Sabtu, 27 JUNI 2026 • 13:30 WIB

Ilmuwan Berhasil Terjemahkan 11 Kosakata dalam Cuitan Burung Zebra Finch

Author

Burung Zebra Finch. (freepik) 

INDOZONE.ID - Dr. Julie Elie dari University of California, Berkeley, memenangkan hadian 100 ribu Dolar AS setelah berhasil menerjemahkan cuitan burung zebra finch

Ia berhasil memecahkan makna 11 kosakata inti dalam komunikasi zebra finch. "Saya benar-benar sangat merasa terhormat," kata Elie saat memenangkan penghargaan Coller-Dolittle 2026 atas capaiannya tersebut, seperti dilaporan The Guardian, Jumat (27/6/2026).

Elie memulai penelitian terhadap pola komunikasi zebra finch 15 tahun lalu. Ia menilai jenis burung ini sangat vokal sehingga bisa menghasilkan banyak data yang bisa diolah. 

Pertama-tama, Elie mengklasifikasi cuitan burung berdasarkan situasi dan burung yang mengeluarkan bunyi itu. Selanjutnya, data yang diperoleh ia analisis menggunakan machine learning.

Baca juga: Malaikat Pencabut Nyawa dalam Islam, Kristen dan Yahudi: Siapa Izrail dan Apa Tugasnya?

Untuk memverifikasi ketepatan bunyi dan makna yang telah ia susun, Elie melakukan serangkaian pengujian. 

Burung zebra finch diperdengarkan suara yang ada dalam daftar kosakatanya. Burung-burung itu kemudian dilatih untuk memberi respons tertentu dengan mematuk tombol. 

"Respons mereka menunjukkan bahwa mereka memiliki gambaran mental tentang arti dari vokalisasi mereka," kata Elie. "Dengan kata lain, mereka memahami makna dari jenis panggilan mereka."

Prof. Yossi Yovel, ahli zoologi di Tel Aviv University sekaligus ketua panel juri Penghargaan Coller-Dolittle 2026, mengatakan bahwa penelitian ini merupakan momen penting dalam bidangnya.

Baca juga: Pesawat Luar Angkasa NASA Temukan Asteroid dengan Tanda-Tanda Air Purba

Penghargaan Coller-Dolittle diinisiasi Jeremy Coller Foundation, yayasan yang mengampanyekan kesadaran terhadap kesejahteraan hewan, pada 2024. 

Jeremy Coller merupakan seorang miliarder Inggris. Ia menggandeng Tel Aviv University untuk menyelenggarakan Penghargaan Coller-Dolittle.

Yayasannya bahkan menyiapkan hadiah utama sebesar 10 juta Dollar AS bagi siapa saja yang berhasil memecahkan masalah komunikasi dua arah antara manusia dan hewan.

Coller optimistis hal itu akan terwujud dalam waktu dekat seiring perkembangan pesat akal imitasi.

Baca juga: Siapa Orang Pertama yang ke Bulan? Jangan Keliru dengan Astronaut Amerika Pertama ke Luar Angkasa

"Saya memiliki yakin kita akan berhasil memecahkannya tersebut pada tahun 2030, sebuah terobosan yang akan bermanfaat bagi manusia dan sesama hewan di seluruh dunia," ucapnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU