Sabtu, 27 JUNI 2026 • 13:27 WIB

Malaikat Pencabut Nyawa dalam Islam, Kristen dan Yahudi: Siapa Izrail dan Apa Tugasnya?

Author

Ilustrasi malaikat pencabut nyawa Izrail (Gemini AI)

INDOZONE.ID - Kepercayaan tentang malaikat pencabut nyawa dikenal dalam berbagai agama Abrahamik, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Sosok ini sering disebut sebagai Malaikat Izrail (Azrael) dalam tradisi Islam populer. 

Namun, secara akademik dan berdasarkan sumber utama Islam, terdapat penjelasan yang menarik mengenai asal-usul penyebutan nama tersebut.

Dalam Islam: Disebut "Malaikat Maut"

Al-Qur'an tidak pernah menyebut nama Izrail secara langsung. Yang disebut adalah Malak al-Maut atau Malaikat Maut, sebagaimana dalam Surah As-Sajdah ayat 11:

"Katakanlah, Malaikat Maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikanmu, kemudian kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."

Baca juga: Arti Ayam Berkokok Tengah Malam: Pertanda Malaikat Turun ke Bumi dan Meninggal Dunia?

Para ulama menjelaskan bahwa tugas malaikat tersebut adalah menjalankan perintah Allah untuk mencabut nyawa manusia pada waktu yang telah ditentukan.

Sementara itu, Surah Az-Zumar ayat 42 menegaskan bahwa hakikatnya Allah-lah yang mengambil ruh manusia, sedangkan malaikat hanya menjalankan tugas yang diperintahkan-Nya.

Dalam sejumlah hadis juga dijelaskan bahwa proses pencabutan nyawa berbeda bagi setiap orang. Orang beriman digambarkan memperoleh kemudahan ketika ruhnya diambil, sedangkan orang yang ingkar mengalami proses yang jauh lebih berat. 

Pesan utamanya bukan untuk menakut-nakuti, melainkan mengingatkan manusia agar selalu memperbaiki amal selama masih hidup.

Benarkah Namanya Izrail?

Nama "Izrail" atau "Azrael" memang sangat populer di kalangan masyarakat Muslim. Namun, banyak ulama menjelaskan bahwa nama tersebut tidak disebutkan secara tegas dalam Al-Qur'an maupun hadis sahih. Karena itu, sebagian cendekiawan lebih memilih menggunakan istilah Malak al-Maut, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur'an.

Meski demikian, nama Azrael telah lama muncul dalam literatur Islam klasik, tafsir, dan tradisi budaya Islam sehingga penggunaannya tetap dikenal luas di berbagai negara Muslim.

Baca juga: Samael, Malaikat Kontoversi Mitologi Kuno

Ilustrasi malaikat pencabut nyawa Izrail (Magnific)

Dalam Agama Yahudi

Dalam tradisi Yahudi, Azrael dikenal dalam sejumlah literatur rabinik dan mistisisme sebagai malaikat yang berkaitan dengan kematian. Namun, penyebutannya tidak ditemukan secara eksplisit dalam kitab Taurat. 

Seiring perkembangan tradisi keagamaan, sosok Azrael berkembang sebagai malaikat yang mengantarkan jiwa manusia ketika ajal tiba.

Dalam Agama Kristen

Alkitab tidak secara langsung menyebut nama Azrael sebagai malaikat pencabut nyawa. Dalam teologi Kristen, kematian dipandang sebagai bagian dari rencana Allah, sementara malaikat lebih sering digambarkan sebagai utusan atau pelayan Tuhan. 

Meski demikian, dalam beberapa tradisi Kristen kuno dan literatur nonkanonik, nama Azrael tetap muncul sebagai malaikat yang berkaitan dengan kematian.

Pesan Spiritual di Balik Malaikat Maut

Dalam Islam, pembahasan mengenai Malaikat Maut bukan dimaksudkan untuk menimbulkan rasa takut semata. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa setiap manusia pasti akan menghadapi kematian, tanpa memandang usia, jabatan, maupun kekayaan.

Kesadaran akan kematian mendorong seseorang untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan, memperbanyak amal saleh, menjaga hubungan dengan sesama, serta memanfaatkan waktu hidup dengan sebaik-baiknya. Dalam perspektif Islam, kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari kehidupan berikutnya yang akan dipertanggungjawabkan berdasarkan amal selama di dunia.

Dengan demikian, sosok Malaikat Maut lebih tepat dipahami sebagai pelaksana kehendak Allah daripada sosok yang menentukan ajal manusia. Ia menjalankan tugas sesuai ketetapan Ilahi, sementara pesan terbesarnya adalah mengingatkan manusia agar selalu mempersiapkan bekal sebelum datangnya kematian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Islamqa.info, Czasopisma.kul.pl/

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU