INDOZONE.ID - Fase bulan memang selalu berubah, mulai dari sabit hingga purnama. Akan tetapi, ada satu momen langka dalam siklus tersebut yang disebut sebagai blue moon.
Jangan salah kaprah dulu, nama ini bukan berarti bulan akan berubah warna menjadi biru saat malam tiba.
Di dunia astronomi, istilah blue moon punya arti khusus yang sangat menarik untuk dikulik. Sebagai salah satu jenis purnama yang jarang terjadi, fenomena ini selalu dinantikan banyak orang.
Penasaran apa sebenarnya fenomena ini? Simak deretan fakta tentang blue moon yang wajib kamu ketahui di bawah ini!
Baca juga: Dari Flower Moon hingga Blue Moon, Ini Fenomena Langit Mei 2026
Mengenal Apa Itu Blue Moon
Blue moon atau bulan biru merupakan istilah untuk bulan purnama tambahan yang terjadi dalam 1 bulan kalender.
Pada Mei 2026 ini, fenomena blue moon tercipta karena hadirnya dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender yang sama.
Purnama pertama sudah menyapa langit pada 2 Mei 2026, dan purnama kedua dijadwalkan muncul pada 31 Mei 2026. Nah, purnama kedua di akhir bulan inilah yang berhak menyandang gelar blue moon.
Berdasarkan penjelasan NASA, fenomena ini bisa terjadi karena satu siklus fase Bulan sebenarnya hanya memakan waktu sekitar 29,5 hari.
Karena durasinya yang lebih pendek dari mayoritas bulan di kalender kita, maka dalam kondisi tertentu satu bulan masehi bisa "kebobolan" dua kali bulan purnama.
Meski terdengar langka, blue moon sebenarnya bukan fenomena yang sangat aneh. Peristiwa ini biasanya terjadi sekitar 2 hingga 3 tahun sekali. Hanya saja, sebutannya yang berbeda membuat blue moon sering jadi sorotan publik.
Bulan Tidak akan Berubah Menjadi Biru
Masih banyak yang salah mengira kalau blue moon berarti bulan akan berubah jadi biru. Faktanya, menurut Time and Date, istilah ini hanya merujuk pada siklus kalender dan fase Bulan.
Saat blue moon tiba, warnanya tetap abu-abu keputihan seperti purnama biasa. Jika ada momen di mana Bulan benar-benar terlihat biru, itu adalah peristiwa super langka karena polusi debu atau asap di atmosfer Bumi. Jadi, blue moon adalah fenomena keunikan waktu, bukan perubahan warna.
Waktu dan Cara Mengamati Blue Moon
Kamu bisa menyaksikan langsung fenomena blue moon ini pada malam nanti, 31 Mei 2026, tepat saat bulan mencapai fase purnama penuhnya.
Berdasarkan data dari situs In-The-Sky.org, purnama ini mendapat julukan blue moon murni karena menjadi purnama kedua yang menyambangi kita sepanjang bulan Mei 2026.
Menariknya, bulan akan terus menemanimu hampir sepanjang malam, mulai dari matahari terbenam hingga menjelang fajar.
Kamu pun tidak perlu repot-repot menyiapkan teleskop atau alat khusus, karena blue moon bisa dilihat langsung dengan mata telanjang.
Supaya pemandangannya makin maksimal, cobalah cari spot yang lapang dan jauh dari gemerlap lampu perkotaan.
Baca juga: Kemunculan Blue Moon Yang Penuh Mistis
Kalau cuacanya bersahabat, kamu bakal melihat bulan purnama yang bersinar sangat terang dan indah di langit malam.
Semesta alam memang selalu punya cara unik untuk menamai fenomena indahnya. Selain blue moon, ternyata setiap bulan purnama di sepanjang tahun punya julukan tersendiri yang tidak kalah estetik, contohnya snow moon, flower moon, hingga pink moon.
Nah, setelah mengupas tuntas fakta di balik blue moon, apakah kamu jadi makin penasaran dan tertarik untuk meluangkan waktu menyaksikan pesona purnama langka ini nanti malam?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: In-the-sky.org