Senin, 06 APRIL 2026 • 09:25 WIB

Bumi Cuma Muat 2,5 Miliar Orang, Sekarang 'Overload' 8 Miliar

Author

Ilustrasi Bumi. (Freepik)

INDOZONE.ID - Penelitian terbaru dari Flinders University, Australia, menyimpulkan bahwa kapasitas berkelanjutan Bumi hanya cukup untuk sekitar 2,5 miliar manusia.

Angka tersebut jauh di bawah populasi dunia saat ini yang sudah melampaui 8 miliar jiwa.

MelansirnIFLScience, Senin (6/4/2026), studi tersebut terbit di jurnal Environmental Research Letters.

Para peneliti menganalisis data populasi global dan tingkat konsumsi sumber daya selama lebih dari satu milenium dari tahun 1000 M hingga hari ini.

Baca juga: Asteroid Ryugu Bawa 5 Bahan Pembentuk DNA, Mungkinkah Ada 'Bumi Lain' di Alam Semesta?

Hasilnya selama berabad-abad, populasi dan sumber daya tumbuh dalam keseimbangan yang relatif stabil.

Ketika jumlah manusia bertambah, permintaan energi dan pangan ikut naik. Tapi inovasi teknologi dan regenerasi alam selalu berhasil mengimbanginya.

Pertumbuhan penduduk bahkan mendorong kemajuan teknologi, menciptakan siklus yang saling menguatkan.

Keseimbangan itu mulai retak setelah Perang Dunia II.

Baca juga: Siklus Batuan di Bumi: Perjalanan Panjang dari Magma Hingga Kembali Lagi ke Dalam Perut Bumi

Titik Balik 1962

Ledakan populasi global di era 1950-an jadi pemicunya.

Lalu pada 1962, dunia memasuki apa yang disebut ilmuwan sebagai fase negatif demografis, momen ketika pertumbuhan penduduk tidak lagi menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sepadan.

Sejak titik itu, laju pertumbuhan penduduk terus melambat.

Proyeksi terbaru memperkirakan populasi Bumi akan mencapai puncaknya di kisaran 11,7–12,4 miliar jiwa pada akhir tahun 2060-an atau 2070-an.

Kemudian untuk pertama kalinya mengalami penurunan sejak Wabah Hitam melanda di abad ke-14.

Salah satu akar masalahnya adalah ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil.

Batu bara, minyak, dan gas alam memang mendongkrak produksi pangan, energi, dan industri secara dramatis, tapi sekaligus menyembunyikan batas kemampuan alam.

Dengan terus mengeksploitasi sumber daya yang tidak terbarukan ini, manusia seolah berhasil menghindari "tanda peringatan" krisis ekologis.

Padahal yang terjadi hanyalah penundaan. Seiring menipisnya cadangan fosil, tekanan terhadap iklim dan lingkungan akan semakin sulit disembunyikan.

Para peneliti menyebut ini bukan solusi, melainkan utang ekologis yang terus menumpuk.

2,5 Miliar Angka yang Diperdebatkan

Angka 2,5 miliar bukan konsensus ilmiah universal.

Studi lain menunjukkan Bumi bisa menopang populasi lebih besar, tergantung bagaimana teknologi berkembang dan bagaimana sumber daya dikelola secara kolektif.

Para penulis studi ini tidak menganjurkan kebijakan pengendalian populasi ekstrem.

Fokus mereka justru pada perubahan cara manusia menggunakan lahan, air, energi, dan material, bukan soal berapa banyak manusia yang boleh hidup.

Keputusan yang dibuat dalam beberapa dekade ke depan, kata mereka, akan menentukan nasib umat manusia dan ekosistem global secara keseluruhan.

Generasi yang hidup hari ini, termasuk yang berusia 18–35 tahun sekarang adalah generasi yang akan menanggung konsekuensi terbesar dari pilihan-pilihan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: IFL SCIENCE

Author
Tags bumi
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU