INDOZONE.ID - Gempa besar Magnitudo 9,0 yang mengguncang Jepang pada 2011 ternyata telah menggeser negara itu beberapa milimeter ke Timur.
Temuan itu dilaporkan peneliti dalam artikel yang dimuat Jurnal Science pada 18 Juni 2026.
Kejadian ini belum pernah terjadi. Meski gempa bumi memang biasa menggeser daratan tapi belum pernah ada catatan sebuah negara secara keseluruhan bergeser karena gempa.
Dalam laporannya, para peneliti menyebut gelombang seismik yang menghujam inti bumi kemudian memantul kembali ke arah permukaan menyebabkan sesar (patahan lempeng bumi) bergeser.
Baca juga: Ilmuwan Temukan "Versi Awal" Stonehenge yang Berusia 500 Tahun Lebih Tua
Ini merupakan kasus pertama di mana gelombang semacam ini menggerakkan suatu sesar.
Ahli seismologi Sunyoung Park dan rekan-rekannya mendeteksi salah satu gelombang tersebut tatkala menggali arsip data seismik dan GPS dari gempa Tohoku di Jepang pada 11 Maret 2011.
Rupanya, gelombang itu turun menembus seluruh lapisan mantel batuan Bumi sejauh 2.900 kilometer hingga mencapai tepi inti Bumi, lalu kembali ke permukaan.
Gelombang itu muncul sekitar 15 menit setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 9,0.
Baca juga: 7 Ras Anjing Penjaga Terbaik untuk Melindungi Rumah, Nomor 1 Jadi Andalan Polisi Dunia
Kemunculannya diikuti fenomena pergeseran tanah secara bersamaan, sebagaimana yang direkam ratusan sensor GPS yang tersebar di seluruh Jepang.
“Kami melihat adanya pergeseran permanen ini,” kata Park, yang berasal dari Universitas Chicago.
Pergeseran tanah, menurut ahli seismologi Caltech, Zachary Ross, menunjukan terjadinya pergeseran sesar.
Fenomena itu terjadi di seluruh penjuru Jepang, dari Pulau Hokkaido di Utara hingga Pulau Kyushu di Selatan. Para peneliti menduga sebagian besar batas lempeng telah terlepas. Dua batas lempeng yang telah melonggar diperkirakan membentang 3.000 kilometer.
Baca juga: Tak Selalu Buruk, Ini Dampak Positif Efek Rumah Kaca bagi Kehidupan di Bumi
“Saya rasa ini sangat masuk akal,” kata Andrea Donnellan, seorang ahli geofisika di Universitas Purdue di West Lafayette, Indiana, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.
Sebagai catatan, panjang robekan sesar yang begitu besar ini juga belum pernah terjadi sebelumnya.
Panjangnya lebih dari dua kali lipat robekan sesar akibat gempa dahsyat Sumatera tahun 2004.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sciencenews.org