INDOZONE.ID - Satelit menjadi salah satu teknologi penting yang membantu manusia memantau Bumi dari luar angkasa.
Mesin ini bertugas untuk berbagai aktivitas, misalnya mengambil gambar, mengumpulkan data cuaca, hingga membantu berbagai sistem komunikasi dan navigasi.
Saat ini, ada ribuan satelit yang mengorbit Bumi dengan fungsinya yang berbeda-beda.
Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa satelit bisa tetap berada di atas sana dan tidak jatuh begitu saja dari langit? Nah berikut beberapa penjelasannya:
Cara Kerja Satelit Bisa Mengorbit Bumi
Pada dasarnya, benda yang dilempar ke udara pasti akan jatuh kembali ke tanah karena adanya gravitasi.
Hal yang sama juga berlaku pada satelit karena gravitasi Bumi tetap menariknya meski satelit berada sangat jauh di luar angkasa.
Bedanya adalah satelit tidak hanya “dilempar” ke atas, melainkan diluncurkan menggunakan roket dengan kecepatan sangat tinggi.
Roket inilah yang membawa satelit menembus atmosfer hingga mencapai posisi orbit yang sudah ditentukan.
Setelah berada di lokasi yang tepat, roket akan melepaskan satelit agar dapat bergerak mengelilingi Bumi.
Nah energi dan kecepatan yang didapat dari roket tersebut membuat satelit terus bergerak maju dan gerakan ini disebut momentum.
Baca juga: Bukan Jupiter, Ternyata Ini Planet dengan Satelit Alami Terbanyak di Tata Surya
Jadi, intinya satelit tidak diam menggantung di langit, melainkan terus melaju dengan kecepatan tertentu.
Dari sinilah proses orbit dimulai karena satelit harus terus bergerak agar tidak langsung tertarik jatuh ke Bumi.
Kuncinya Ada pada Keseimbangan Gravitasi dan Momentum
Meski satelit terus bergerak maju, gravitasi Bumi tetap menariknya ke arah bawah.
Namun, karena satelit memiliki momentum dari roket, ia tidak langsung jatuh, melainkan mengikuti jalur melengkung mengelilingi Bumi.
Inilah yang disebut orbit, yaitu kondisi ketika tarikan gravitasi dan gerakan maju satelit berada dalam keseimbangan.
Dengan kata lain, satelit sebenarnya terus “jatuh”, tetapi gerakannya cukup cepat sehingga ia terus mengitari Bumi tanpa menabrak permukaan.
Baca juga: Teori Konspirasi Tentang Satelit Black Knight Pesawat Alien di Orbit Bumi
Kecepatan yang dibutuhkan satelit untuk tetap mengorbit juga berbeda-beda, tergantung jaraknya dari Bumi.
Satelit yang berada lebih dekat harus bergerak lebih cepat karena tarikan gravitasi Bumi lebih kuat, seperti NOAA-20 yang perlu melaju sekitar 17.000 mil per jam.
Sementara itu, satelit yang berada lebih jauh, seperti GOES-East milik NOAA di ketinggian sekitar 22.000 mil, cukup bergerak sekitar 6.700 mil per jam untuk tetap berada di orbit.
Selama keseimbangan ini terjaga, satelit dapat terus mengorbit dalam waktu yang sangat lama tanpa perlu dikhawatirkan jatuh begitu saja ke Bumi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Nesdis.noaa.gov