Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 APRIL 2026 • 10:10 WIB

Berapa Lama Jatuh Menembus Inti Bumi? Ini Jawaban Terbarunya

Berapa Lama Jatuh Menembus Inti Bumi? Ini Jawaban TerbarunyaIlustrasi Bumi. (photo/Ilustrasi/Pexels/Pixabay)

INDOZONE.ID - Pernahkah kamu membayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk jatuh menembus inti Bumi hingga mencapai sisi lainnya? 

Dalam kelas pengantar fisika, skenario ini sering dijelaskan melalui konsep 'terowongan gravitasi', sebuah lubang imajiner yang menembus jantung planet kita. 

Berdasarkan perhitungan klasik tahun 1966, durasi jatuh bebas tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar 42 menit dan 12 detik. 

Baca juga: Mengenal Lapisan Atmosfer Bumi dan Fungsinya, Pelindung Tak Terlihat yang Menjaga Kehidupan

Sayangnya, teori ini mengabaikan realitas teknis pengeboran sedalam 12.742 kilometer, yang secara praktis hampir mustahil diwujudkan mengingat kepadatan dan kondisi ekstrem lapisan interior Bumi.

Studi terbaru dari para peneliti di McGill University, Montreal, mengungkapkan bahwa durasi perjalanan menuju sisi lain Bumi ternyata lebih singkat dari estimasi klasik sebelumnya. 

Kecepatan jatuh dalam skenario ini sangat bergantung pada intensitas tarikan gravitasi, yang ditentukan oleh distribusi massa planet. 

Dengan asumsi kondisi vakum atau tanpa hambatan udara, perjalanan lintas pusat Bumi ini diprediksi berlangsung lebih cepat dari perhitungan 42 menit yang selama ini kita kenal.

"Seperti jatuhnya air, proses perpindahan ini akan memakan waktu 38 menit dan 11 detik saja dengan kecepatan 8 kilometer per detik," kata Alexander Klotz, pakar fisika yang memimpin studi, seperti dikutip dari Live Science. 

Klotz menjelaskan bahwa di titik tengah perjalanan, gaya gravitasi akan secara otomatis membalikkan orientasi objek. Temuan ini telah dipublikasikan bersama timnya dalam American Journal of Physics edisi Maret. 

Dalam studinya, Klotz juga membedah tantangan struktural interior planet kita. Berdasarkan data seismik, ia memetakan kepadatan Bumi yang bervariasi, mulai dari sekitar 3 gram per sentimeter kubik di lapisan permukaan hingga mencapai densitas ekstrem sebesar 13 gram per sentimeter kubik di bagian inti.

Analisis Klotz menunjukkan bahwa kepadatan planet ini tidak mengalami lonjakan drastis, meskipun terdapat peningkatan densitas sebesar 50% di zona transisi antara mantel dan inti luar pada kedalaman 2.900 kilometer. 

Baca juga: Mengejutkan, Lapisan Es di Wilayah Terdingin di Antartika Runtuh, Bumi Makin Panas?

Terkait kendala tekanan udara, ia berasumsi bahwa kemajuan teknologi yang mampu membangun terowongan tersebut seharusnya juga dapat mengatasi masalah sirkulasi udara. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Live Science

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Berapa Lama Jatuh Menembus Inti Bumi? Ini Jawaban Terbarunya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!