Minggu, 12 APRIL 2026 • 17:47 WIB

Kenapa Kucing Tiba-Tiba Mogok Makan, Ini Sebabnya

Author

Ilustrasi kucing mogok makan. (Dok. Freepik.)

INDOZONE.ID - Kucing yang tiba-tiba ogah makan bukan berarti sakit atau manja tanpa alasan.

Sebuah studi ilmiah menemukan bahwa kucing berhenti makan bukan karena kenyang, melainkan karena bosan dengan aroma makanan yang sama.

Peneliti merekrut 12 kucing peliharaan dan menahan makanan mereka selama 16 jam penuh.

Setelah periode puasa itu, kucing-kucing diberi enam hidangan berturut-turut, masing-masing selama 10 menit.

Hasilnya, ketika semua mangkuk berisi makanan yang sama, kucing makan makin sedikit di setiap hidangan berikutnya. Padahal mereka lapar.

Baca juga: 4 Fakta Ilmiah tentang Cara Kucing Berkomunikasi dengan Manusia, Ternyata Penuh Makna

Tapi begitu dikasih makanan berbeda, minat makan mereka naik lagi.

Dlam satu percobaan, kucing diberi lima hidangan identik, lalu satu hidangan berbeda di akhir.

Bahkan ketika hidangan terakhir itu adalah makanan yang paling tidak mereka sukai, kucing tetap menunjukkan minat baru untuk makan.

Kucing Suka Membuka Mulut Setelah Mengendus Sesuatu (britannica.com)

Bukan Soal Rasa, tapi Soal Bau

Ternyata hidung kucing lebih berperan daripada lidahnya.

Para peneliti menemukan bahwa aroma makanan baru saja sudah cukup untuk memancing nafsu makan, meski makanan yang disajikan tetap sama.

Sebaliknya, paparan terus-menerus terhadap satu aroma membuat kucing makan lebih sedikit.

"Studi ini menunjukkan bahwa penghentian makan dini pada kucing domestik terkait erat dengan faktor penciuman, bukan hanya rasa kenyang fisiologis. Ketika makanan yang sama disajikan berulang kali, kucing secara bertahap mengurangi asupannya, bahkan setelah berpuasa semalaman," tulis para peneliti dikutip dari IFl Science.

Fenomena ini mirip dengan apa yang terjadi pada manusia atau dikenal sebagai "kejenuhan spesifik sensorik penciuman."

Pada manusia, efek ini terkait dengan penurunan aktivasi di korteks orbitofrontal, bagian otak yang berkaitan dengan kesenangan dan penghargaan. Pada kucing, mekanisme neurologis serupa masih diteliti lebih lanjut.

Ada alasan mengapa kucing berbeda dari anjing dalam hal makan. Anjing cenderung makan rakus dan menghabiskan apapun yang ada di mangkuk. Hal itu karena warisan dari nenek moyang mereka, serigala, yang berburu dalam kelompok dan makan sebanyak mungkin saat ada kesempatan.

Kucing domestik berasal dari kucing liar yang berburu sendirian. Mereka terbiasa memangsa hewan kecil beberapa kali sehari dalam porsi kecil. Itu sebabnya kucing peliharaan cenderung makan sedikit-sedikit, bukan langsung menghabiskan seluruh isi mangkuk sekaligus.

Habituasi penciuman kebosanan terhadap bau yang sama, kemungkinan besar adalah mekanisme di balik perilaku ini.

Cara Praktis Mengatasi Kucing yang Susah Makan

Implikasi dari studi ini cukup praktis untuk pemilik kucing. Kalau kucing kamu susah makan, coba rotasi menu secara berkala.

Tidak perlu ganti brand setiap hari, variasi rasa atau tekstur sudah cukup untuk memancing aroma baru yang mengaktifkan kembali nafsu makan mereka.

Sebaliknya, kalau kucingmu cenderung obesitas dan susah dikontrol porsinya, menyajikan makanan yang monoton justru bisa membantu membatasi asupannya secara alami.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU