INDOZONE.ID - Tahukah kamu bahwa dalam budidaya jangkrik, pemberian daun pepaya segar sudah menjadi standar untuk mendukung perkembangan tubuhnya.
Meski demikian, variasi pakan lain tetap diperlukan guna mempercepat masa panen.
Daftar pakan yang disajikan dalam ulasan ini bertujuan memberikan panduan bagi para peternak dalam memilih asupan yang tepat, sehingga jangkrik yang dikelola tidak hanya tumbuh sehat tetapi juga mencapai ukuran maksimal dengan lebih cepat.
Baca juga: Fakta Jangkrik, Serangga Omnivora Bersuara Khas
4 Makanan Jangkrik yang Bagus agar Cepat Besar
Jangkrik merupakan serangga omnivora yang cenderung mengonsumsi berbagai jenis dedaunan di habitat alaminya.
Berdasarkan buku Budi Daya Jangkrik karya Ade Yusdira dkk. (2016), serangga dari famili Gryllidae ini lazim ditemukan di kawasan rerumputan, pekarangan, hingga rimbunnya vegetasi.
Secara taksonomi, hewan dengan nama latin Gryllus sp. ini hidup secara berkelompok dan sering memanfaatkan lipatan daun atau celah bongkahan tanah sebagai tempat perlindungan yang strategis.
Mekanisme komunikasi jangkrik dilakukan melalui gesekan sayap yang menghasilkan suara mengerik yang khas.
Uniknya, kemampuan ini hanya dimiliki oleh jangkrik jantan, yang memanfaatkan suara tersebut sebagai sarana untuk menarik perhatian betina.
Sebagai hewan nokturnal, jangkrik memiliki tingkat aktivitas yang tinggi pada malam hari, termasuk dalam pencarian sumber nutrisi.
Sebagaimana dipaparkan dalam buku Yang Unik Dari Si Pengerik Ulung(2012), dedaunan hijau merupakan jenis pakan utama yang paling sering dicari jangkrik di habitat aslinya.
Makanan utama jangkrik adalah daun-daunan, umbi-umbian, dan sayur-sayuran yang tumbuh di sawah atau tegalan, di semak-semak atau di hutan-hutan. Berikut ini adalah ragam makanan jangkrik yang bagus untuk pertumbuhannya:
1. Sawi putih
Sawi merupakan salah satu sayuran yang sangat direkomendasikan untuk konsumsi jangkrik dewasa. Teksturnya yang lunak serta kadar air yang tinggi sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan hidrasi jangkrik.
Sayuran ini pun sangat mudah ditemukan di pasar tradisional maupun swalayan. Namun, demi menjaga kelangsungan hidup ternak, sangat penting untuk mencuci sawi hingga benar-benar bersih guna memastikan tidak ada residu pestisida yang tertinggal.
2. Daun dan batang pohon pepaya
Daun dan batang dari pohon pepaya ini juga salah satu makanan yang bagus untuk jangkrik. Sebelum memberikan daun dan batang pohon pepaya, rendam daun pepaya terlebih dahulu lalu tiriskan hingga kering.
Sebaiknya daun dan batang pohon pepaya tidak diberikan pada jangkrik dalam kondisi terlalu basah maupun tidak terlalu kering.
3. Kangkung
Kangkung merupakan jenis sayuran hijau yang sangat bermanfaat bagi optimalisasi perkembangan jangkrik.
Selain ketersediaannya yang melimpah di pasar tradisional maupun toko sayur, kangkung juga menjadi pilihan pakan yang ekonomis.
Sebelum diberikan sebagai pakan, sangat disarankan untuk membilas kangkung di bawah air mengalir guna meluruhkan sisa-sisa pestisida. Langkah sterilisasi ini krusial untuk mencegah keracunan pada koloni jangkrik.
Baca juga: Apakah Serangga Tidur? Fakta Menarik di Balik Dunia Kecil Mereka
4. Batang dan daun pisang
Selain bernutrisi tinggi, daun dan batang pisang mampu memenuhi kebutuhan cairan harian jangkrik secara seimbang. Pastikan kamu hanya memberikan daun yang benar-benar segar guna menjaga kualitas pakan.
Khusus untuk penggunaan gedebog pisang, kriteria terbaik adalah yang sudah agak mengering dengan kandungan air di bawah 50%.
Sebagai penutup, daftar pakan di atas merupakan pilihan terbaik untuk memacu pertumbuhan jangkrik, asalkan diberikan secara rutin sesuai dengan tahap usianya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan