Kamis, 11 JUNI 2026 • 16:05 WIB

'Matahari Buatan' China Cetak Rekor Baru, Reaktor Fusi Tembus Batas yang Dianggap Mustahil

Author

Ilustrasi matahari. (freepik)

INDOZONE.ID - Ambisi global untuk mewujudkan proyek "Matahari Buatan" lewat reaktor fusi nuklir garapan China kini semakin nyata. 

Reaktor canggih bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) ini baru saja mengukir sejarah baru, sebuah lompatan besar yang digadang-gadang akan membawa peradaban manusia selangkah lebih dekat menuju era energi bersih tanpa batas.

Melalui serangkaian eksperimen intensif yang dimotori oleh Institute of Plasma Physics, Chinese Academy of Sciences (ASIPP), tim peneliti berhasil menembus batas baru menggunakan EAST. 

Baca juga: Berapa Lama Cahaya Matahari Sampai ke Bumi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Dalam uji coba teranyar tersebut, mereka sukses mencapai tingkat kepadatan plasma ekstrem yang sebelumnya sempat dianggap mustahil untuk diraih.

Dalam eksperimennya, para ahli memanfaatkan proses inovatif yang dikenal sebagai plasma-wall self-organisation (PWSO). 

Implementasi metode PWSO ini terbukti efektif dalam menjaga stabilitas plasma, sekalipun berada dalam parameter kerapatan tinggi yang belum pernah diuji sebelumnya.

Berdasarkan proyeksi tim peneliti, akselerasi kepadatan plasma yang berhasil didorong melewati batasan teoretis selama ini akan mempermudah terjadinya reaksi fusi. 

Hasilnya, proses penyalaan reaktor fusi dapat direalisasikan dengan tingkat efisiensi dan kapasitas energi yang jauh lebih tinggi.

"Temuan ini menunjukkan jalur praktis dan terukur untuk memperluas batas kepadatan tokamak dan perangkat fusi plasma pembakaran generasi berikutnya," kata pemimpin penelitian, Ping Zhu dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong.

Formulasi metodologi baru ini dikembangkan untuk memvalidasi fungsionalitas sistem saat reaktor berada dalam fase performa plasma tingkat tinggi. 

Mengutip dari Neimagazine, uji coba fusi pada EAST berhasil menembus kepadatan elektron di kisaran 1,3–1,65 di atas batas kepadatan Greenwald.

Batas Greenwald sendiri diartikan sebagai batas empiris dari akumulasi kepadatan elektron dalam operasional reaktor fusi. 

Secara teoretis, apabila densitas elektron melebihi parameter tersebut, kestabilan plasma akan terganggu dan berisiko memicu kerusakan fatal pada sistem.

Baca juga: 5 Fakta Menarik di Balik Arah Terbitnya Matahari

Keberhasilan pengoperasian reaktor di atas ambang batas tersebut sekaligus memecahkan kendala teknis yang telah lama dihadapi oleh industri fusi nuklir. 

Selain itu, hasil eksperimen ini memvalidasi rezim densitas yang sebelumnya diproyeksikan dalam model PWSO. 

Teori tersebut berhasil mengurai mekanisme fisik di dalam perangkat fusi kurungan magnetik, khususnya ketika fase interaksi mandiri antara plasma dan dinding komponen terjadi, yang pada akhirnya memengaruhi regulasi batas densitas plasma serta meminimalisasi akumulasi zat pengotor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Neimagazine

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU