5 Fakta Rockhead Poacher, Ikan Mungil yang Bikin Ilmuwan Berdebat Karena Lubang di Kepalanya
INDOZONE.ID - Dari sekian banyaknya makhluk hidup yang menghuni bumi, masing-masing punya keunikannya sendiri. Begitu pula dengan ikan mungil bernama rockhead poacher (Bothragonus swanii).
Ikan yang termasuk dalam famili Agonidae ini punya beberapa keunikan yang cukup menarik perhatian. Bahkan salah satunya sampai membuat para ilmuwan berdebat hingga kini.
Penasaran apa saja fakta menarik di balik ikan ini? Simak ulasannya berikut ini.
1. Tubuh Mungil, Berbaju Zirah
Rockhead poacher adalah ikan kecil dengan panjang maksimum 8,9 cm, sekitar sebesar jari telunjuk orang dewasa. Ukurannya yang mungil membuatnya sulit ditemukan di antara karang dan bebatuan.
Baca juga: 8 Kecoa Paling Cantik di Dunia, Ada yang Berwarna Hijau Metalik
Meskipun kecil, tubuhnya dilindungi oleh tulang-tulang keras yang melapisi seluruh bagian luar. Penampilannya pun terlihat seperti ikan purba dengan baju zirah, menjadikannya salah satu spesies ikan yang paling unik di habitatnya.
2. Tinggal di Lingkungan yang Berisik
Ikan ini dapat ditemukan di Samudra Pasifik bagian timur, dari perairan Alaska hingga Teluk Carmel, California. Mereka tinggal di perairan dangkal pada kedalaman hingga 18 meter dan sering ditemukan di zona pasang-surut, area yang kadang terendam air dan kadang mengering.
Lingkungan hidup rockhead poacher ternyata begitu berisik. Perairan dangkal dengan suara ombak, batu yang bergeser, dan hewan-hewan lain bercampur jadi satu, membuat lingkungan tempat tinggalnya dipenuhi kebisingan.
3. Ahli Kamuflase di Perairan Dangkal
Di habitatnya, rockhead poacher menunjukkan keahliannya dalam berkamuflase. Warna tubuhnya dapat bervariasi sesuai lingkungan, mulai dari cokelat bergaris gelap, oranye bergaris kebiruan, hingga merah tua dengan garis-garis cokelat.
Baca juga: Dari 15 Juta Derajat sampai ke Bumi, Ini Perjalanan Panas Matahari
Tubuhnya yang keras dan mirip batu juga memungkinkannya untuk menyamar di antara karang atau spons laut. Dari atas, ikan kecil berbaju zirah ini hampir tak bisa dibedakan dari bebatuan di sekitarnya.
4. Punya Lubang di Kepala Sebesar Otak
Selama bertahun-tahun, para ilmuwan memberikan perhatian khusus pada satu ciri paling mencolok dari ikan ini. Ada sebuah cekungan besar membentuk lubang yang terletak tepat di atas kepalanya.
Lubang ini cukup dalam hingga ukurannya hampir sebesar otak ikan itu sendiri. Meskipun mudah terlihat, fungsi sebenarnya dari lubang tersebut masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.
5. Masih Jadi Perdebatan Ilmuwan
Tim peneliti yang dipimpin Daniel Geldof dari Louisiana State University memindai kepala ikan ini dengan sinar-X menunjukkan bahwa ikan ini memiliki tulang rusuk yang pipih, besar, dan fleksibel.
Baca juga: 8 Fakta Blue-fronted Lorikeet, Burung yang Sempat Menghilang Hampir Seabad
Tulang tersebut terhubung dengan otot-otot yang kuat di bagian pangkalnya, sehingga dapat digerakkan dengan tenaga besar.
Tulang ini diduga membentur dinding rongga secara teratur, menciptakan getaran atau bunyi ketukan yang dijuluki "genderang biologis", mirip alat musik perkusi mini di dalam kepala.
Namun, Eric Parmentier, ahli ekomorfologi dari University of Liège, Belgia, tidak sependapat. Menurutnya, benturan tulang diperkirakan menghasilkan frekuensi di atas 1.000 Hz, sementara Geldof memprediksi hanya sekitar 20 Hz.
Mekanisme ini juga belum pernah terekam langsung, baik di lab maupun di alam liar. Tim peneliti pun mengakui bahwa studi lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan apakah lubang ini benar-benar mempunyai fungsi atau sekadar sisa evolusi yang kehilangan peran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber