Tonggeret Periodik, Serangga yang Hidup 17 Tahun di Bawah Tanah dan Hanya 3 Minggu di Permukaan
INDOZONE.ID - Di alam, setiap makhluk hidup memiliki cara yang berbeda untuk bertahan hidup. Ada yang bermigrasi saat musim berganti, ada pula yang berhibernasi ketika kondisi lingkungan tidak mendukung.
Namun, tonggeret periodik atau periodical cicada memiliki strategi hidup yang jauh lebih tidak biasa. Tak heran jika serangga ini menjadi salah satu spesies yang paling banyak menarik perhatian para ilmuwan karena siklus hidupnya yang unik.
Tonggeret periodik merupakan sekelompok tonggeret yang hanya ditemukan di wilayah timur dan tengah Amerika Serikat.
Genus Magicicada terdiri atas tujuh spesies, dengan tiga spesies memiliki siklus hidup selama 17 tahun dan empat spesies lainnya selama 13 tahun.
Baca juga: Viral Benda seperti Meteor Melintas di Langit Jawa, Ini Pendapat BMKG
Dibandingkan tonggeret pada umumnya, kelompok ini memiliki berbagai keunikan yang membuatnya berbeda, mulai dari cara hidup hingga strategi bertahan yang masih terus dipelajari para ilmuwan.
Mengapa Harus Menunggu 13 atau 17 Tahun?
Salah satu pertanyaan terbesar mengenai tonggeret periodik adalah mengapa mereka baru muncul setiap 13 atau 17 tahun. Hingga kini, ilmuwan belum mengetahui jawabannya secara pasti.
Salah satu dugaan yang banyak dikemukakan menyebutkan bahwa siklus hidup yang sangat panjang tersebut membantu tonggeret ini mengurangi tekanan dari predator.
Karena kemunculannya yang sangat jarang, predator sulit menjadikan tonggeret periodik sebagai sumber makanan tetap dari generasi ke generasi.
Baca juga: Dari Seruas Tulang, Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Berleher Panjang yang Belum Dikenal
Belasan Tahun di Bawah Tanah Bukan Berarti Tidur
Meski menghabiskan sebagian besar hidupnya di bawah tanah, tonggeret periodik bukanlah serangga yang berhibernasi.
Selama menjadi nimfa, mereka tetap aktif menggali tanah dan mengisap cairan xilem dari akar pohon sebagai sumber makanan.
Seiring bertambahnya usia, nimfa akan berpindah ke akar yang lebih besar dan perlahan bergerak lebih dekat ke permukaan ketika masa kemunculannya semakin dekat.
Muncul Serempak dalam Jumlah Jutaan
Saat waktunya tiba, jutaan tonggeret periodik keluar dari dalam tanah hampir bersamaan dalam hitungan minggu.
Baca juga: Bukan Sekadar Corak, Ini 4 Rahasia di Balik Warna Hitam Putih Sapi Friesian Holstein
Kelompok tonggeret yang muncul pada tahun yang sama di suatu wilayah dikenal sebagai brood. Kemunculan massal ini diyakini menjadi salah satu strategi bertahan hidup.
Meskipun banyak dimangsa burung, ikan, rakun, oposum, hingga mamalia kecil lainnya, jumlah tonggeret yang sangat besar membuat predator tidak mampu memangsa semuanya.
Dengan begitu, masih ada cukup banyak individu yang dapat berkembang biak dan mempertahankan populasinya.
Mengapa Masa Hidupnya di Permukaan Sangat Singkat?
Setelah hidup selama belasan tahun sebagai nimfa, tonggeret periodik hanya menghabiskan sekitar 20–25 hari sebagai serangga dewasa.
Baca juga: 5 Fakta Rockhead Poacher, Ikan Mungil yang Bikin Ilmuwan Berdebat Karena Lubang di Kepalanya
Dalam waktu singkat itu, mereka berganti kulit, mencari pasangan, berkembang biak, dan bertelur sebelum akhirnya mati.
Seekor betina dapat menghasilkan sekitar 400 hingga 600 telur yang disisipkan ke dalam ranting pohon.
Beberapa minggu kemudian, telur menetas dan nimfa kecil jatuh ke tanah untuk memulai siklus hidup yang sama selama 13 atau 17 tahun berikutnya.
Bagaimana Mereka Tahu Sudah Saatnya Keluar?
Keunikan lain yang masih menjadi misteri adalah kemampuan tonggeret periodik untuk muncul hampir bersamaan setelah hidup belasan tahun di bawah tanah.
Baca juga: 8 Kecoa Paling Cantik di Dunia, Ada yang Berwarna Hijau Metalik
Hingga kini, ilmuwan belum mengetahui mekanismenya secara pasti.
Salah satu teori menyebutkan bahwa nimfa kemungkinan mengenali pergantian musim melalui perubahan pada cairan xilem akar pohon yang mereka hisap.
Perubahan yang terjadi dari tahun ke tahun diduga menjadi petunjuk yang membantu mereka menentukan kapan waktunya menuju permukaan. Namun, dugaan tersebut masih terus diteliti dan belum terbukti sepenuhnya.
Tak Hanya Unik, Tonggeret Periodik Juga Bermanfaat bagi Alam
Kemunculan tonggeret periodik dalam jumlah besar ternyata juga membawa manfaat bagi ekosistem. Lubang-lubang yang ditinggalkan nimfa membantu mengaerasi tanah sehingga air dan udara lebih mudah masuk.
Baca juga: Dari 15 Juta Derajat sampai ke Bumi, Ini Perjalanan Panas Matahari
Setelah mati, tubuh tonggeret menjadi sumber nutrisi, termasuk nitrogen, yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman.
Selain itu, tonggeret juga menjadi sumber makanan melimpah bagi berbagai satwa liar, mulai dari burung hingga mamalia kecil.
Meski betinanya dapat merusak ranting muda saat bertelur, secara keseluruhan tonggeret periodik berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britanica.com, Nwf.org