INDOZONE.ID - Bulan April menghadirkan berbagai fenomena langit menarik yang sayang untuk dilewatkan, baik oleh para stargazer berpengalaman maupun penikmat langit senja.
Mulai dari fase bulan purnama yang dikenal sebagai Pink Moon, hujan meteor tahunan, hingga pertemuan planet-planet di langit, semuanya bisa diamati dengan relatif mudah—bahkan tanpa alat khusus.
Berikut adalah kalender astronomi praktis untuk bulan April seperti yang dikutip dari situs timeanddate.com, yang bisa kamu jadikan panduan:
Konjungsi Bulan & Mars - 5 April
Di awal bulan, bulan sabit akan tampak berdekatan dengan planet Mars. Fenomena ini disebut konjungsi, yaitu ketika dua objek langit terlihat saling mendekat dari perspektif Bumi.
Baca juga: 3 Fenomena Langit Menarik di Akhir Ramadhan 2026 yang Bisa Disaksikan Tanpa Teleskop
Mars akan tampak sebagai titik kemerahan di dekat bulan, cukup mudah dikenali. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah setelah matahari terbenam.
Konjungsi Bulan & Jupiter - 10 April
Beberapa hari kemudian, bulan akan kembali “bertemu” dengan Jupiter, planet terbesar di tata surya. Jupiter biasanya tampak sangat terang, bahkan di langit kota.
Gunakan teropong kecil untuk melihat detail tambahan, selain itu, jangan lupa amati dari area terbuka untuk pandangan maksimal
Pink Moon - 13 April
Fenomena Pink Moon merupakan fase bulan purnama yang terjadi di bulan April. Meski namanya “pink”, bulan tidak benar-benar berwarna merah muda. Nama ini berasal dari tradisi penduduk asli Amerika yang mengaitkannya dengan mekarnya bunga musim semi.
Di Indonesia, bulan purnama ini akan tampak terang sejak matahari terbenam hingga dini hari. Waktu terbaik untuk menikmatinya adalah saat bulan baru saja muncul di ufuk timur, karena ukurannya akan tampak lebih besar (ilusi bulan).
Baca juga: Mengenal Mercury Retrograde: Fenomena Langit yang Sering Disalahkan Saat Hidup Terasa Berantakan
Tips mengamati adalah cari lokasi dengan pandangan bebas ke arah timur. Gunakan kamera atau ponsel dengan mode malam untuk hasil terbaik
Puncak Hujan Meteor Lyrids - 21–22 April
Hujan meteor Lyrids adalah salah satu hujan meteor tertua yang pernah tercatat dalam sejarah. Pada puncaknya, kamu bisa melihat sekitar 10–20 meteor per jam di langit gelap.
Meteor ini tampak berasal dari rasi Lyra, namun bisa terlihat di seluruh penjuru langit.
Waktu terbai untuk melihatnya adalah tengah malam hingga menjelang subuh di lokasi minim polusi cahaya (jauh dari kota)
Tidak perlu teleskop, cukup mata telanjang. Lalu berbaring dan arahkan pandangan ke langit luas
Parade Planet Pagi Hari - 18–25 April
Pada rentang tanggal ini, beberapa planet seperti Saturnus dan Venus dapat terlihat berbarengan di langit sebelum matahari terbit.
Fenomena ini sering disebut sebagai “parade planet”, meskipun tidak selalu sejajar sempurna.
Baca juga: Jangan Sampai Terlewat! Fenomena Parade Planet akan Terlihat di Langit pada Februari 2026
Waktu terbaik untuk melihatnya sekitar 04.30 – 05.30 pagi di arah timur sebelum fajar
Tips Umum Mengamati Langit di April
Ada beberapa saran atau tips untuk mengamat apa yang terjadi di langit di bulan ini. Berikut antaranya adalah empat tips di bawah ini.
- Pilih lokasi minim cahaya buatan (light pollution)
- Gunakan aplikasi peta langit untuk membantu identifikasi objek
- Periksa cuaca sebelum mengamati
- Biarkan mata beradaptasi dengan gelap selama 15–20 menit
Nah, itulah beberapa fenomena langit di bulan April yang bisa dijadikan sebagai kalender di bulan April ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Timeanddate.com