John F Kennedy (JFK) dan istrinya. (REUTERS)
INDOZONE.ID - Anggota Kongres Amerika Serikat Marjorie Taylor Greene memiliki spekulasi bahwa pembunuhan Presiden AS John F. Kennedy bisa jadi berkaitan dengan sikapnya yang menentang program senjata nuklir Israel.
Selain itu, Greene juga mempertimbangkan apakah dirinya atau mantan Presiden Donald Trump saat ini berisiko mengalami sesuatu yang serupa.
"Dahulu kala ada seorang Presiden hebat yang dicintai rakyat Amerika. Dia menentang program nuklir Israel. Dan kemudian dia dibunuh,” tulis politisi Republik dari Georgia itu pada platform media sosial X pada hari Selasa (24/6/2025), dikutip dari TRT World, Jumat (8/8/2025).
Baca juga: Tanam Paksa dan Uang: Awal Perubahan Hidup Petani Jawa Abad ke-19
"Haruskah saya merasa bahwa hidup saya juga dalam bahaya sekarang? Bagaimana dengan Presiden Trump yang menegur keras Israel pagi ini karena terus menyerang Iran?” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan tak lama setelah Trump memperingatkan Israel agar tidak melancarkan serangan udara lebih lanjut terhadap Iran, dan menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran besar terhadap perjanjian gencatan senjata.
Greene juga menentang keras serangan militer AS baru-baru ini yang menargetkan situs nuklir Iran, mengkritik apa yang ia gambarkan sebagai perang asing tanpa akhir yang melayani kepentingan asing.
John F Kennedy (JFK) dan istrinya. (REUTERS)
"Tentara Amerika telah terbunuh dan selamanya tercabik-cabik secara fisik dan mental karena pergantian rezim, perang di luar negeri, dan demi keuntungan pangkalan industri militer. Aku muak dengan hal ini,” tulisnya dalam posting terpisah.
Presiden Kennedy dibunuh di Dallas, Texas pada tahun 1963. Penyelidikan resmi menyimpulkan bahwa Lee Harvey Oswald, seorang mantan Marinir Amerika Serikat, adalah pelaku penembakan itu.
Baca juga: JFK Lepas Karya Perdana "Running Late"
Namun, pembunuhan ini sudah lama jadi topik perdebatan dan memunculkan banyak spekulasi serta teori konspirasi.
Selama masa kepresidenannya, Kennedy memang menyampaikan kekhawatirannya atas ambisi nuklir israel.
Di tahun 1963, ia mendesak Perdana Menteri waktu itu, David Ben-Gurion, untuk lebih terbuka mengenai fasilitas nuklir Dimona. Ia memperingatkan bahwa jika terus merahasiakan hal ini, bisa sangat membahayakan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram @theunexplnd