Dari Seruas Tulang, Ilmuwan Temukan Spesies Dinosaurus Berleher Panjang yang Belum Dikenal
INDOZONE.ID - Penelitian yang dipublikasikan pada 8 Juli 2026 di jurnal Scientific Reports mengungkap penemuan spesies dinosaurus baru yang tidak hanya menambah daftar spesies purbakala, tetapi juga mengubah dugaan ilmuwan tentang seberapa luas dinosaurus berleher panjang pernah hidup di Asia.
Menariknya, penemuan ini berawal dari satu ruas tulang belakang yang selama ini terkubur jutaan tahun. Dari fosil tersebut, tim paleontolog yang dipimpin Dr. Apirut Nilpanapan dari Mahasarakham University, Thailand, berhasil mengidentifikasi spesies baru bernama Uragasaurus kalasinensis.
Berawal dari Satu Tulang, Kok Bisa?
Sekilas, satu ruas tulang belakang mungkin tampak seperti fosil biasa. Namun bagi paleontolog, setiap tulang memiliki bentuk yang khas layaknya sidik jari sehingga dapat digunakan untuk membedakan satu spesies dengan spesies lainnya.
Setelah diperiksa lebih rinci, tulang tersebut ternyata memiliki bentuk yang tidak sama dengan fosil dinosaurus lain yang sudah pernah ditemukan. Hasil CT scan juga menunjukkan bagian dalamnya memiliki pola rongga udara yang khas dinosaurus berleher panjang.
Baca juga: Bukan Sekadar Corak, Ini 4 Rahasia di Balik Warna Hitam Putih Sapi Friesian Holstein
Karena memiliki ciri yang belum pernah ditemukan pada spesies lain, para ilmuwan menetapkannya sebagai spesies baru yang diberi nama Uragasaurus kalasinensis.
Petunjuk Baru tentang Persebaran Mamenchisauridae
Selama puluhan tahun, fosil Mamenchisauridae hampir seluruhnya ditemukan di Cina. Karena itu, para ilmuwan menganggap kelompok dinosaurus berleher super panjang ini hanya berkembang di Asia Timur.
Namun, penemuan Uragasaurus kalasinensis mengubah anggapan tersebut. Spesies ini menjadi Mamenchisauridae pertama yang secara resmi diberi nama dari Thailand, sekaligus membuktikan bahwa kelompok dinosaurus raksasa itu juga pernah hidup di daratan Asia Tenggara pada akhir Periode Jura (Jurrasic Period), sekitar 150–145 juta tahun lalu.
Temuan ini memperluas wilayah persebaran mereka dan memberi petunjuk bahwa daratan Asia pada masa itu kemungkinan saling terhubung sehingga dinosaurus dapat menyebar lebih jauh daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Baca juga: 5 Fakta Rockhead Poacher, Ikan Mungil yang Bikin Ilmuwan Berdebat Karena Lubang di Kepalanya
Jejak Dunia Purba di Thailand
Fosil tersebut ditemukan di Situs Phu Noi, Provinsi Kalasin, yang merupakan bagian dari Formasi Phu Kradung. Kawasan ini menjadi salah satu lokasi dengan koleksi fosil Periode Jura (Jurrasic period), ketika dinosaurus mendominasi Bumi, yang paling kaya di Asia Tenggara.
Keistimewaannya tidak berhenti di situ. Para peneliti juga menemukan fosil hiu purba, ikan, ikan paru, kura-kura, buaya purba, pterosaurus, hingga dinosaurus pemakan daging.
Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa sekitar 150 juta tahun lalu wilayah ini merupakan ekosistem yang sangat kaya akan keanekaragaman satwa purba.
Masih Banyak Misteri yang Belum Terungkap
Meski telah berhasil mengidentifikasi spesies baru ini, para ilmuwan menilai masih banyak hal yang belum diketahui. Mereka menduga Formasi Phu Kradung masih menyimpan fosil-fosil lain yang dapat mengungkap bagaimana dinosaurus berleher panjang berevolusi dan menyebar di Asia jutaan tahun lalu.
Baca juga: 8 Kecoa Paling Cantik di Dunia, Ada yang Berwarna Hijau Metalik
Bagi para ilmuwan, setiap fosil baru bukan sekadar menambah koleksi dinosaurus yang pernah hidup di Bumi. Temuan-temuan tersebut menjadi potongan puzzle yang membantu menyusun kembali sejarah kehidupan jutaan tahun lalu, termasuk bagaimana dinosaurus raksasa bisa berevolusi dan menyebar di Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sci.news, Nature.com