Rabu, 08 JULI 2026 • 13:16 WIB

7 Fenomena Aneh yang Pernah Terjadi pada Bumi, Kamu Pernah Ngalamin?

Author

fenomena bumi teraneh (freepik)

INDOZONE.ID - Tahukah kamu, bumi banyak menyimpan fonomena aneh yang sering kali tidak kita sadari. 

Bahkan beberapa fenomena membuat para ilmuwan terheran-heran karena tidak masuk akal dengan teorinya. 

Meski terdengar seperti cerita film fiksi ilmiah, beberapa fenomena ini benar-benar pernah terjadi dan masih menjadi perhatian para ilmuwan.

Lantas, fenomena aneh apa saja yang pernah terjadi pada Bumi? Berikut penjelsannya: 

1.Bumi Berputar Lebih Cepat

Dalam beberapa tahun terakhir, rotasi Bumi disebut mengalami percepatan kecil yang membuat durasi hari menjadi sedikit lebih pendek secara teknis.

Selisihnya memang hanya dalam hitungan milidetik, sehingga tidak akan terasa langsung dalam aktivitas sehari-hari.

Namun, perubahan sekecil itu tetap penting karena sistem waktu dunia, seperti  GPS, internet, satelit, hingga transaksi digital bergantung pada ketepatan waktu yang sangat presisi.

Oleh karena itu, muncul pembahasan soal kemungkinan penerapan negative leap second atau pengurangan satu detik dari waktu dunia untuk menjaga sinkronisasi sistem global.

2. Bumi Sempat “Berdenting” seperti Lonceng Raksasa

Selain perubahan rotasi, Bumi juga pernah mencatat getaran misterius yang membuat para ilmuwan penasaran.

Pada September 2023 silam, alat pendeteksi gempa di berbagai belahan dunia menangkap sinyal aneh yang muncul setiap 92 detik dan berlangsung selama 9 hari.

Baca juga: Fenomena Langka! Awan Noctilucent yang Bersinar di Langit Malam

Nah setelah diteliti, getaran itu ternyata berasal dari longsoran gunung batu raksasa di Greenland yang memicu tsunami besar di dalam teluk sempit.

Air yang terjebak kemudian bergoyang maju-mundur dalam waktu lama dan seolah membuat Bumi berdenting seperti lonceng raksasa.

3. Inti Bumi Disebut Mulai Melambat

Kalau sebelumnya dari permukaan Bumi, fenomena berikutnya datang dari bagian terdalam planet ini.

Jadi sekitar ribuan kilometer di bawah kaki manusia, terdapat inti Bumi berupa bola besi raksasa yang berperan penting dalam dinamika planet.

Nah, inti Bumi ini belakangan berputar lebih lambat dibanding lapisan permukaan, bahkan terlihat seperti bergerak mundur jika diamati dari luar.

Meski terdengar seperti cerita fiksi ilmiah, dampaknya bagi manusia diperkirakan sangat kecil dan kemungkinan hanya memengaruhi panjang hari atau medan magnet Bumi secara terbatas.

4. Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Bawa Dampak Besar

Perubahan di dalam Bumi juga mengingatkan pada letusan dahsyat gunung bawah laut Tonga pada 15 Januari 2022.

Letusan tersebut disebut sangat kuat hingga kolom materialnya mencapai ketinggian sekitar 57 kilometer dan menembus lapisan atmosfer atas.

Tidak hanya menyemburkan abu, letusan itu juga membawa uap air dalam jumlah sangat besar ke atmosfer.

Fenomena ini sempat membuat ilmuwan meneliti ulang dampaknya karena uap air tersebut bertahan lama dan memengaruhi kondisi atmosfer bagian atas.

5. Kutub Magnet Utara Terus Bergeser

Selain letusan dan aktivitas inti Bumi, perubahan lain juga terjadi pada kutub magnet utara.

Banyak orang mengira kutub utara selalu diam di satu titik, padahal kutub magnet yang menjadi acuan kompas terus bergerak dari waktu ke waktu.

Baca juga: Daftar 6 Negara dengan Fenomena Matahari Tengah Malam selain di Wilayah Antartika

Kutub magnet utara kini semakin menjauh dari Kanada dan bergerak ke arah Siberia, Rusia.

Pergerakan ini penting dipantau karena berhubungan dengan navigasi, peta magnet dunia, dan sistem yang mengandalkan arah kompas secara akurat.

6. Badai Matahari Pernah Mengganggu Perisai Bumi

Pergerakan medan magnet juga berkaitan dengan bagaimana Bumi menghadapi gangguan dari luar angkasa.

Pada Mei 2024, Bumi disebut mengalami badai magnet kuat yang berasal dari aktivitas Matahari dan memicu kemunculan aurora di wilayah yang tidak biasa.

Fenomena aurora memang terlihat indah, tetapi di balik itu ada gangguan serius terhadap lapisan pelindung Bumi.

Dalam beberapa wilayah, badai tersebut juga disebut sempat memengaruhi sistem GPS dan satelit sebelum kondisi kembali pulih.

7. Es Laut Antartika Makin Berkurang

Kenaikan suhu Bumi juga ikut berdampak pada wilayah paling dingin, termasuk Antartika.

Pada 2023, es laut di kawasan tersebut disebut mencapai titik yang sangat rendah sejak pemantauan satelit dilakukan.

Kondisi ini membuat proses pembekuan kembali berjalan lebih lambat, padahal musim dingin biasanya menjadi waktu bagi air laut untuk berubah menjadi es. J

Jika laut terus menghangat, es di kutub akan semakin sulit pulih dan berisiko mempercepat perubahan lingkungan global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube/Calon Sarjana

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU