Senin, 20 APRIL 2026 • 12:20 WIB

Mengenal Hewan Paling Lambat di Dunia: Dari Siput hingga Koala

Author

Ilustrasi siput. (Freepik)

INDOZONE.ID - Ketahanan hidup di alam liar sering kali dikaitkan dengan kecepatan, namun bagi beberapa hewan, gerakan lambat justru menjadi kunci keselamatan. 

Strategi ini memungkinkan mereka untuk menyatu dengan lingkungan guna menghindari perhatian predator sekaligus menekan konsumsi energi seminimal mungkin. 

Fenomena biologi ini menunjukkan bahwa efisiensi tidak selalu berarti kecepatan tinggi. 

Artikel berikut akan mengulas beberapa hewan dengan pergerakan terlambat di dunia, yang membuktikan bahwa adaptasi pasif memiliki keunggulan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan hidup spesies di kondisi yang menantang.

Baca juga: Mengenal Platipus si Hewan Paling Aneh yang Sempat Dianggap Hoax oleh Ilmuwan

1. Siput

Siput merupakan salah satu organisme dengan pergerakan paling lambat, yakni hanya sekitar 0,048 km per jam. 

Kecepatan rendah ini berkaitan erat dengan struktur tubuhnya yang lunak dan penggunaan lendir sebagai media untuk merayap dengan aman. 

Mekanisme tersebut memastikan tubuh siput terlindungi dari gesekan benda tajam serta memungkinkan kontrol penuh saat melewati medan yang sulit. 

Walaupun lambat, sistem pergerakan ini sangat efektif sebagai bentuk adaptasi fisik untuk menjaga integritas tubuhnya dari ancaman eksternal.

2. KungkangKungkang (Bradypus). (Flickr/Klaus Area Rug)

Dalam jajaran mamalia, kungkang menonjol karena pergerakannya yang ekstrem lambat, yakni hanya sekitar 0,24 km per jam. 

Fenomena biologi ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah bentuk adaptasi evolusioner untuk mengompensasi asupan kalori yang rendah dari makanan utamanya. 

Selain berfungsi sebagai konservasi energi, mobilitas minimal ini bertindak sebagai kamuflase perilaku yang efektif. 

Dengan bergerak nyaris tidak terlihat, kungkang mampu meminimalisir risiko terdeteksi oleh pemangsa, menjadikannya salah satu penyintas paling unik di ekosistem hutan tropis.

3. Bintang Laut

Bintang laut. (Wikipedia/Nhobgood Nick Hobgood)

Bintang laut merupakan organisme echinodermata yang dikenal melalui morfologi tubuhnya yang ikonis serta mobilitas rendah di zona bentik (dasar laut). 

Spesies ini bernavigasi menggunakan sistem vaskular air yang menggerakkan ratusan kaki tabung (tube feet), dengan daya jelajah yang sering kali hanya mencapai beberapa meter per jam. 

Kinetika lambat ini bukanlah sebuah inefisiensi, melainkan strategi stabilitas untuk mengeksplorasi substrat tanpa mengganggu keseimbangan mikro-ekosistem di sekitarnya. 

Selain itu, bintang laut mengandalkan reseptor sensorik dan kimiawi yang tajam untuk mendeteksi keberadaan mangsa maupun ancaman predator secara presisi.

4. Koala

Ilustrasi koala. (Pexels/Mirko Ott)

Koala merupakan marsupial endemik Australia yang memiliki karakteristik unik berupa ritme hidup dengan mobilitas rendah. 

Satwa ini mengalokasikan hingga 20 jam per hari untuk beristirahat di atas tajuk pohon dan hanya aktif saat mengonsumsi daun eukaliptus sebagai sumber nutrisi utama. 

Rendahnya asupan energi dari diet folivora tersebut memaksa koala untuk mengoptimalkan konservasi energi dengan meminimalisir pergerakan fisik. 

Baca juga: 7 Fakta Biologis tentang Jerapah, Hewan Darat Tertinggi dengan Keunikan Luar Biasa

Dukungan sistem metabolisme yang lamban memungkinkannya memproses serat kasar dan senyawa toksik pada eukaliptus yang umumnya sulit dicerna oleh spesies mamalia lainnya.

Walau mungkin bergerak dengan kecepatan yang lebih lambat daripada hewan-hewan lain, namun deretan hewan di atas tetap bisa bertahan hidup dengan baik di habitat aslinya. 

Bagaimana pun juga setiap spesies biasanya memiliki strategi tersendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan, serta kondisi lingkungan yang ada di sekitar. 

Dengan memahami keunikan dari hewan-hewan di atas, maka bisa belajar bahwa keberhasilan hidup datang dalam berbagai bentuk, termasuk melalui keheningan dan kelambanan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU