Jumat, 03 APRIL 2026 • 17:43 WIB

Fakta atau Mitos: Bersembunyi di Dalam Kulkas Bisa Menyelamatkanmu dari Bom Atom, Benarkah?

Author

Ilustrasi bersembunyi di kulkas dan terlempar karena nuklir (Gemini)

INDOZONE.ID - Bua yang pernah menonton film Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull, ada adegan menampilkan sang tokoh utama bertahan hidup dari ledakan nuklir dengan cara bersembunyi di dalam kulkas

Secara visual, adegan ini terasa menegangkan sekaligus “meyakinkan”. Namun, jika ditinjau dari sudut pandang sains, skenario tersebut justru sangat tidak realistis dan berpotensi mematikan seperti yng dikutip darlam situs Wired.

Benarkah bisa selamat dengan bersembunyi dengan kulkas?

Gelombang Kejut: Kulkas Bukan Tempat Aman, Melainkan Proyektil

Ledakan nuklir menghasilkan gelombang kejut yang luar biasa kuat. Tekanan udara yang dilepaskan mampu menghancurkan bangunan dan melemparkan benda-benda berat dalam hitungan detik. 

Baca juga: Pembunuhan JFK Diduga Karena Menentang Program Nuklir Israel, Anggota Kongres AS Ini Beri Bocoran

Dalam situasi seperti ini, kulkas bukanlah tempat berlindung yang kokoh. Sebaliknya, ia akan berubah menjadi benda lepas yang mudah terangkat dan terlempar oleh tekanan tersebut.

Seseorang yang berada di dalamnya tidak akan “terlindungi”, melainkan ikut terbawa dalam gerakan tak terkendali. Benturan keras, putaran, dan percepatan ekstrem akan menyebabkan cedera fatal. 

Dengan kata lain, berada di dalam kulkas saat ledakan terjadi justru sama seperti terjebak dalam kotak logam yang dilempar dengan kekuatan dahsyat.

Risiko Mati Lemas: Ruang Tertutup yang Mematikan

Kulkas dirancang untuk menjaga suhu dengan cara meminimalkan pertukaran udara dengan lingkungan luar. Artinya, ketika seseorang masuk ke dalam dan menutup pintu, suplai oksigen menjadi sangat terbatas.

Dalam kondisi normal saja, berada di ruang tertutup tanpa ventilasi dapat menyebabkan kadar oksigen menurun dan karbon dioksida meningkat. Dalam waktu tertentu, kondisi ini bisa menyebabkan sesak napas, kehilangan kesadaran, hingga kematian akibat kekurangan oksigen. 

Baca juga: 8 Fakta Mengerikan tentang Bencana Nuklir Chernobyl yang Paling Mematikan

Dalam konteks darurat seperti ledakan nuklir, risiko ini menjadi semakin berbahaya karena tidak ada kesempatan untuk keluar dengan aman.

Radiasi Nuklir: Kulkas Tidak Memberikan Perlindungan

Salah satu ancaman terbesar dari ledakan nuklir adalah radiasi, terutama radiasi gamma yang memiliki daya tembus sangat tinggi. Perlindungan efektif terhadap radiasi membutuhkan material yang padat dan tebal, seperti beton atau tanah dalam jumlah besar.

Kulkas pada umumnya terbuat dari lapisan logam tipis dan bahan isolasi ringan. Struktur ini sama sekali tidak cukup untuk menghalangi radiasi berbahaya.

 Akibatnya, seseorang yang berada di dalam kulkas tetap akan terpapar radiasi dalam tingkat yang berbahaya, bahkan mematikan.

Panas Ekstrem: Lingkungan yang Tidak Tahan Suhu Tinggi

Selain gelombang kejut dan radiasi, ledakan nuklir juga menghasilkan panas dalam intensitas luar biasa. Suhu tinggi ini dapat membakar atau merusak berbagai material dalam sekejap.

Kulkas tidak dirancang untuk menghadapi kondisi panas ekstrem. Paparan suhu tinggi dapat merusak struktur kulkas, melelehkan bagian tertentu, atau bahkan menyebabkan kebakaran. 

Dalam kondisi tertutup, hal ini justru memperburuk situasi bagi siapa pun yang berada di dalamnya.

Baca juga: 8 Fakta Mengerikan tentang Bencana Nuklir Chernobyl yang Paling Mematikan

Protokol Survival yang Sebenarnya: Berlindung dengan Cara yang Tepat

Berbeda dengan gambaran di film, langkah penyelamatan diri dari ledakan nuklir telah dipelajari secara ilmiah dan memiliki panduan yang jelas. Prinsip utamanya adalah mencari perlindungan di tempat yang mampu menghalangi radiasi sekaligus melindungi dari dampak fisik ledakan.

Ruang bawah tanah atau basement menjadi pilihan ideal karena berada di bawah permukaan tanah dan dikelilingi material padat. Dinding beton yang tebal juga memberikan perlindungan tambahan terhadap radiasi. 

Selain itu, berada jauh dari jendela dan pintu membantu mengurangi risiko cedera akibat pecahan atau tekanan gelombang kejut.

Dalam situasi seperti ini, waktu juga menjadi faktor penting. Menunggu di dalam perlindungan selama beberapa waktu setelah ledakan dapat secara signifikan mengurangi paparan radiasi dari partikel fallout yang perlahan mengendap.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wired

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU