual apa yang kami miliki dan bermigrasi ke Jagatpur," katanya dikutip dari Kathmandu Post.

"Setelah bertahun-tahun, gajah yang sama persis menemukan kami lagi, menyerbu rumah kami, dan merenggut menantu serta cucu saya. Tidak ada tempat lagi bagi kami untuk lari," lanjut Bote.

Kenapa Gajah Bisa Sangat Agresif?

Menurut berbagai laporan, Dhurbe telah dikaitkan dengan sekitar 25 kematian manusia dalam kurun hampir dua dekade. Meski begitu, penyebab perilaku agresifnya belum dapat dipastikan.

Beberapa ahli satwa liar menduga perilaku tersebut bisa dipengaruhi pengalaman traumatis ketika masih muda.

Ada pula yang menilai konflik berkepanjangan antara manusia dan habitat satwa liar menjadi faktor yang memperbesar risiko serangan.

Setelah serangkaian serangan pada 2009 hingga 2010, otoritas Nepal sempat memasang kalung radio pemantau pada tubuh Dhurbe.

Namun alat tersebut hanya bertahan beberapa minggu sebelum akhirnya rusak.

Pada 2012, pemerintah Nepal bahkan menetapkan Dhurbe sebagai gajah "gila" dan memberi izin untuk mengeksekusinya.

Sebanyak 93 personel Angkatan Darat Nepal diterjunkan untuk memburu satwa tersebut.

Operasi itu tidak membuahkan hasil. Dhurbe menghilang selama beberapa tahun sebelum kembali muncul pada 2018.

Laporan media lokal juga menyebut gajah tersebut pernah menjebol gerbang pos militer di dekat Chitwan, dan membebaskan seekor gajah betina yang ditangkap.

Peristiwa itu semakin memperkuat reputasi Dhurbe sebagai salah satu gajah liar paling sulit ditangani di kawasan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Oddee

Author
Tags gajah
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU