INDOZONE.ID - Pada tahun 2000, seorang karyawan magang NASA bernama Thad Roberts mencuri sampel batuan Bulan senilai hingga USD21 juta dari laboratorium Johnson Space Center di Houston. Ia kemudian menggunakannya sebagai alas untuk berhubungan intim.
Kasus ini tercatat menjadi salah satu pencurian paling aneh dalam sejarah badan antariksa Amerika Serikat.
Thad Roberts seorang mahasiswa Universitas Utah yang mengambil tiga jurusan sekaligus, fisika, geologi, dan geofisika. Dia punya mimpi menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di Mars.
Untuk mewujudkan mimpinya, sebagai langkah awal, dia masuk melalui program magang NASA. Tapi ambisi Roberts rupanya tidak berhenti di sana.
Selama magang, dia mulai melakukan “kenakalan kecil”, termasuk menyelinap masuk ke simulator Pesawat Ulang-alik. Pelanggaran itu kemudian berubah menjadi lebih parah saat dia melihat koleksi batuan Bulan di laboratorium dan mencurinya.
Bagaimana Cara Mencurinya?
Bersama dua rekan magang, Tiffany Fowler dan Shae Saur, Roberts masuk ke laboratorium menggunakan kartu identitas NASA resmi mereka. Tidak ada penyamaran. Tidak ada adegan aksi seperti di film-film.
Di dalam lab, tim kecil tersebut mengambil brankas yang ternyata menyimpan sampel batuan Bulan. Bebatuan itu dikumpulkan selama tiga misi Apollo, beserta catatan tulisan tangan selama tiga dekade. Semuanya dibawa kabur dalam satu malam oleh Thad dan kolega.
Baca juga: Fakta tentang Bulan yang Bikin Melongo: Dari Satelit Bumi sampai Jejak Manusia Pertama di Permukaan
Baca juga: Fenomena Langit Bulan April: Ada Pink Moon hingga Hujan Meteor Lyrids
Hanya saja, pada suatu malam, ketika mereka tidak bisa membuka brankas, mereka meletakkan bebatuan Bulan di atas troli dan keluar dari laboratorium dengan santai.
Berhubungan Intim di Atas Batuan Bulan NASA
Sebelum berusaha menjual batuan tersebut, Roberts melakukan sesuatu yang tidak pernah terbayangkan oleh siapa pun. Berhubungan intim.
"Saya mengambil beberapa batuan bulan, dan saya meletakkannya di bawah selimut di tempat tidur," kata Roberts kepada CBS News via IFL Science.
Dia pun ditanya apakah benar-benar berhubungan intim di atas batuan Bulan?
"Ya. Aku tidak pernah mengatakan apa pun, tapi aku yakin dia (patnernya) bisa merasakannya. Dia juga tidak pernah mengatakan apa pun secara langsung, tapi itu lebih tentang simbol dari apa yang kami lakukan,” ungkapnya.
Roberts juga mengakui pengalamannya nggak membuatnya nyaman. Tapi ada satu hal yang membuat dia menikmati.
“Saat itu bukan soal kenyamanan. Yang penting adalah ekspresinya. Dan belum pernah ada yang berhubungan seks di Bulan sebelumnya," ucapnya.
Ditangkap FBI Gara-Gara Iklan Jual Batu
Rencana Roberts untuk menjual batuan itu juga tidak lebih canggih dari cara mencurinya. Dia mendaftarkan sampel tersebut di situs web Klub Mineralogi Antwerp, Belgia. Seorang kolektor curiga, lalu melaporkannya ke FBI.
Agen FBI kemudian mengirim email dengan berpura-pura ingin membeli. Roberts, yang menggunakan nama samaran Orb Robinson, setuju untuk bertemu di sebuah restoran Italia di Florida.
Di sana, "calon pembeli" yang dia temui ternyata adalah agen FBI.
Dia ditangkap di tempat. Saat rumahnya digeledah, polisi menemukan fosil dinosaurus curian.
Nggak Bisa Diperbaiki
Roberts akhirnya divonis delapan tahun penjara federal. Tapi hukuman itu, menurut FBI, nggak setimpal.
"Para pencuri muda itu tidak hanya mencoba menjual koleksi sampel bulan yang bernilai hingga 21 juta dolar (AS). Dalam prosesnya, mereka juga mencemari sampel-sampel tersebut, sehingga praktis tidak berguna bagi komunitas ilmiah," ungkap agen FBI yang tak disebutkan namanya tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IFL SCIENCE