Kamis, 23 APRIL 2026 • 16:33 WIB

Mengenal Nyamuk Anopheles: Vektor Utama Malaria dan Bedanya dengan Aedes aegypti

Author

Ilustrasi Nyamuk Anopheles (cdc.gov)

INDOZONE.ID - Nyamuk Anopheles merupakan salah satu spesies nyamuk yang paling berbahaya bagi kesehatan manusia karena menjadi vektor utama penyakit malaria

Menurut World Health Organization (WHO), malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit Plasmodium .

Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global dengan jutaan kasus setiap tahunnya, terutama di wilayah tropis.

1. Ciri fisik dan cara menggigit

Secara ilmiah, Anopheles memiliki ciri khas saat menggigit, yaitu posisi tubuhnya miring atau menungging (sekitar 45 derajat) terhadap permukaan kulit manusia. Hal ini membedakannya dari Aedes aegypti yang biasanya sejajar dengan permukaan kulit saat menghisap darah.

Baca juga: Bedanya Nyamuk Jantan dan Betina: Siapa Sebenarnya yang Suka Gigit?

Perbedaan ini juga dijelaskan dalam studi di jurnal Parasites & Vectors, yang menunjukkan bahwa perilaku makan nyamuk dipengaruhi oleh struktur tubuh dan adaptasi evolusioner masing-masing spesies .

Sementara itu, Aedes aegypti lebih dikenal sebagai penyebar demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, dan Zika.

Ilustrasi nyamuk anopheles dan aedes aegepty (Istimewa)

2. Waktu aktif menggigit

Nyawa Anopheles bersifat nokturnal (aktif malam hari). Studi dari CDC menjelaskan bahwa aktivitas menggigit paling tinggi terjadi pada malam hari hingga dini hari, sekitar pukul 18.00–05.00 .

Sebaliknya, Aedes aegypti lebih aktif pada siang hari, terutama pagi dan sore. Perbedaan waktu aktivitas ini sangat penting dalam strategi pencegahan, seperti penggunaan kelambu atau repelan.

3. Habitat dan tempat berkembang biak

Menurut penelitian di jurnal Malaria Journal dan Parasites & Vectors, Anopheles berkembang biak di air bersih yang tergenang di alam terbuka, seperti rawa, sawah, parit, atau genangan air yang bersentuhan dengan tanah .

Larva Anopheles hidup di permukaan air tanpa tabung pernapasan (siphon), sehingga mereka sering ditemukan sejajar dengan permukaan air.

Baca juga: Pernah Jadi Misteri, Hasil DNA Terungkap Raja Tutankhamun Mengidap Malaria

Berbeda dengan itu, Aedes aegypti justru berkembang biak di wadah buatan manusia seperti bak mandi, ban bekas, dan penampungan air rumah tangga.

4. Siklus hidup

Studi ilmiah menunjukkan bahwa siklus hidup Anopheles terdiri dari empat tahap: telur, larva, pupa, dan dewasa. Proses ini berlangsung sekitar 7–14 hari tergantung suhu lingkungan .

Nyamuk dewasa betina dapat hidup hingga beberapa minggu dan dalam periode tersebut menjadi vektor penular malaria.

5. Dampak kesehatan

Malaria yang ditularkan oleh Anopheles dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi, menggigil, anemia, hingga kematian jika tidak ditangani. WHO mencatat malaria masih menyebabkan ratusan ribu kematian setiap tahun di dunia 

Sementara itu, Aedes aegypti menyebabkan penyakit seperti DBD yang juga menjadi masalah besar di negara tropis.

Intinya nih yah, nyamuk Anopheles dan Aedes aegypti sama-sama berbahaya, tetapi memiliki perbedaan penting dari segi perilaku, waktu aktivitas, dan habitat. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: WHO

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU